<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371</id><updated>2012-01-02T18:15:12.771+07:00</updated><category term='dongeng korupsi'/><category term='Awas diMUNIRkan'/><category term='ngomel is the best'/><category term='Tolak Militerisme'/><category term='cerita dari cendana'/><category term='sebodo pokoke nulis'/><title type='text'>BERGERAK</title><subtitle type='html'>Saya bukan bunga yang tumbuh pada tembok. Tapi saya riwil dan menyebalkan, itu benar!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>340</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5379173879163433129</id><published>2011-02-08T20:35:00.002+07:00</published><updated>2011-02-08T20:41:51.570+07:00</updated><title type='text'>Pembantaian di Tengah Pekan Kerukunan Umat Beragama</title><content type='html'>Pekan kerukunan umat beragama katanya. Dirayakan di Indonesia. Tapi pekan ini penuh peristiwa kekerasan dan pembantaian atas nama agama. Sebuah golongan merasa paling benar dan menghujat kelompok lain karena dianggap sesat. Padahal mereka bukan tuhan dan mereka belum tentu lebih baik dalam beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para pejabat ngomong kayak tai! Atut minta Ahmadiyah insyaf. Insyaf dari apa? Mereka korban pembantaian dan diminta insyaf? Kenapa bukan pembunuh2 itu yang diminta insyaf dan tidak melakukan kekerasan lagi terhadap siapapun dengan alasan apapun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mister presiden bilang itu bentrokan warga dan pengikut Ahmadiyah. Dia seolah menganggap Ahmadiyah bukan bagian dari warga. Dia bilang itu bentrok padahal nyatanya itu penyerangan dan pembantaian. Gimana ceritanya itu disebut bentrok jika sekelompok keciiiilll warga di suatu daerah tiba-tiba didatangi warga kampung lain dengan jumlah jauuuh lebih besar dan beringas? Itu namanya penyerangan, tuan presiden!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di Kupang sana, tuan presiden mukul gong perdamaian, damai dari mana? Berani ga nangkep para penyerang itu? Jangan sok ngurusin konflik di luar negeri kalo kondisi dalam negeri aja ga lo beresin.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan partai2 yang ngakunya beranggotakan orang2 yang taat beragama dan bermoral itu. Mereka cuma peduli pada konflik Israel-Palestina, lalu Mesir, tapi pura2 ga tau ada kekerasan di depan mata, di dalam negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang penyerangan Ahmadiyah bukan pelanggaran HAM. MATAMU ditaro dimana pak menteri? Menyerang, memukuli, menimpuk dengan batu, membacok orang membabi buta, menguliti wajahnya, apa itu bukan pelanggaran HAM? Banyak yang merekam gambar sadis itu dan pak menteri, pak polisi, masih mau mengelak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo Anda semua ga bisa melindungi warga dari segala bentuk ancaman dan kekerasan hanya karena keyakinan mereka, berhentilah menjabat. Kalo Anda semua ga bisa menyelesaikan kasus pajak yang tak pernah Anda bayarkan, kasus suap yang telah Anda nikmati duitnya, atau kasus korupsi yang melibatkan keluarga dan orang2 dekatmu, jangan korbankan orang lain dengan alasan berbeda keyakinan. Mending ke neraka aja kalian semua!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5379173879163433129?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5379173879163433129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5379173879163433129' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5379173879163433129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5379173879163433129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2011/02/pembantaian-di-tengah-pekan-kerukunan.html' title='Pembantaian di Tengah Pekan Kerukunan Umat Beragama'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8354451937130904169</id><published>2011-01-08T16:47:00.000+07:00</published><updated>2011-01-08T16:49:34.440+07:00</updated><title type='text'>Empat catatan keajaiban negeri dongeng</title><content type='html'>Saya tengah berpikir bahwa blog ini tak akan lagi berisi kemarahan dan caci maki pada bobroknya negeri oleh para penguasa lalim, korup, fasis, dan segala embel2 keburukan lainnya. &lt;br /&gt;Saya ingin menjadikannya monumen, pencatat, penyimpan kisah tentang suatu negeri yang tak belajar dan tak pernah jera pada arus balik sejarahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir Desember 2010 dan awal Januari 2011, kisah bobrok yang layak disimpan untuk melawan lupa, masih saja soal korupsi dan kenakalan para mafia mengakali hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di PSSI, Nurdin Halid dan sekjennya, Nugroho Besoes masih mempertahankan kursi tempatnya meraup untung dari korupsi dan suap yang tak pernah habis selama APBD dan penikmat bola (buta) masih ada. Suap klub yang dapet duit APBD (yang adalah jelas duit yang dikumpulkan dari rakyat) serta duit dari tiket penonton, duit sumbangan (yang mengaku) sponsor, masih terlalu banyak untuk ditinggalkan begitu saja oleh Nurdin Halid dan kroninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, hasil korupsinya dari duit cengkeh dan minyak goreng hingga dia dipenjara dua kali, mungkin belum juga habis. Tapi kehormatan masih ia pegang. Presiden masih rela duduk berdampingan dan memelihara maling (sebutan kasar untuk pelaku korupsi) itu. Demi duit yang berlimpah di PSSI, dia hajar semua orang yang kontra dengannya, dan dia bikin sendiri spanduk yang memuji dan mendukung dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kasus besar lain yang entah kenapa masih membuat presiden duduk tenang di kursinya. Kasus Gayus Tambunan, pegawai negeri golongan IIIa yang begitu kaya raya dengan miliaran duit di rekeningnya. Yang membuat geregetan adalah: selama ditahan di penjara kelapa dua depok, yang dijaga oleh para polisi tangguh bernama Brimob, kenapa bisa ia jarang ada di selnya, dan begitu sering ia jalan2 keluar Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ajaib seorang tahanan bisa berada di Bali untuk nonton turnamen tenis dunia, jalan2 ke Singapura, Kuala Lumpur, Macau, dan entah kemana lagi. Dengan status tahanan, ia bisa jalan2 dengan uang pajak yang seharusnya disetorkan kepada negara, dengan paspor palsu yang seharusnya tak diterbitkan oleh orang2 imigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan segala keajaiban itu, presiden masih diam saja dengan dalih tak mau melakukan intervensi hukum. Padahal dulu ia berkampanye akan menegakkan hukum, memberantas korupsi. Salahkah saya jika pada akhirnya saya berpikir, sikap diamnya itu adalah untuk menghindari tuntutan hukum terhadap sang besan yang mungkin melakukan hal yang sama dengan Gayus ketika ia dipenjara di kelapa dua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban berikutnya, ketika seorang tahanan di Bojonegoro, menggunakan jasa joki untuk menggantikan posisinya di penjara agar ia bisa melenggang bebas di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan keajaiban yang lain, ketika menteri dalam negeri Gamawan Fauzi melantik wali kota di kantornya, bukan di daerah asal di Sulawesi Utara sana karena si wali kota terpilih adalah seorang tahanan dan terdakwa kasus korupsi. Si wali kota dijemput di tahanan untuk dilantik, dan dikembalikan ke penjara setelah dilantik. Sungguh sebuah dagelan, karena seorang menteri yang katanya bersih, menyediakan karpet merah bagi seorang terdakwa korupsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8354451937130904169?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8354451937130904169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8354451937130904169' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8354451937130904169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8354451937130904169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2011/01/empat-catatan-keajaiban-negeri-dongeng.html' title='Empat catatan keajaiban negeri dongeng'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-139697511721178698</id><published>2010-12-10T11:15:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T11:16:19.873+07:00</updated><title type='text'>Kejar Setoran Pajak, Gayus Dilepas, Warteg Diperas</title><content type='html'>Ada kabar di jakarta yang sungguh memuakkan. Mulai Januari 2011 katanya warteg2 bakal dikenai pajak karena konon pendapatan mereka per tahun di atas Rp 50 juta. Jumlah warteg yang ada lebih dari 2.000 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana saya ga bilang memuakkan? Dengan modal kecil, tanpa bantuan siapa pun, mungkin malah pinjem dari rentenir, mereka memulai usaha warung makan untuk kaum buruh dan orang2 di sekitarnya, yang hidunya juga ga lebih miskin dari dia. Tau2 setelah dikira punya penghasilan, lalu kucluk-kucluk para pamong datang menagih pajak dari tempat mereka mengutang makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, katanya ini demi keadilan. setelah dihitung2 (entah oleh siapa), pendapatan mereka mungkin emang tinggi. Para karyawan di gedung2 tinggi yang makannya di warteg2 itu aja dipajakin, biar adil, ya wartegnya juga dipajakin. Toh penghasilannya, katanya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi harap diinget, sistem keuangan di warteg ga ada yang nyatet. Beda sama para karyawan miskin berpenampilan kaya itu. semuanya dihitung sampe detil oleh bagian keuangan sehingga pajaknya gampang dipotong. Nah kalo ini diberlakukan terhadap warteg, bisa2 para pamong asal maen potong aja. Lha pencatatannya ga ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa2 yang berlaku adalah sistem jatah preman. Lo setor ke pamong tertentu dengan jumlah tertentu, maka lo akan aman, ga usah bayar pajak. atau bisa juga rugi dua kali. Bayar ke preman atau pamong, bayar pajak pula. Trus anak istri dan pegawai yang banting tulang bangun subuh tidur menjelang subuh untuk nyiapin hidangan di warteg akhirnya dapet apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, setelah pajak mereka bayarkan, apakah manfaatnya akan kembali ke mereka? Apakah harga-harga sembilan bahan pokok akan lebih murah buat mereka? Apakah harga gas akan lebih murah buat mereka? Jangan2 malah akan makin mahal karena mereka dianggap industri. Apalagi nunggu beras murah pun sepertinya makin sulit karena Bulog harus ngimpor dari luar dengan dalih, beras RI adalah yang termahal di dunia. Dengan begitu, makanan pinggir jalan ini pun akan makin mahal demi tetep dapet untung yang ga sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok ya ngejar pajak sama semut2 kecil yang mudah digencet? Jelas2 di depan mata ada gajah, yang duitnya super gede, dibiarin gitu aja. Ada gayus yang walopun dipenjara tetap bisa melenggang kangkung jalan-jalan ke Bali ketemu klien lamanya, kok nggak diapa2in selain dikenai pasal gratifikasi? Pengemplang pajak juga begitu dilindungi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mau pundi-pundi daerah dan pundi-pundi negara terisi penuh, tangkap para koruptor, suruh kembaliin uang negara, naikin pajak mobil setinggi-tingginya, lakukan efisiensi, hentikan jalan2 ga penting para anggota dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaaaak hal yang bisa dilakukan tanpa harus menggencet orang bawah, mister foke! Dan, uang tagihan pajak yang udah ada jangan dipake buat pesta2! Oke, foke menunda meneken peraturan daerah tentang pajak warteg ini. Tapi cuma nunda kan? Dan kita udah hapal bener, saat kita lengah, bisa saja perda ini tau2 udah berlaku. Jadi, tetep waspada!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-139697511721178698?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/139697511721178698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=139697511721178698' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/139697511721178698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/139697511721178698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2010/12/kejar-setoran-pajak-gayus-dilepas.html' title='Kejar Setoran Pajak, Gayus Dilepas, Warteg Diperas'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-4042722914111797444</id><published>2010-08-20T20:47:00.000+07:00</published><updated>2010-08-20T20:48:26.166+07:00</updated><title type='text'>Rasa Kemanusiaan untuk Korban Lapindo, Bukan Koruptor!</title><content type='html'>Sepertinya berita akhir2 ini bener2 bikin capek ya. Semuanya berpusat di satu orang itu. Ga tegas, sok ga tau apa-apa. Tapi anehnya dia bisa curhat melulu soal-soal terbaru. Jadi gimana mungkin dia ga tau hal yang berkembang di masyarakat? Yang ada malah ngeluh terus di hadapan rakyatnya, hampir setiap kali dia berpidato.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saat dikabarkan diancam teroris, curhat. Padahal lho ya, pengawalannya segambreng, sepanjang naga. Mbok ya sesekali dengerin curhat rakyat. Mereka setiap hari terancam ledakan gas elpiji, di DAPUR RUMAHNYA SENDIRI! Dan mereka tanpa pengawalan. Dan tanpa ganti rugi setelah dipaksa mengkonversi minyak tanah ke gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu soal hubungan luar negeri, terutama dengan Malaysia. Serius, kasus penukaran tiga pegawai Kelautan dan Perikanan dengan enam maling ikan di perairan kita, sungguh ga masuk akal. Dari segi manapun, itu pelecehan. Bukan sekedar kekalahan! Pegawai sama maling gitu lho. Segi jumlah juga ga seimbang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa lagi? Souvenir upacara bendera? Buku anaknya dibagiin di sana? Lagu ciptaannya dinyanyikan dalam aubade bersama lagu-lagu nasional? Apakah dipikir ini acara arisan dan karaoke keluarga? Belum lagi di situs resmi kenegaraan, diiklankan pula lagunya. Apakah ini dipikir bukan bagian dari korupsi ketika menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu yang terakhir, yang bikin makin emosi. Ini...seluruh koruptor kok tau2 dapet remisi? Maka MERDEKAlah para koruptor di hari kemerdekaan kemarin. Syaukani yang korupsinya miliaran itu. Lalu sang besan yang dapet korting penjara gede-gedean. Ayin dan Polycarpus juga. Ya ampun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya sungguh bikin sakit hati. Katanya demi kemanusiaan. Pernahkah terpikir bahwa para koruptor itu tak pernah memikirkan kemanusiaan orang-orang yang dirampas haknya karena dikorupsi oleh mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mister presiden! Yang memBUTUHkan RASA KEMANUSIAAN itu adalah KORBAN LUMPUR lapindo dan para pemakai tabung gas 3 kilo! BUKAN KORUPTOR!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-4042722914111797444?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/4042722914111797444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=4042722914111797444' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4042722914111797444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4042722914111797444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2010/08/rasa-kemanusiaan-untuk-korban-lapindo.html' title='Rasa Kemanusiaan untuk Korban Lapindo, Bukan Koruptor!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1073221008222228434</id><published>2010-07-20T15:49:00.001+07:00</published><updated>2010-07-20T15:53:13.409+07:00</updated><title type='text'>Basyir Melawan dengan...Gantung Diri</title><content type='html'>Dana pendidikan negeri ini katanya 20 persen. Entah untuk membiayai apa. Karena nyatanya biaya sekolah tetap mahal. Sudah pernah kita dengar anak yang  memilih bunuh diri untuk menutupi rasa malu. Karena mereka menunggak uang sekolah, atau malah sama sekali tak mampu membayar uang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga karena soal lain. Anak bunuh diri karena rapornya merah, tak naik kelas, dan tak lulus. Ini juga karena sistem pendidikan kita yang salah sejak awal. Anak-anak di sekolah dikejar-kejar nilai tinggi. Sistem pendidikan mementingkan nilai-nilai di rapor, tidak mengutamakan bagaimana siswa bisa menyerap pelajaran dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus terbaru, terjadi pada Basyir. Bocah 11 tahun ini ditemukan gantung diri di sebuah lapak di Pasar Minggu, pekan lalu. Konon, si anak sudah lelah. Beberapa orang dekatnya menduga ia ingin sekolah. Ia juga juga lelah melihat pertengkaran bapak-ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya ia pernah sekolah sampai kelas dua, lalu berhenti ketika ibunya tak mampu memenuhi permintaannya untuk membeli buku. Ibunya juga tak mampu membelikannya seragam. Si anak patuh itu pun berhenti sekolah dan membantu ibunya mencari duit dengan menjual kardus dan menjadi ojek payung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat tentang Gayus, yang hidupnya bergelimang uang suap. Awalnya  hanya ditemukan Rp 25 miliar di rekeningnya. Lalu Rp 60 miliar, lalu Rp 86, lalu ada kabar ia menyuap polisi 100.000 dolar agar tak ditahan. Kenapa sih uang hasil korupsi mesti disita dan dikembalikan ke kas negara? Toh akhirnya akan dikorupsi juga? Kenapa tak langsung dibayarkan ke sekolah2 agar sekolah tersebut menampung semuaaaaa anak di sekitar tempat itu agar bisa sekolah. Jika sekolah gratis, anak-anak seperti Basyir..., ah, sudahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BASYIR. Ia telah melawan dengan caranya sendiri. Ketika kemiskinan makin membelit hidupnya. Ketika kemiskinan tak mengizinkannya meneruskan sekolah. Ketika kemiskinan membuat bapak-ibunya tak berhenti bertengkar. Ketika kemiskinan membuat tidurnya tak pernah lelap di kios-kios pasar yang lembab dan bau. Ia memilih satu cara. Dengan gantung diri di kios gelap, di atas lapak tempatnya tidur sehari-hari&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1073221008222228434?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1073221008222228434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1073221008222228434' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1073221008222228434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1073221008222228434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2010/07/basyir-melawan-dengangantung-diri.html' title='Basyir Melawan dengan...Gantung Diri'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-848836458908151317</id><published>2010-07-06T16:50:00.001+07:00</published><updated>2010-07-06T16:53:47.157+07:00</updated><title type='text'>Usai Ribut Celengan Babi, Bom Molotov Datang</title><content type='html'>Pekan lalu, majalah Tempo konon habis diborong oleh orang2 yang 'mirip' polisi. Bahkan ada yang jelas-jelas memakai mobil dinas polisi, mengangkut majalah dari lapak loper koran. Demi mendapatkan majalah ini, beberapa orang berinisiatif menjual fotokopian majalah dengan harga Rp 10 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, isinya bukanlah hal mengejutkan. Data yang dirilis Tempo adalah data dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Oleh Tempo, data itu kemudian dilengkapi dengan konfirmasi ke beberapa nama yang disebut memiliki rekening liar dengan isi yang tidak masuk akal. Mengapa tak masuk akal, karena jumlah itu sungguh tak sebanding dengan pendapatan perwira polisi yakni di bawah Rp 10 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga agak mengherankan melihat reaksi polisi sedemikian keras sampai akan melaporkan Tempo secara pidana dan perdata. Tapi melihat isi laporan yang rasanya memang tak ada yang salah, polisi lalu mempermasalahkan covernya yang bergambar polisi menyeret tiga celengan babi. Katanya haram. Lha, celengan kok haram? Agama apa yang menyatakan celengan itu haram? Yang haram bukannya daging babi dan uang hasil korupsi? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berikut saya sarikan isi majalah Tempo soal rekening2 dan transaksi yang dicurigai PPATK itu.&lt;br /&gt;1. Inspektur Jenderal Mathius Salempang, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, kekayaan: Rp 8,5 miliar dan US$ 59.842 (per 22 Mei 2009)&lt;br /&gt;Tuduhan: memiliki rekening Rp 2,8 miliar dengan sumber dana tak jelas. Pada 29 Juli 2005, rekening itu ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.&lt;br /&gt;"Saya baru tahu dari Anda," begitu kata Mathius, 24 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Kepala Korps Brigade Mobil Polri, kekayaan: Rp 6,5 miliar (per 25 Agustus 2005)&lt;br /&gt;Tuduhan: Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007 miliar, kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005, US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.&lt;br /&gt;"Dana itu bukan milik saya," kata Sylvanus, 24 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian, kekayaan: Rp 4,68 miliar (per 19 Agustus 2008)&lt;br /&gt;Tuduhan: Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.&lt;br /&gt;"Berita itu sama sekali tidak benar," kata Budi, 25 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian&lt;br /&gt;Kekayaan: Rp 2,09 dan US$ 4.000 (per 24 Maret 2008)&lt;br /&gt;Tuduhan: Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan.&lt;br /&gt;"Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim," kata Badrodin, 24 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal&lt;br /&gt;Kekayaan: Rp 1,587 miliar (per 2008)&lt;br /&gt;Tuduhan: Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar.&lt;br /&gt;"Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas." (M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri, Kekayaan: belum ada laporan&lt;br /&gt;Tuduhan: Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006.&lt;br /&gt;"Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh."&lt;br /&gt;Bambang Suparno, 24 Juni 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tadi pagi, saat saya terbangun, saya menerima berita, kantor majalah Tempo dilempari tiga bom molotov sekitar pukul 02.40 dini hari. Cukup sulit bagi saya untuk tidak mengaitkan peristiwa ini dengan berita di atas. Mulai main kasar rupanya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-848836458908151317?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/848836458908151317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=848836458908151317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/848836458908151317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/848836458908151317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2010/07/usai-ribut-celengan-babi-bom-molotov.html' title='Usai Ribut Celengan Babi, Bom Molotov Datang'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8873989934369616388</id><published>2010-06-24T21:58:00.002+07:00</published><updated>2010-06-24T22:01:54.515+07:00</updated><title type='text'>Koalisi Polisi+FPI=Bangke!</title><content type='html'>Ada teroris lagi. Ada porno2an. Ada banyak kasus korupsi. Ada piala dunia. Ada ribut2 &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2010/06/24/brk,20100624-258125,id.html"&gt;FPI di Banyuwangi&lt;/a&gt;. Tapi yang paling menarik perhatian polisi, dan semua turun tangan ke sana, adalah kasus video porno. Si pelaku ditangkap, diperiksa fisiknya, diukur2 (katanya). Tapi yang dijadiin tersangka cuma si artis ngetop. Dulu, pelaku, yang juga politisi dan kini perempuannya mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah, ga diapa2in. Kasusnya tenggelam begitu saja. Alasan polisi: &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/06/24/brk,20100624-258034,id.html"&gt;mereka ga ngetop&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, FPI juga ga segarang sekarang soal video porno. Mungkin karena dulu yang rame adalah kasus2 pejabat dan anggota sirkus senayan yang berkantor di gedung pantat. Mungkin bagi FPI, moral artis lebih penting dijaga ketimbang moral pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju perzinahan adalah dosa. Tapi apakah itu kejahatan? Bukan. Pelakunya sama2 suka. Dosa dan kejahatan adalah dua hal berbeda. Semua kejahatan adalah dosa tapi tidak semua dosa adalah kejahatan. Dosa adalah urusan manusia dan Tuhan adalah hakimnya. Sementara kejahatan, ditangani antar manusia bernama polisi, jaksa, hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI muncul memerangi orang yang mereka kira komunis. Mereka juga katanya memusuhi pelaku video porno dan bahkan mengancam akan menjemput paksa mereka untuk dipenjarakan. Tapi FPI tak pernah sekali pun bersuara, apalagi memprotes, orang yang korupsi. Membela korban lumpur panas lapindo? Huh, mimpi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada membela korban lapindo, FPI memilih membela Tuhan. Apakah mereka mau mengambil alih pekerjaan Tuhan, menghukum orang2 yang berdosa? Kenapa mereka ga menghukum ketuanya lebih dahulu karena menyimpan gambar porno di rumahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara polisi, juga hanya memilih menangani kasus yang kameranya banyak. Terorisme, iya. Kasus video porno artis, IYA BANGET! Ke mana mereka ketika kasus korupsi marak? Ya ngumpet, mereka kan terlibat juga. Ke mana mereka ketika ada ribut2 FPI? Mereka seperti polisi di film India, datang paling belakang, dan tidak melerai. Sekasar apapun tindakan FPI, polisi ga pernah menghukum mereka. Polisi pasti tau FPI salah. Tapi polisi takut sama FPI. Ia kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8873989934369616388?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8873989934369616388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8873989934369616388' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8873989934369616388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8873989934369616388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2010/06/koalisi-polisifpibangke.html' title='Koalisi Polisi+FPI=Bangke!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5287043514767900441</id><published>2010-06-13T19:18:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T19:19:27.434+07:00</updated><title type='text'>Kenapa saya percaya dana aspirasi bakal dipake membiayai Setgab?</title><content type='html'>Kalau ada tuduhan dana aspirasi akan digunakan untuk membiayai sekretariat gabungan bersama partai koalisi, itu sesuatu yang sangaaaat wajar dan masuk akal buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;Semua orang tentu tak akan lupa, bagaimana kelakuan orang2 dari partai kuning si bau tai ini, dan anggota dewan sirkus gedung pantat pada umumnya. Apapun bisa disulap agar terlihat masuk akal padahal masuk kantong sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kasus Century. Kasus ini dibuat seolah ini sebuah dosa besar Sri Mulyani sehingga Sri Mulyani dituduh maling lalu mereka mengupayakan segala jalan agar menteri keuangan itu dicongkel. Di kemudian hari ketika Sri Mulyani benar2 hengkang ke Bank Dunia, mereka lalu ngomong: ya, kita berhasil menyingkirkan si kepala batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, dalam kasus lumpur panas milik si ketua partai. Berkat kepiawaian mereka2, kasus ini akhirnya ditangani pemerintah karena semburan lumpur panas berubah penyebabnya dari kelalaian pemilik menjadi musibah nasional. Enak banget, Lapindo merusak, rakyat yang bayar kerusakan yang terjadi (dari duit APBN, yang merupakan kumpulan pungutan pajak kita2 kan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ada tudingan, dana aspirasi ini dikoar-koarkan untuk nutupin berita kasus pajak, ya wajar dan ga ada salahnya juga. Dan saya percaya saja. Kasus penunggakan pajak ini udah dibelok2kan kemana-mana. Dilempar ke KPC padahal itu juga perusahaan Ical. Belakangan pengakuan Gayus ke penyidik bahwa dia memang dapet duit waktu ngurusin pajak perusahaan Ical, kayaknya memang sedang butuh isu lain untuk membengkokkan kabar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipakailah isu dana aspirasi, Rp 15 miliar per anggota DPR per tahun. Heran juga, otak mereka di dengkul kali ya? Ga ngerti fungsi mereka duduk di lembaga legislatif, yang berarti ga megang duit untuk dana (alesannya) pembangunan. Itu kerjaan eksekutif, bodoh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika peluang mendapatkan dana ini menipis, partai kuning bau tai lalu meminta dana desa Rp 1 miliar per tahun. Ini akan jauh lebih mahal. Bener2 licik. Dan bodoh. Apa mereka ga tau kalo desa itu bagian dari struktur pemerintahan yang berarti mereka punya alokasi sendiri2? Kenapa Dewan sirkus yang ngurusin?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5287043514767900441?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5287043514767900441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5287043514767900441' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5287043514767900441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5287043514767900441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2010/06/kenapa-saya-percaya-dana-aspirasi-bakal.html' title='Kenapa saya percaya dana aspirasi bakal dipake membiayai Setgab?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-7814380134478381088</id><published>2010-04-28T14:56:00.001+07:00</published><updated>2010-04-28T15:13:54.127+07:00</updated><title type='text'>Kalo Rita Aja Lolos, Kenapa Jupe dan Maria Eva Diributkan?</title><content type='html'>Semalem secara tak sengaja saya menyaksikan debat calon bupati di tvsatu. Kaget juga, sekelas pilkada aja bisa siaran langsung di tv nasional? Kaget juga ketika melihat iklannya, kok dukungan untuk salah satu kandidat, petinggi2 partai? Ngerti apa dengan kondisi daerah di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih kaget lagi waktu saya menyaksikan salah satu kandidatnya, OMG....dia kan, dia kan...? Tapi setelah melihat daerah yang menggelar siaran langsung dan tivi yang menyiarkan, saya segera mahfum. Oh, pantes!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf maaf saja kalo saya sinis. Udah dari dulu saya begini. Sinis is my middle name, gitu istilah orang londo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinis saya yang pertama: sekelas pilkada siaran langsung? Tapi segera pemakluman datang. Daerah penyelenggaranya adalah Kutai Kertanegara, daerah terkaya di Indonesia yang duit belanjanya Rp 3 triliun setahun. Wajar saja jika bisa menganggarkan Rp 2 miliar per desa per tahun. Apalagi jika cuma membayar siaran tivi Rp 250 juta untuk acara debat (menurut info temen saya di sana). Walopun jumlah orang miskin, sekolah rusak, juga tinggi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinis saya yang kedua: iklan dukungan petinggi partai. Ada AB! Ouh, makin mahfumlah saya kenapa tayangan ini ada di tv itu. Lalu ada AL, yang menteri itu. Ada W, mantan kandidat wapres. Ada uztad Zmz. Wow...taukah dia siapa yang sedang dia dukung dengan puji2annya itu? Geli rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinis saya yang ketiga: kandidat nomer enam itu pernah punya cerita heboh ketika video bokepnya beredar luas. Kalo ga salah, video itu terheboh setelah video Itenas. Sempat dilaporkan ke polisi karena katanya peredaran video itu disertai unsur pemerasan. Tapi tak jelas kelanjutannya. Si lelaki dalam video denger2nya kemungkinan besar sudah 'dilenyapkan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tak ada perlawanan ketika dia mencalonkan diri. Tapi semua bisa diredam dengan duit. Dan tidak sekali ini saja video itu dijadikan kampanye hitam bagi si calon. Ketika akan menjadi ketua organisasi sayap Golkar, ia juga dikecam. Jadi anggota DPRD juga dikecam. Apalagi ketika jadi calon bupati. Tapi akhirnya lolos juga dan bisa ikut berdebat semalem d tivi, mengenakan tutup kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalo 'macam' dia saja lolos, kenapa harus meributkan Julia Perez alias Jupe dan Maria Eva? Bedanya cuma, Jupe lebih terkenal. Dan si calon di Kutai ini didukung para ketua partai. Didukung pula oleh Sultan di daerah itu. So, apalagi? Syaratnya cuma itu kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, kabarnya, bapaknya si calon bupati itu, yang pernah bupati dua periode di sana (dan korupsi miliaran rupiah), sudah dikembalikan ke Kutai. Konon, setelah dirawat di RSPP, lalu ke Singapura, dia dikembalikan ke kampungnya karena menderita penyakit lupa, seperti Nunun. KPK sepertinya sama sekali tak berdaya dengan penyakit yang baru ngetren itu ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-7814380134478381088?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/7814380134478381088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=7814380134478381088' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7814380134478381088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7814380134478381088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2010/04/kalo-rita-aja-lolos-kenapa-jupe-dan.html' title='Kalo Rita Aja Lolos, Kenapa Jupe dan Maria Eva Diributkan?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6549245683093638131</id><published>2010-04-26T15:11:00.001+07:00</published><updated>2010-04-26T15:16:20.668+07:00</updated><title type='text'>bosen</title><content type='html'>Sudah berbulan-bulan saya tak menulis di sini. Di &lt;a href="http://senandung.wordpress.com"&gt;blog sana&lt;/a&gt; juga jarang. Header blog udah lama hilang. Saya ga inget gambar itu saya titip dimana. Eh, tepatnya ga tau cara nyarinya. Terlalu banyak kejadian penting yang saya lewatkan. Saya ga akan menyalahkan jejaring sosial sebagai tempat beraktifitas yang baru. Karena nyatanya di sana saya juga cuma pembaca, bukan pengguna aktif. Sesekali emang ngikutin obrolan terkini, kalo lagi mood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus bom, penjara Artalita, kasus korupsi, pajak, KPK, Pansus DPR, bencana, tuding menuding politisi, pengekangan kebebasan berpendapat dan beragama, isu perkotaan seperti kasus Tanjung Priok kemaren, pencalonan kepala daerah yang unik-unik dan ga banget. Banyaaak sekali kasus dan isu seksi sekaligus menyebalkan yang saya lewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bosen, saking banyaknya. Mungkin mulai bermasa bodoh, karena tak ada hal yang kunjung berubah. Mungkin mulai tak peduli, tak peka, dan lebih memilih sibuk memikirkan diri sendiri? Kapan punya rumah? Kapan punya duit banyak supaya emak dan bapak bisa berangkat haji?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..... :|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal2 saya tak melirik blog ini sebenarnya juga sedikit banyak sempat dipengaruhi kasus ibu Prita. Ada ketakutan untuk menulis di sini. Apalagi blog ini isinya...ya gitu deh. Kalo dulu orang mungkin hanya akan mencaci saya di kolom komentar. Tapi sekarang? Bisa dibawa ke pengadilan. Saya benar2 terkekang, penuh ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat seseorang (atau dua tiga orang) yang dulu sedemikian bencinya pada saya akibat tulisan2 di blog ini. Walau pada akhirnya semua yang saya tulis terbuka satu per satu. Kasus jaksa, kasus pajak, kasus Bakrie. Saya ga tau bagaimana sikap mereka sekarang terhadap saya. Mungkin senang karena saya berhenti ngeblog. Atau mungkin tengah meratapi yang dipenjara. Atau sudah hidup aman di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga ada maksud apa2. Saya nulis postingan ini karena sedang bosen saja. Tak ada lagi blog yang asik dikunjungi. Jadi saya kembali ke sini. Bosen!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6549245683093638131?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6549245683093638131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6549245683093638131' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6549245683093638131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6549245683093638131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2010/04/bosen.html' title='bosen'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1219106277520276352</id><published>2009-12-31T12:01:00.001+07:00</published><updated>2009-12-31T13:58:15.448+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Indonesia karena Gus Dur</title><content type='html'>&lt;b&gt;"Kalau Kristen jangan kebarat-baratan, kalau Islam jangan kearab-araban"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu quote Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang paling saya suka. &lt;i&gt;To the point&lt;/i&gt;, tanpa basa-basi. Dan saya tak ragu mengatakan saya pengikutnya khusus untuk soal pluralisme. Saya tak banyak memahami Gus Dur seperti orang yang mengatakan ia seorang yang plin plan dan kurang mampu atau ga cocok jadi presiden. Tak apa-apa, ia memang bukan presiden, ia lebih tepat menjadi guru bangsa. Dan konsistensinya pada pluralisme-lah yang ingin saya teladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana saja alasannya. Semua dari kita apapun warna kulitnya, apapun warna rambutnya, apapun agamanya, apapun sukunya, adalah mahluk ciptaan Tuhan, bukan buatan pabrik a atau b. Jadi kenapa harus dibedakan? Bukankah yang membedakan derajad seseorang di mata Tuhan hanya amal ibadahnya? Dan bukankah tak satu pun dari kita meminta dilahirkan sebagai si hitam, si putih, si Islam, si Budha, si Kristen, si Jawa, si Bugis, dan sebagainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan amal ibadah yang dicatat para malaikat bukanlah kesenangan saat mengebom gereja. Bukan pula kegembiraan ketika berhasil memukuli pengikut Ahmadiyah atau aliran yang berbeda dengan kita. Bukan juga senyuman saat telah melecehkan pemeluk agama Budha atau Hindu. Lebih-lebih bukan pula dengan kepongahan usai membantai kaum minoritas hanya karena mata sipitnya atau karena ia dianggap bukan penduduk lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Jauhi sikap fanatik dalam kekatolikan"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan Gus Dur, Fransiscus Xaverius Seda atau Frans Seda pun punya semangat pluralisme. Ia selalu mengingatkan umat Katolik untuk menjauhi sikap fanatisme dalam menjadi pribadi yang 100 persen Indonesia dan 100 persen Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan indahnya dunia jika umat meneladani sikap mereka. Selamat jalan Gus Dur, selamat jalan Frans Seda, semoga pintu surga dibukakan untukmu, amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1219106277520276352?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1219106277520276352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1219106277520276352' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1219106277520276352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1219106277520276352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/12/indahnya-indonesia-karena-gus-dur.html' title='Indahnya Indonesia karena Gus Dur'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-7643327435656430954</id><published>2009-12-14T23:17:00.001+07:00</published><updated>2009-12-15T08:26:44.611+07:00</updated><title type='text'>mari menghitung koin keadilan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/Syblon6iXHI/AAAAAAAAACI/QuzNmYz5M7U/s1600-h/_mg_1776.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/Syblon6iXHI/AAAAAAAAACI/QuzNmYz5M7U/s200/_mg_1776.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415268088031632498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waw...begitu terasa nikmatnya hidup saat saya bisa bertemu kasur empuk untuk meluruskan punggung malam ini. Rasanya, lelah seharian tadi langsung terbayar lunas begitu badan menyentuh kasur setelah mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seharian tadi saya ikut menghitung &lt;a href="http://koinkeadilan.com/"&gt;koin keadilan&lt;/a&gt;, koin2 untuk kebebasan prita di jalan langsat, markasnya wetiga, dagdigdug, dan politikana.com. Saya ada di sana mulai sekitar pukul 11 sampai pukul 16.50. Lalu malem usai ikut pembubaran Panitia &lt;a href="http://pestablogger.com/"&gt;Pesta Blogger 2009&lt;/a&gt; di es teler 77 jl Adityawarman, saya balik lagi menghitung koin sekitar sejam. Hasilnya, bisa memasukkan 5 juta ke lima plastik bersama beberapa orang. Sebelum ke sana tadi pagi, saya udah membawa perlengkapan sendiri misalnya pembersih tangan, sarung tangan plastik, masker, air minum, dan kamera. Hihihi...kamera ini masuk perlengkapan juga kan ya? Walopun akhirnya jarang saya pake karena sibuk memilah dan menghitung koin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berada di sana, rasanya hati ini bungah. Terharu melihat kebersamaan semua orang. Terharu melihat keping2 koin yang rasanya setiap keping itu memiliki ceritanya sendiri. Ada yang dibawa pemulung, ada yang dari celengan anak kecil, ada yang dari sisa belanjaan ibu-ibu. Maka tak heran jika segala bentuk koin ada di sini. Keping2 yang tak pernah saya lihat lagi ujudnya bahkan ada di sini. Dari koin 5 rupiah, 25 lama dan baru yg begitu keciiiil, 50 lama dan baru yang ukurannya ga beda jauh dari uang 25, lalu 100-an model lamaaa dan baru, 500 lama dan baru, koin 1000-an, beragam koin dari begitu banyak negara, dan terakhir koin untuk nge-game!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para relawan juga datang dari berbagai latar belakang. Paling pagi jam 8 ada dua lelaki tua, pensiunan mulai terbungkuk2 memilah koin. Lalu ada 3 perempuan paruh baya dari salah satu panti asuhan di Jakarta Timur. Lalu saya, datang ngaku2 sebagai blogger (hihi...tapi belakangan bocor infonya: ternyata saya jurnalis yang menjadi relawan katanya. Ga jadi deh diwawancara tipi :p). Ada pula anak SD yang bolos les demi ikut neneknya ngitung koin. Lalu ada artis, mba Sita Nursanti (dari grup vokal Rida Sita Dewi, RSD) ikut jadi relawan. Hebat juga lho, dia bertahan dari jam 2-an sampe jam 21.30. Kami duduknya deketan lho, pulangnya juga bersamaan (huh, ngaku2, ga penting banget deh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum jam 12 siang, ngitung koin rasanya lamaaa banget. Sekarung itu lama banget milah2nya, juga ngitungnya. Makin siang, makin sore, makin malem, wus wus gitu, tau2 dari 2 juta, trus 7 juta, 14 juta, 22 juta, 36 juta...pas malem saya mau pulang udah 70-an juta dan total koin seluruhnya yang udah terhitung dari posko lain udah lebih 300 juta! Sementara orang2 yang tak hadir di sana, tak ketinggalan menjadi relawan dengan mengirim makanan, minuman, kain, plastik pembungkus, menggratiskan pengiriman paket koin, dan sebagainya. Bagaimana hati saya tak bungah melihat semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, begitu banyak orang baik di negeri ini, begitu banyak orang yang ikut berharap perbaikan hukum di negeri ini. Misalkan 1 rupiah = 1 orang, maka ada 300 juta orang baik di negeri ini, ada 300 juta orang berharap keadilan di negeri ini. Malu aja pemerintahnya kalo ga menyadari itu!&lt;br /&gt;Kalo besok masih diberi kekuatan, saya ingin ke langsat lagi. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-7643327435656430954?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/7643327435656430954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=7643327435656430954' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7643327435656430954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7643327435656430954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/12/mari-menghitung-koin-keadilan.html' title='mari menghitung koin keadilan'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/Syblon6iXHI/AAAAAAAAACI/QuzNmYz5M7U/s72-c/_mg_1776.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8110810484917506715</id><published>2009-12-04T16:32:00.004+07:00</published><updated>2009-12-15T08:16:25.909+07:00</updated><title type='text'>Koin untuk Bebaskan Prita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/Sxucsk1t49I/AAAAAAAAABw/witNTjKcmOE/s1600-h/koin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/Sxucsk1t49I/AAAAAAAAABw/witNTjKcmOE/s200/koin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412091666832942034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut berita di tempointeraktif.com, kasus perdata Prita Mulyasari ternyata sudah diputuskan sejak 8 September lalu oleh pengadilan tinggi Banten. Sudah lama ternyata. Dan kita tak pernah tau. Mungkin pula karena perhatian kita tersedot kasus cicak vs buaya. Keputusan yang memenangkan rumah sakit Omni itu diterima pengadilan negeri Tangerang bulan berikutnya, Oktober. Prita diwajibkan membayar kerugian materil dan immateril sebesar 204 juta rupiah. Rinciannya: kerugian materil kepada rs Omni 164 juta, immateril 40 juta, ke PT Sarana Mediatama Intl 20 juta, dr Hengky dan dr Grace masing2 10 juta. Keputusan itu menguatkan putusan pengadilan negeri Tangerang sebelumnya yang memutuskan Prita bersalah dan harus bayar 300 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tidak hanya mengagetkan Prita Mulyasari tapi juga kita semua. Belum hilang dari ingatan bagaimana nasib dua anaknya ketika ia dipenjara selama tiga pekan. Bagaimana kerugian yang dia alami karena berobat tapi bukan kesembuhan yang didapat malah penyakit baru dan tuntutan baru. Kini ia harus membayar sekian ratus juta untuk ganti rugi karena ia mengeluh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tak pernah dibalik ya? Kenapa konsumen tak pernah diperlakukan sebagai raja seperti kata pepatah? Seharusnya yang berlaku adalah: bersiaplah diprotes jika sebagai penyedia jasa anda tak mampu memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan. Jika tak siap dengan pelayanan yang baik, jangan marah ketika diprotes. Bukan malah memenjarakan konsumen yang hanya bertanya, lalu mengeluh atas kualitas pelayanan yang didapatnya, karena ia telah membayar sejumlah uang untuk mendapat pelayanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun, kasus Prita ini bisa menimpa siapapun dari kita. Sering secara tak sadar kita ngomel2 bahkan menyumpahi para penyedia layanan misalnya jasa komunikasi dan internet. Nyaris setiap hari kita melihat celaan demikian di ranah internet ini saat layanannya ngadat, lamban, dan sebagainya. Adalah hal wajar keluhan diajukan, terlebih bila kita sebagai konsumen telah memenuhi kewajiban misalnya membayar jasa itu tiap bulan. Wajar kita meminta imbal balik atas bayaran itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewajibkan konsumen seperti Prita membayar Rp 204 juta atas keluhannya terhadap penyedia jasa, dimana adilnya? Kira2 setelah itu apa yang akan didapat pihak penggugat? Ok, terlalu banyak pertanyaan tentang rasa keadilan yang akan muncul nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya ingin meneruskan pesan dari para pihak yang bersimpati pada kasus Prita ini. Mulai nanti malam, Jumat, 4 Desember 2009, dibuka celengan koin untuk disumbangkan ke Prita Mulyasari. Tempatnya di wetiga, jl Langsat, markasnya politikana.com atau ngerumpi.com. Celengan ini akan dibuka hingga ada keputusan dari Mahkamah Agung atas kasasi yang diajukan kuasa hukum Prita.&lt;br /&gt;Beberapa pihak telah memberikan sumbangan. Seperti kata @pamantyo di twitter, Fahmi Idris menyumbang Rp 102 juta dan DPD menyumbang Rp 50 juta. Sisanya 52 juta mungkin bisa dikumpulkan dari koin2 yang kita punya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://koinkeadilan.com"&gt;Mengapa harus koin&lt;/a&gt;? Menurut @pamantyo, harus koin agar lebih berat dan akan membuat malu pihak penggugat dan pengambil keputusan proses hukum ini.&lt;br /&gt;Tapi menurut saya, dengan koin, rasa solidaritas akan terlihat nyata dari semua orang, semua lapisan masyarakat. Demi rasa keadilan, orang2 yang hanya punya receh pun bisa ikut menyumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meneruskan pesan ini bukan agar dianggap aktivis. Aksi mengumpulkan koin ini juga bukan untuk cari sensasi. Saya bersimpati dan berempati pada kasus Prita karena hal yang sama bisa menimpa saya, anda, atau siapapun. Saya berpartisipasi demi rasa keadilan. Saya tergerak untuk ikut karena saya juga adalah konsumen. Saya ikut karena saya juga tak ingin kebebasan saya untuk berpendapat sedikit sedikit dikebiri oleh undang2 salah kaprah bernama Informasi dan Transaksi Elektronik yang seharusnya bernama UU Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik. Saatnya pasal karet dalam UU ini dihapuskan dan UU Keterbukaan Informasi Publik harus digalakkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8110810484917506715?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8110810484917506715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8110810484917506715' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8110810484917506715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8110810484917506715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/12/koin-untuk-bebaskan-prita.html' title='Koin untuk Bebaskan Prita'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/Sxucsk1t49I/AAAAAAAAABw/witNTjKcmOE/s72-c/koin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5713332483557238001</id><published>2009-11-19T20:34:00.002+07:00</published><updated>2009-11-19T20:37:49.760+07:00</updated><title type='text'>Begini Hebatnya Dongeng Hukum di Negerimu</title><content type='html'>Saya, warga negara yang ga ngerti hukum. Tapi melihat beberapa peristiwa belakangan ini, saya sungguh prihatin. Walopun ga ngerti, saya merasakan begitu banyak ketidakadilan yang terjadi. Dan rasanya pengen ngomel2 melihat berita-berita ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2009/11/18/brk,20091118-209041,id.html"&gt;Prita Mulyasari dituntut enam bulan penjara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurut saya, si ibu dua anak kecil ini hanya mengeluhkan pelayanan rumah sakit. Apa salah orang ngeluh menuntut pelayanan yang baik setelah dia memenuhi kewajiban membayar mahal pihak penyedia jasa? Menurut saya sih, seharusnya malah pihak penyedia jasa itulah yang minta maaf ke ibu Prita karena pelayanannya tidak maksimal kepada konsumennya. Bukan malah nuntut dan memenjarakan orang. Akan jadi apa semua warga negeri ini kalo ngeluh saja dienjarakan. Sementara koruptor dibiarkan bebas, lepas, dan malah berbalik menjadi pihak yang disegani, disembah duit haramnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2009/11/04/brk,20091104-206352,id.html"&gt;Aguswandi dituntut penjara karena tuduhan pencurian listrik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena dia ngecas hp di gang apartemen trus dikenai hukuman karena dituduh mencuri. Padahal itu bagian dari rumahnya sendiri, yang disewanya sendiri (termasuk fasilitas listriknya). Tapi ia justru dilaporkan oleh orang yang dibayar oleh penghuni apartemen untuk mengurusi apartemen itu. Kok semua serba terbalik ya? Bukannya seharusnya penyedia jasa berkewajiban memberikan layanan paripurna kepada pelanggan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/layanan_publik/2009/07/15/brk,20090715-187354,id.html"&gt;Kho Seng Seng jadi tersangka pencemaran nama baik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia dihukum karena menulis surat pembaca dan mengeluhkan penyedia jasa tempatnya berusaha. Belakangan dia kembali dijadikan tersangka karena mengomentari nama seorang calon anggota legislatif DPRD DKI di sebuah blog. Di sana Kho mengungkapkan kekhawatirannya jika calon ini terpilih maka dia hanya akan membela kepentingannya sendiri, bukan kepentingan rakyat yang diwakilinya. Bukankah begini seharusnya sikap seorang warga? Ikut mengawasi calon-calon wakilnya? Hmmm...salah ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/11/19/152435/1244955/10/mencuri-3-buah-kakao-nenek-minah-dihukum-1-bulan-15-hari"&gt;Seorang nenek di Purwokerto dituntut penjara 1,5 bulan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia dituduh nyolong buah kakao dari perkebunan. Dalam dakwaan, tiga biji kakao itu disebut tiga kilogram! Dan si nenek yang tampil tanpa pengacara dan melakukan pembelaan atas dirinya sendiri itu bersumpah tak melakukan hal yang dituduhkan. Tapi jaksa tetap menuntutnya dengan penjara 1,5 bulan. Taik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, yang buta hukum ini, sungguh tidak mengerti bagaimana proses hukum dijalankan. Nenek dituduh nyolong kakao tiga biji langsung dituntut 1,5 bulan penjara. Sementara Anggodo, yang jelas2 mengaku di depan publik, dalam wawancaranya di tv-one setelah sidang di MK itu, telah berusaha menyuap aparat, ga diapa2in. Bukankah hukumnya sudah jelas? Tapi dia tetap bebas melenggang kangkung. Malah dia melapor telah dicemarkan nama baiknya. OMG!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barusan, &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/11/19/brk,20091119-209410,id.html"&gt;dua pimpinan koran nasional dipanggil polisi&lt;/a&gt;. Mereka, pimpinan Kompas dan Sindo, diminta menunjuk wartawan yang mengetahui tentang pemberitaan rekaman pembicaraan telepon Anggodo yang telah diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaganagaaaa...hebat bener kekuasaan orang ini!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5713332483557238001?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5713332483557238001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5713332483557238001' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5713332483557238001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5713332483557238001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/11/begini-hebatnya-dongeng-hukum-di.html' title='Begini Hebatnya Dongeng Hukum di Negerimu'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1376969503881180748</id><published>2009-11-12T16:11:00.004+07:00</published><updated>2009-11-14T19:47:03.276+07:00</updated><title type='text'>Yang Mulia, Mari Saya Ingatkan Beberapa Hal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/Sv6mkV9ES4I/AAAAAAAAABo/0pJk5nIljwE/s1600-h/katakan-tidak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/Sv6mkV9ES4I/AAAAAAAAABo/0pJk5nIljwE/s200/katakan-tidak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403939746189953922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belum genap 100 hari setelah resmi pemerintahan negeri antahberantah ini berjalan. Dan melihat hiruk pikuk sandiwara penegakan hukum di negeri antahberantah akhir-akhir ini yang kian memanas dari hari ke hari....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, yang mulia, saya ingatkan beberapa peristiwa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu seorang petinggi partai hijau dilaporkan oleh yang mulia ke polisi karena dianggap mencemarkan nama baik saat ribut2 soal poligami. Namun saat sekarang yang mulia disebut2 dalam rekaman pembicaraan dengan tikus dan dianggap mendukung sebuah konspirasi, malah didiamkan saja. Ah, mungkin dia lebih terusik dikira berpoligami daripada dikira korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo anda diam, Mister, orang2 akan makin mempersepsikan bahwa anda terlibat. Atau...karena ini soal Bank yang mirip toko obat itu emang emmm...katanya nyumbang dana kampanye engggg...atau emmppphh... ah, sudahlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ingatkah Tuan pada iklan2 di radio, televisi dan media cetak menjelang pemilu lalu yang bunyinya membentak2 ngomong: Tidak! Tidaaaakkk! TIDAK! Itu? Ya, itu iklannya, KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana orang2 di gedung sirkus Senayan sana saat ini yang juga muncul dalam iklan membentak2 ngomong TIDAK itu? Cih! Sama aja. Dari Ketua sampe kroco di Kamar ketiga. Mungkin saking takutnya diapa2in karena disana memang jadi sarang tikus, mereka melakukan beberapa hal yang nunjukin ketololan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, si ketua membatalkan dua rapat dengar pendapat antara departemen dalam kamar. Salah satunya karena rapat dengar pendapat itu akan menghdirkan menteri pencegah kesakitan yang baru. Apa harus begitu? Mereka itu anggota dewan atau menteri yg harus berada di bawah komando yang mulia atau petinggi partai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketololan kedua saat rapat dengar pendapat dengan Buaya. Saat warga negara ramai2 mengecam buaya dan mendukung cicak, mereka malah menjilat2 buaya. Hhh.... pertunjukan malam hari yang memuakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketiga, saat ribut2 soal hak angket bank yang mirip toko obat itu, ada yang mencak2, marah2, mengira yang mulia akan digulingkan dari jabatannya. Ketua lembaga paling tinggi tau2 tereak membersihkan diri dan bilang: "Yang bikin hak angket itu partai Kuning. Partai Merah cuma ikut2an aja." &lt;br /&gt;Lho lho....takut amat yak diturunkan dari jabatan ketua :)) preeet dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari saya ingatkan lagi pidato yang mulia pada suatu hari di bulan Juni lalu. Ketika itu tepatnya 24 Juni 2009, yang mulia menilai Cicak menjadi superbody. “Terkait KPK, saya wanti-wanti benar, power must not go unchechked. KPK ini sudh powerholder yang luar biasa. Pertanggungjawabannya hanya kepada Allah. Hati-hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang mulia, saya sudah mengingatkan beberapa poin.&lt;br /&gt;Dan para jelata, sebelum meledakkan amarah, coba diingat-ingat lagi sekarang, siapa orang yang kamu pilih saat pemilu lalu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1376969503881180748?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1376969503881180748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1376969503881180748' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1376969503881180748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1376969503881180748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/11/yang-mulia-mari-saya-ingatkan-beberapa.html' title='Yang Mulia, Mari Saya Ingatkan Beberapa Hal'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/Sv6mkV9ES4I/AAAAAAAAABo/0pJk5nIljwE/s72-c/katakan-tidak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-2561628391876306324</id><published>2009-11-05T12:03:00.002+07:00</published><updated>2009-11-05T12:09:57.621+07:00</updated><title type='text'>Inilah Negeri yang Dikendalikan dari HP Bedebah</title><content type='html'>Hari-hari ini, konstalasi politik kian panas di negeri antahberantah. Apalagi sejak diperdengarkan rekaman telepon yang disadap di gedung berkubah. Mendengar isi rekaman itu, rasanya tak cukup dengan hanya mengatakan ini adalah buah &lt;a href="http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2009/11/04/INDEX.SHTML"&gt;persekongkolan para bedebah&lt;/a&gt; seperti judul Koran Tempo, Rabu (4/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi setelah menyimak &lt;a href="http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2009/11/04/INDEX.SHTML"&gt;isi rekamannya&lt;/a&gt;. Menjijikkan! Sangat jelas terlihat betapa penegakan hukum bisa sangat tergantung pada satu pengendali bernama  DUIT dan semuanya bisa diselesaikan lewat telepon si pemilik modal bedebah itu!  Bayangkan, penegakan hukum dikendalikan hanya seorang tua itu dari telponnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggodo dihubungi seorang pria:&lt;br /&gt;23 Juli 2009, jam 19.29.45&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Male    : Kowe wis ketemu Truno? (sebutan untuk petinggi Polri di Jalan                         Trunojoyo) &gt;&gt;&gt; kamu sudah ketemu Truno?&lt;br /&gt;AGD     : Wis mambengi (sudah tadi malam)&lt;br /&gt;Male    : Si Mursidin gelem? (mau?)&lt;br /&gt;AGD     : Yo tetep to (ya tetep)&lt;br /&gt;Male    : Rencana operasine (oeprasinya) kapan?&lt;br /&gt;AGD     : Apa?&lt;br /&gt;Male    : Rencana operasine (operasinya) kapan?&lt;br /&gt;AGD     : Pokoke berkase iki keto'ane dileboke ning nggone Ritonga minggu iki (pokoknya berkas ini kelihatannya dimasukkan ke tenpat Ritonga minggu ini)&lt;br /&gt;Male    : He eh&lt;br /&gt;AGD     : Trus balik kene, trus action (terus kembali ke sini, terus beraksi)&lt;br /&gt;Male    : Nek..Nek RI-1 durung? (kalau...kalau RI 1 belum?) &lt;br /&gt;AGD     : Wis..wis.. (sudah...sudah)&lt;br /&gt;Male    : Katane mo maju RI-1 sik (katanya mau maju RI 1 dulu?)&lt;br /&gt;AGD     : Sik..sik.., aku je nyocokno tanggal (nanti nanti, saya sedang mencocokkan tanggal)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggodo dihubungi seorang pria.&lt;br /&gt;24 Juli 2009, pukul 12:25:27&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AGD     : Yo pokoke saiki berita acarane kene dikompliti ngono loh (ya sekarang berita acaranya dilengkapi gitu lho)&lt;br /&gt;Male    : He eh&lt;br /&gt;AGD     : Wis gandeng karo Ritonga kok dek’e. Janjine paling lambat Senen       ambek Ritonga (Dia sudah menggandeng Ritonga kok. Janjinya paling lambat Senin k Ritonga)&lt;br /&gt;Male    : Senen opo?&lt;br /&gt;AGD     : Janjine ambek Ritonga (janjinya ke Ritonga)&lt;br /&gt;Male    : He eh&lt;br /&gt;AGD     : Sik final gelar iku sama Kejaksaan lagi terakhir Sela...Senin (Sebentar, gelar final bersama Kejaksaan yang terakhir itu Sela...Senin)&lt;br /&gt;Male    : Oooo, yo, yo, yo, sambil ngenteni surate RI-1 to nek? (Ooo ya ya, sambil nunggu surat RI 1 ya?)&lt;br /&gt;AGD     :  Tak kiro kok wis nggak (saya kira sudah tidak)&lt;br /&gt;Male    : Lah, kon takok'o  Truno 3 to.. masih perlu (Lah, kamu bertanyalah kepada Truno 3...masih perlu)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anggodo dengan Yuliana&lt;br /&gt;06 Agustus 2009, pukul 20.14.36&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AGD     : Trus, iku surat pencekalane gak diakoni karo KPK? (trus itu surat pencekalannya tidak diakui KPK?)&lt;br /&gt;Y       : Iyo, tapi ditakoni tandatangane nde sopo? Iya toh, ndeke ora njawab, modele bajingan kabeh yang, Chandra yang.. Wis blesno wae yang, ojo ragu-ragu. Pak Ritonga maeng SMS aku, rasane de'e besok pijet aku (Ya, tapi ditanyakan tanda tangannya kepada siapa? Ya kan? Dia tidak menjawab. Dasar bajingan semua, yang, Chandra yang. Sudah, jebloskan saja yang, jangan ragu-ragu. Pak Ritong tadi SMS saya. Kayaknya dia besok akan pijat bersama saya)&lt;br /&gt;AGD     : Terus ngomonge yok apa dek'e? (Terus apa omongannya?)&lt;br /&gt;Y       : Pak Ritonga mau SMS dek'e leg dino iki gak iso, besok ngono (Pak Ritonga tadi SMS bahwa dia hari ini tidak bisa. Besok mungkin)&lt;br /&gt;Y       : Wis maeng aku telpon, Pak gimana? Udah bagus to sekarang itu, lihat kacau semua itu, jare ngono (Tadi saya sudah telpon, Pak, bagaimana? Sudah bagus kan sekarang, lihat, kacau semua itu, begitu katanya)&lt;br /&gt;AGD     : Mosok ngomong ngono (masak bicara begitu)&lt;br /&gt;Y       : Iyo, ngomong ngono (iya ngomong gitu)&lt;br /&gt;AGD     : Terus&lt;br /&gt;Y       : Nanti besok aja cerita ya, jangan di sini ya? Ngono, bagus jere.. Pokok'e saiki memang Pak Rito, mati tak telpon. Pokoke bilang Anggodo suruh crita semuanya, ngerti, tahu gak? Karena ini, kali gak gitu, mati sendiri, ngerti gak? Polane saiki Pak iku SBY mendukung. Ngerti? SBY tuh dukung  Ritonga loh, de'a loh, ngerti? (Nanti besok aja cerita ya. Jangan di sini ya. Itu bagus. Pokoknya sekarang memang Pak Rito tidak isa ditelepon. Pokoknya bilang Anggodo disuruh bercerita semuanya, ngerti? Karna ini, kali ini tak begitu, mati sendiri, ngerti? Polanya sekarang Pak itu...SBY mendukung. Ngerti? SBY tuh mendukung Ritonga. Dia disuruh bercerita semuanya. Ngerti?)&lt;br /&gt;AGD     : Nah, terus?&lt;br /&gt;Y       : Sak jam tak telpon aku ngomong, heh, opo, wis pokoke Anggodo. Anggodo he bilang Pak Anggodo, ya, omong seadanya, yang betul, ngerti? Kalo ga gitu, nanti bisa mati. Kita yang mati nanti, ngomong ngono, ambek aku ngono, persis iki omonganku. Oya, Pak, terus gimana, Pak? Ya, pokoknya bilang, ngomong. Eh, pokoknya ngomong sing betul, Ya, kalo ndak gitu nanti kita yang mati, ini Pak SBY ngerti, SBY itu mendukung kita, ngerti? Loh, wis toh, wis ngono tok dek'e ngomong&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ckckckck...jago kan? Bahkan orang tertinggi di negeri antahberantah ini juga disebut memberi dukungan penuh. Apa artinya ini? Berarti, terlibat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, mari kita lihat soal bayaran untuk pengacara, jatah untuk polisi dan jaksa. Semuaya bisa selesai dengan uang!!! Ada pembagian jatah, woy!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggodo dengan Alex, pengacara Anggoro&lt;br /&gt;19 September, pukul 19.54.12&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AGD     :  Pembagian terakhirnya khan berapa lu? Berdua berapa, 5 M khan?&lt;br /&gt;Alex    :  O,  yang itu maksudnya, yang pos..pos anggaran&lt;br /&gt;AGD     :  Ya, gua ngak tau krite..menurut gua pikir-pikir dia..mungkin maksudnya       itu lu borong itu sama Bonaran&lt;br /&gt;Alex    : Maksudnya borong gimana, Pak?&lt;br /&gt;AGD     : Polisi lu yang kasih, jaksa lu yang kasih&lt;br /&gt;Alex    : O..ndak...ndak...ndak..ndak...sudah bicara kok..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dan ini yang lebih ngeri. Rencana Chandra di-Munir-kan. Menurut saya, ini bukan sekedar obrolan antar dua orang tapi memang ada ancaman pembunuhan. Jadi, makin heranlah saya kalo dibilang si cukong tak kunjung ditemukan kesalahannya hanya karena dia cuma ngobrol2 di telepon. Cih!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggodo dengan seorang pria&lt;br /&gt;16 September 2009, pukul 18.52.26&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AGD     : Ooo yo wis, wis telung wulan gak makan enak dino iki ate mangan enak (oo ya sudah, sudah tiga bulan tak makan enak, hari ini mau makan enak)&lt;br /&gt;Male    : Ooo siap  bos siap bos&lt;br /&gt;AGD     :  Soale aku mari antem-anteman karo Alex ndek kene (Soalnya aku baru saja berkelahi dengan Alex di sini)&lt;br /&gt;Male    :  Hahahaha&lt;br /&gt;AGD     :  Ternyata Truno tiga komitmen-nya tinggi sama saya&lt;br /&gt;Male    : Oo gitu, bos, ya&lt;br /&gt;AGD     :  Lha kan wis mlebu bos wingi (Lha kan sudah masuk Bos kemarin)&lt;br /&gt;Male    : Iyo?&lt;br /&gt;AGD     : Gak dilebokno tapi wis ndek SK (Tidak dimasukkan tapi sudah ada di SK)&lt;br /&gt;Male    : Ooo siap, siap bos&lt;br /&gt;Anggodo : Saiki non aktif, tapi katut koncone kene sithuk (sekarang non aktif tapi temannya ikut kena satu)&lt;br /&gt;Male    :  Pak Ade&lt;br /&gt;AGD     :  Dudu&lt;br /&gt;Male    : Sopo? &lt;br /&gt;AGD     :   Bibit&lt;br /&gt;Male    : Oo itu tetep kenek? (Oo, itu tetep kena)&lt;br /&gt;AGD     :  Yo wee, ilek iku kan ijek konco kene bos (Ya sudah, ingatkan, itu kan masih teman sendiri bos)&lt;br /&gt;Male    : Ooo gitu&lt;br /&gt;AGD     : Tapi lek sing sithuk Chandra sesuk dilebokno, malah tak pateni ndek njero kok (Tapi kalau teman yang satunya, Chandra besok dijebloskan. Malah akan kubunuh di dalam kok)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akan jadi apa negeri ini?&lt;/span&gt; :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-2561628391876306324?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/2561628391876306324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=2561628391876306324' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/2561628391876306324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/2561628391876306324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/11/inilah-negeri-yang-dikendalikan-dari-hp.html' title='Inilah Negeri yang Dikendalikan dari HP Bedebah'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1936340513548236835</id><published>2009-10-29T20:13:00.000+07:00</published><updated>2009-10-29T20:14:57.750+07:00</updated><title type='text'>Bicaralah Tuan, Jika Kau Punya Mulut</title><content type='html'>Saya tidur sejak sore dan baru bangun setelah magrib, membuka situs berita, dan terperangah melihat perkembangan kasus wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit dan Chandra. Keduanya ditahan oleh polisi petang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ouh, jadi ini yang dimaksud oleh polisi: akan memberi keterangan dan klarifikasi? Kejutan hebat! Selamat pak polisi. Setelah bertindak layaknya buaya, yang selalu tertutupi berita penyergapan teroris sejak kemarin-kemarin, hari ini rupanya memasuki puncak atraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang yang kumisnya mulai ubanan itu harus dijebloskan ke penjara. Saya sungguh ingin tahu, seberbahaya apa sih mereka? Akan lari keluar negeri seperti Anggoro? Atau akan tiba-tiba sakit seperti koruptor lain yang pernah mereka tangani? Atau mereka tidak akomodatif dan mempersulit proses pemeriksan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plis, saya, rakyat bodoh yang merasa dunia hukum negeri ini kian gelap gulita, meminta pencerahan. &lt;br /&gt;Bapak2 polisi yang terhormat, apa sih kesalahan mereka?&lt;br /&gt;Ada pasal yang berubah dari penyuapan ke pemerasan, apa artinya ini?&lt;br /&gt;Ada pasal penyalahgunaan wewenang, tidakkah hal itu diatur dalam undang-undang tentang KPK? Jika hal itu salah, maka salah pula undang2nya, tapi kenapa baru dimasalahkan sekarang?&lt;br /&gt;Lalu, tidakkah polisi juga sedang melakukan penyalahgunaan wewenang dengan menemui seorang yang dinyatakan buron dengan diam2?&lt;br /&gt;Lalu begitu banyak nama-nama yang disebut dalam rekaman, tidakkah itu seharusnya diusut juga?&lt;br /&gt;Jika Bibit dan Chandra akan lari, seberapa sih kekuatan mereka dibanding pasukan polisi se-nusantara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bapak polisi yang terhormat tak bisa menjawab ini, saya menunggu tuan yang mulia melerai pertikaian cicak dan buaya yang didiamkannya begitu lama sehingga terkesan pejabat KPK memang dengan sengaja dikriminalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicaralah tuan, jika kau punya mulut! Bukankah pemberantasan korupsi menjadi program dan janji kampanyemu sehingga begitu banyak orang berbondong2 memilihmu?&lt;br /&gt;Bertindaklah tuan, jika kau punya sikap! Sehingga terang jalan bagi kami, para pendamba keadilan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1936340513548236835?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1936340513548236835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1936340513548236835' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1936340513548236835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1936340513548236835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/10/bicaralah-tuan-jika-kau-punya-mulut.html' title='Bicaralah Tuan, Jika Kau Punya Mulut'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6152464731620869502</id><published>2009-10-08T08:21:00.001+07:00</published><updated>2009-10-08T08:24:27.888+07:00</updated><title type='text'>Apa yang Anda Takutkan, Tuan?</title><content type='html'>Dua hari saya uring-uringan baca berita. Pertama karena berita &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/10/06/brk,20091006-201081,id.html"&gt;konferensi pers mendadak Mr Presiden ini&lt;/a&gt;, dan kedua karena berita &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/10/07/brk,20091007-201344,id.html"&gt;korupsi ayat tembakau dalam UU Kesehatan itu&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/10/06/brk,20091006-201081,id.html"&gt;berita pertama&lt;/a&gt;, saya sudah ngomel-ngomel sejak dari awal. Saya ingin bilang pada presiden yang terhormat, penting ga sih ngurusin apa yang diomongkan JK? Bukankah posisi Anda saat ini sudah cukup kuat sehingga satu partai beroposisi bisa dibilang nyaris tak akan ada pengaruhnya pada kekuatan pemerintahan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba berhitung, Anda pemenang pemilihan presiden dengan wakil yang bukan dari partai manapun. Lalu partai Anda juga memenangkan pemilu dan berhasil merebut nyaris separuh kursi parlemen, termasuk dari partai-partai besar mantan pemenang-pemenang sebelumnya. Lalu, nyaris semua partai kini berkoalisi dengan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yang Anda takutkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, setiap pemilu, saya memang tak pernah menggunakan hak pilih saya. Tapi saya merasa tetap berhak bersuara saat Anda, atau siapapun –orang yang tak saya pilih-- melakukan hal-hal 'cemen' seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah banyak hal lain yang jauh lebih penting, bahkan sangat sangat penting untuk diurusi ketimbang mengomentari perhelatan satu golongan itu saja? Lihat korban gempa itu. Sampai detik ini, masih banyak dari mereka yang tak tersentuh bantuan. Lihat pertikaian cicak dan buaya itu. Masih banyak orang-orang kotor yang ikut memperkeruh air yang sudah keruh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang Anda takutkan dari sebuah (hanya) harapan JK itu?&lt;br /&gt;Seharusnya tak perlu cemas karena di sana ada orang yang loyal pada Anda dan hari ini ia mempersembahkan pagi yang indah buat Anda atas kemenangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang harus ditakutkan, Tuan Presiden?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6152464731620869502?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6152464731620869502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6152464731620869502' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6152464731620869502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6152464731620869502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/10/apa-yang-anda-takutkan-tuan.html' title='Apa yang Anda Takutkan, Tuan?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6878513304086005476</id><published>2009-09-08T20:04:00.002+07:00</published><updated>2009-09-08T20:09:45.830+07:00</updated><title type='text'>Enaknya Jadi Anggota Dewan</title><content type='html'>Kalo ada yang ngamuk-ngamuk karena ga jadi dilantik menjadi anggota DPR dan DPRD, seperti yang terjadi di &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/Pemilu2009_berita_mutakhir/2009/08/31/brk,20090831-195452,id.html"&gt;Parigi Muotong&lt;/a&gt; ini, wajarlah. Kalo misalnya anggota &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/09/03/brk,20090903-196095,id.html"&gt;DPRD Subang&lt;/a&gt; nanti bakal protes dengan alasan, penurunan gaji memalukan daerah, wajar juga. Bukan apa-apa, ternyata jadi anggota DPRD, apalagi DPR itu, memang enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, belum seminggu dilantik, bahkan saya yakin mereka belum bekerja sama sekali, mereka udah bisa ngambil gaji duluan macam di &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/09/02/brk,20090902-195684,id.html"&gt;Malang&lt;/a&gt; dan di &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/08/31/brk,20090831-195387,id.html"&gt;Surabaya&lt;/a&gt;. Jumlahnya rata-rata Rp 15-16 juta per anggota. Jumlah untuk ketua, wakil ketua, dan ketua komisi tentu lebih besar lagi. Tapi sementara ini disamain dulu karena perangkat pimpinan memang belu terbentuk. Nah lho, bahkan kepengurusan juga belum terbentuk, udah gajian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan belum dilantik pun, pelayanan yang diberikan pada mereka, orang-orang yang katanya terpilih ini (ya, terpilih dari balik bilik suara) sudah diberikan secara paripurna (halah, ngerti paripurna juga ga :p). Mereka diinapkan di hotel berbintang selama beberapa hari, katanya dikarantina. Entah dikasih bekal apa. Pengawalan super ketat. Dikasih baju, jas, dll, seperti mereka tak mampu beli sendiri (bisa jadi juga mereka udah kehabisan duit saat kampanye kemarin). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana di DPR? Woh, di sini jelas harus lebih wah! Namanya juga di pusat. &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/09/07/130602/1198206/10/baru-pertama-masuk-saja-anggota-dewan-telah-bebani-negara"&gt;Biaya pelantikan&lt;/a&gt; saja, menghabiskan dana Rp 11 miliar lebih. &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/09/08/brk,20090908-196882,id.html"&gt;Ongkos pindahan&lt;/a&gt; mereka lebih gede lagi, Rp 26 miliar. Ya, anggota dewan yang berasal dari luar Jakarta, harus pindah ke Jakarta. Duit segede itu termasuk ongkos tiket sekeluarga, pindah rumah, pengepakan dan pengiriman barang. Hmmm...enak yooo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/09/08/brk,20090908-196872,id.html"&gt;Pelantikan anggota DPD&lt;/a&gt;? Sama saja. Dana yang telah disediakan untuk mereka besarnya Rp 6,6 miliar. Diapain sih dana sebesar itu? Entah.&lt;br /&gt;Mereka, dan yang menganggarkan dana itu, seolah tak ingat, tetangga mereka sedang tertimpa bencana gempa di jawa Barat sana. Saudara mereka tertimpa longsor di Bogor. Saudara mereka tertimpa badai di Serang. Saudara mereka di Papua sana dilanda kelaparan karena dipaksa makan nasi, di luar kebiasaannya. Tak usah membandingkannya dengan sesuatu yang tak begitu nampak misalnya untuk pelayanan pendidikan dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tulisan ini juga diposting di &lt;a href="http://politikana.com/baca/2009/09/08/enaknya-jadi-anggota-dewan.html"&gt;Politikana&lt;/a&gt;*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6878513304086005476?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6878513304086005476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6878513304086005476' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6878513304086005476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6878513304086005476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/09/enaknya-jadi-anggota-dewan.html' title='Enaknya Jadi Anggota Dewan'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5446676332591208798</id><published>2009-08-21T09:19:00.003+07:00</published><updated>2009-08-21T09:46:25.198+07:00</updated><title type='text'>Blogger Gila Ngumpul di Balikpapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/So4KVeZgXII/AAAAAAAAABg/hkp8mRu4Cf4/s1600-h/_mg_8656.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/So4KVeZgXII/AAAAAAAAABg/hkp8mRu4Cf4/s200/_mg_8656.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372242769553153154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cihuy, blogshops Balikpapan sukses! Walopun cuma diikuti 30 peserta, tapi mereka fokussss banget. Saking fokusnya, sebagian tetep bertahan saat “diusir2″ buat makan siang, untuk menyelesaikan tugas dari &lt;a href="http://faniez.net"&gt;Fany&lt;/a&gt; (trainer dari dagdigdug yang gagal jadi model ini sempat tampil di koran &lt;a href="http://www.tribunkaltim.co.id"&gt;Tribun Kaltim&lt;/a&gt; dua hari berturut-turut lho…hihihi) yang membimbing mereka membuat blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatnya tinggi. Padahal boleh dibilang, usia rata-rata peserta ini bukan anak muda lagi, melainkan bapak-bapak dan ibu guru. Simak komentar &lt;a href="http://rachel.dagdigdug.com"&gt;Ibu Rachel&lt;/a&gt;, peserta paling ’senior’ karena usianya sudah 56 tahun, tentang acara ini. “Saya termotivasi ikut blogshop karena murid-murid saya banyak yang punya blog. Jangan sampai saya justru nggak bisa ngeblog dan ga bisa jawab kalau ditanya murid,” kata guru Bahasa Inggris di SMK 2 Balikpapan ini. Mereka datang berombongan sesama guru dengan mengenakan batik bercorak Kaltim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kebanyakan peserta adalah guru, tapi ada pula peserta yang masih belia. Usianya 14 tahun, kelas 2 SMP. Namanya &lt;a href="http://puspaningrum.dagdigdug.com"&gt;Trisna Manunggal Puspaningrum&lt;/a&gt;. Sepanjang pelaksanaan blogshops Pesta Blogger 2009 ini, kemungkinan dia adalah peserta termuda. Dia mulai mengenal komputer saat duduk di bangku kelas 2 SD dan menjadi juara favorit lomba komputer se-Kota Balikpapan. Tapi ia belum bisa membuat blog, makanya ia mengikuti blogshops keempat dalam rangkaian roadshow pesta blogger 2009 ke 10 kota di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang sih, setelah ikut blogshop jadi lebih ngerti dan kayaknya kalau ada yang nanya-nanya, sudah bisa ngajarin. Saya juga ngeblog karena ingin punya lebih banyak teman berbagi,” kata Trisna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesi sharing, selain chairman &lt;a href="http://blog.imanbrotoseno.com"&gt;Iman Brotoseno&lt;/a&gt;, tampil pula penggiat &lt;a href="http://alfa-mylife.blogspot.com/"&gt;Balikpapan Blogger&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://alfa-mylife.blogspot.com/"&gt;Alfa Malik&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.bblogger.web.id/"&gt;Bambang Herlandi&lt;/a&gt;. Iman menjelaskan mengenai kode etik di dunia maya. “Misalnya saat mengutip omongan atau gambar orang lain, harus disebutkan sumbernya. Selain itu, tulisan yang dibuat, jangan menyinggung soal SARA. Kalau hal-hal itu tidak dilanggar, pasti aman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaparan yang cukup menyita perhatian peserta adalah ketika Bambang Herlandi menjelaskan pengalamannya memanfaatkan blog untuk proses belajar-mengajar. “Saya menggunakan blog untuk e-learning. Nggak repot harus foto copy bahan pelajaran, siswa tinggal buka blog saya,” katanya. Demikian pula saat harus meninggalkan sekolah untuk suatu keperluan, ia pun bisa ‘mengajar jarak jauh’ dengan akses internet. “Bahkan hasil ujian siswa pun saya umumkan di blog jadi saya tidak ikut nempel-nempel kertas seperti guru lain,” imbuhnya. Bambang mengajak guru-guru yang menjadi peserta blogshops ini untuk terus ngeblog, “Karena manfaatnya sangat bagus dan efisien serta efektif sebagai media pengajaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blogshops ini berlangsung di laboratorium komputer milik STIKOM Balikpapan. Ketua STIKOM Balikpapan, Satria, sangat mendukung kegiatan ini dengan meminjamkan laboratorium kampus untuk blogshops serta halaman kampus untuk Pesta Blogger mini pada malam harinya. Selain didukung Stikom Balikpapan, acara ini juga didukung oleh Harian Tribun Kaltim, Indosat, Radio IDC, Balikpapan ICT Community, Elex Media Komputindo. Dan tentu saja dukungan penuh datang dari Panitia Pesta Blogger 2009 sebagai penyelenggara serta Depkominfo, US Embassy, dan Microsoft sebagai sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Gathering atau Pesta blogger mini di Balikpapan, tak kalah seru dengan daerah lain. Sebuah panggung sengaja didirikan di halaman kampus. Rencananya, jika peserta membludak, jalanan depan kampus segera ditutup. Dua polisi lalu lintas mengatur arus lalu lintas saat acara berlangsung. Acara diisi dengan penampilan beberapa ‘penyanyi lokal’ dan dua MC dadakan yang cukup mengundang tawa dengan logat dan bahasa gaul khas Balikpapan. Setelahnya acara diisi dengan talkshow dengan tiga pembicara yang sama seperti siang harinya yakni Iman Brotoseno, Alfa Malik, dan Bambang Herlandi. Talkshow diselingi kuis dengan hadiah-hadiah menarik dari sponsor lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sesi paling seru sekaligus mengharukan dan membuat Pesta Blogger mini di Balikpapan berbeda dengan kota lainnya adalah dengan hadirnya tiga ‘blogger gila’!!! Mereka adalah &lt;a href="http://www.manusiahero.com/"&gt;Dillah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://blog.lembahbaliem.info/"&gt;Wawan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/"&gt;Fortynine&lt;/a&gt; (lupa nama aslinya) dari komunitas blogger &lt;a href="http://kayuhbaimbai.org"&gt;Kalimantan Selatan&lt;/a&gt;. Bahkan Tristram Perry, Atase Pers Kedutaan Amerika yang hadir di Balikpapan berkali-kali menyebut mereka “crazy”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan ini! Siapa yang rela menempuh perjalanan darat selama 12 jam dengan naik motor ‘hanya’ untuk bertemu sesama bloggger di daerah lain? Siapa yang begitu berani menembus jalan trans Kalimantan, hanya bertiga, melewati hutan, hanya untuk menghadiri pesta blogger nun jauh di timur Kalimantan? Siapa yang mau tak tidur selama berjam-jam, terguncang-guncang di atas motor melewati jalanan rusak hanya untuk hadir sekejap dengan orang-orang yang tak pernah benar-benar dikenalnya didunia nyata?&lt;br /&gt;Jawabnya, hanya blogger GILA! Tapi kegilaan mereka mengharukan :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, puncak acara malam itu diakhiri dengan tukar cinderamata. Blogger nekat dari Kalimantan Selatan menyerahkan cindera mata yang terbuat dari batu pualam bertuliskan: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Komunitas Blogger Kalimantan Selatan Kayuh Baimbai, Goes to: Pesta Blogger, Road to: Kalimantan Timur, 2009&lt;/span&gt;.” Sementara B!Blogger sebagai tuan rumah juga menyerahkan kaos komunitasnya. Chairman Pesta Blogger 2009, Iman Brotoseno juga melakukan tukar cinderamata dengan menyerahkan kaos Pesta Blogger 2009 dan Pin dengan logo ciamiknya itu.&lt;br /&gt;Acara ditutup dengan sesi foto bersama diiringi lagu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kemesraan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tulisan ini juga diposting &lt;a href="http://pestablogger.com/?p=908"&gt;di sini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://senandung.wordpress.com/2009/08/21/blogger-gila-ngumpul-di-balikpapan/"&gt;di sana&lt;/a&gt;*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5446676332591208798?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5446676332591208798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5446676332591208798' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5446676332591208798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5446676332591208798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/08/blogger-gila-ngumpul-di-balikpapan.html' title='Blogger Gila Ngumpul di Balikpapan'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/So4KVeZgXII/AAAAAAAAABg/hkp8mRu4Cf4/s72-c/_mg_8656.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5669133474292399532</id><published>2009-07-21T16:06:00.001+07:00</published><updated>2009-07-21T16:08:25.384+07:00</updated><title type='text'>Sebelum Pensiun, Anggota Sirkus Senayan Jalan2 ke AS dan Perancis</title><content type='html'>Ada yang ingat, masa kerja anggota DPR tinggal berapa lama lagi? Tahukah kalau mereka akan berjalan-jalan lagi ke luar negeri di akhir masa jabatannya ini? Ya, mereka akan menuju Amerika dan Prancis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut &lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/256188/"&gt;berita ini&lt;/a&gt;, jalan-jalan itu bertujuan mencari referensi penyusunan rencana dan strategi kerja DPR periode 2009–2014. Katanya ini bakal bermanfaat untuk DPR mendatang untuk menambah referensi penyusunan renstra. Periode 2009-2014? Emang berapa persen anggota yang sekarang masih terpilih lagi untuk menjadi anggota DPR di periode mendatang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih berdasar informasi yang sama, kunjungan ke kedua negara itu menghabiskan anggaran Rp 2 miliar. Tapi tidak begitu jelas berapa orang yang akan berangkat dan berapa daa yang dibutuhkan. Yah, seperti biasalah. Rombongan ini akan berangkat pada 27 Juli 2009 dan berada di kedua negara selama tujuh hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya agendanya tidak begitu jelas. Sebab ada yang bilang untuk kunjungan kerja, ada yang bilang atas undangan parlemen Amerika, dan ada yang bilang sebagai kunjungan balasan atas kunjungan parlemen Amerika beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun alasannya, seperti biasa saya tetap curiga, ini acara jalan-jalan doang. Apalagi ini mengikutkan sejumlah anggota keluarga masing-masing selain staf, dan relasi. Apa kepentingannya para keluarga ikut kalo ini adalah kunjungan kerja? Apa keluarganya mau ikut rapat dengan kongres AS? Atau mau ikut rapat di mall?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang tak pernah percaya dengan agenda kunjungan-kunjungan kerja macam ini. Sudah terlalu sering mereka para anggota dewan sirkus yang terhormat itu melakukan pembohongan macam ini. Dari penelusuran kawan-kawan NGO di berbagai daerah, dalam kunjungan seperti ini, banyak dari anggota Dewan yang cuma ngambil “mentahnya” saja. Bagaimana dengan bukti-bukti laporan keuangan sehabis perjalanannya? Gampang, dengan uang sampe Rp 250 ribu, boarding pass pun bisa dipalsukan. Tentu bekerja sama dengan orang dalam di Angkasa Pura. Kapan-kapan saya tulis soal ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5669133474292399532?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5669133474292399532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5669133474292399532' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5669133474292399532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5669133474292399532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/07/sebelum-pensiun-anggota-sirkus-senayan.html' title='Sebelum Pensiun, Anggota Sirkus Senayan Jalan2 ke AS dan Perancis'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-292726719507446847</id><published>2009-07-10T20:12:00.002+07:00</published><updated>2009-07-10T20:20:28.853+07:00</updated><title type='text'>Ayo Ikut Gerakan Cicak Lawan Buaya!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/SldADzgXCLI/AAAAAAAAABQ/pgWAqsbP1jU/s1600-h/cicak"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 185px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/SldADzgXCLI/AAAAAAAAABQ/pgWAqsbP1jU/s200/cicak" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356820715890215090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya Cicak Berani Lawan Buaya. Maksudnya apa ini? Apakah pemakai logo ini mendadak menjadi kelompok pembela hak satwa?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengguna logo ini berarti menjadi bagian gerakan solidaritas CICAK, singkatan dari Cinta Indonesia Cinta KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Tidak ada hubungannya dengan kelompok pembela hak binatang, Tapi kalau teman-teman dari pembela hak satwa mau bergabung, kami menerima dengan tangan terbuka lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kenapa ada gerakan solidaritas CICAK untuk KPK? Bukankah sebagaimana diberitakan media, KPK lembaga super?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK memang betul lembaga super, karena superioritas KPK ini, kami dari CICAK yakin, banyak pihak yang tidak suka dan mulai menyarangkan serangan tersistematisir terhadap KPK. Ini bukan kami mendramatisasi atau lebay lho, tapi coba Anda lebih jeli deh. KPK adalah lembaga super yang bertugas memberantas korupsi di Indonesia. Kenapa disebut super? Karena KPK berwenang melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan sampai pemeriksaan di pengadilan. Kewenangan penyelidikan dan penyidikan selama ini dikerjakan oleh kepolisian. Sedangkan penuntutan dan pemeriksaan di pengadilan dikerjakan oleh kejaksaan. Jadi kerja dua instansi penegak hukum dikerjakan oleh KPK.&lt;br /&gt;Tambah lagi, dalam UU KPK no.30/2002, disebutkan untuk mengadili penuntutan kasus korupsi yang dilakukan oleh KPK, pengadilan yang berwenang adalah pengadilan korupsi. Artinya, dibentuk pengadilan baru. Kekhususan pengadilan korupsi ini terutama dari komposisi hakimnya yang terdiri dari hakim pengadilan negeri dan hakim ad-hoc serta proses beracara. Hakim ad-hoc adalah hakim tambahan yang bukan berasal dari hakim karir, dari unsur masyarakat.&lt;br /&gt;Kewenangan super KPK lainnya adalah KPK berwenang untuk mengambil alih penyidikan. yang sedang dikerjakan polisi. Apabila KPK mengambil alih penyidikan kasus, maka pihak kepolisian harus menyerahkan kasus tersebut dalam kurun waktu 14 hari pada KPK dan kepolisian tidak berwenang lagi menangani perkara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Waks! Betul-betul super ya KPK ini. Bisa banyak musuh dong KPK?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya. Terutama musuh KPK adalah para koruptor, oknum pejabat dan aparat yang korup. Hal ini menjelaskan mengapa kami beranggapan ada serangan tersistematisir pada KPK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ah, dasar cicak paranoid. Lembaga super begitu gimana mau diserang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sudah baca kan betapa superiornya kewenangan KPK dibanding aparat penegak hukum lain? Belum lagi kewenangan KPK lain seperti penyadapan, pencekalan, blokir rekening, perintah pemecatan sampai membina kerjasama dengan Interpol. Dengan sedemikian banyak kewenangan, para koruptor tentu perlu merapatkan barisan untuk melumpuhkan KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tadi Anda bilang ada upaya sistematisir penyerangan terhadap KPK. Seperti apa sih?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh paling mudah dengan tertunda-tundanya pembahasan RUU Pengadilan Tipikor. Memang betul sekarang ada pengadilan korupsi, tapi berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), untuk peradilan korupsi, harus diatur dalam UU tersendiri, tidak bisa menclok dalam UU KPK seperti sekarang. Nah masalahnya, dalam putusan MK tersebut ada jangka waktu, yaitu paling lambat tanggal 19 Desember 2009, harus sudah terbentuk UU Pengadilan Korupsi baru. Sedangkan nasib RUU itu sendiri sekarang masih dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) DPR. Dari limapuluh (50) anggota Pansus, hanya duapuluh (20) orang yang terpilih kembali. Masa sidang yang tersisa adalah dari 14 Agustus 2009 sampai 30 September 2009. Singkat kan? Itu baru sekedar contoh.&lt;br /&gt;Kemudian seperti yang diberitakan oleh majalah Tempo edisi 6-12 Juli 2009, dilakukan pemeriksaan atas Wakil Pimpinan KPK Bagian Penindakan Chandra M. Hamzah atas dugaan penyadapan handphone Rhani dan Nasrudin. Menurut kami, pemeriksaan tersebut terlalu mengada-ada. Bukankah penyadapan bagian dari kewenangan KPK? Bisa dilihat di UU KPK No.30/2002 pasal 12 ayat 1 huruf a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nah waktu itu ada wawancara di majalah mingguan terkemuka nasional, yang mewawancarai seorang petinggi kepolisian. Di wawancara tersebut, bapak polisi menyebut soal cicak dan buaya. Apakah ada hubungannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, maksud Anda berita di majalah Tempo 6-12 Juli yang judulnya Ramai-Ramai Gembosi KPK? Terus terang kami dari gerakan CICAK merasa berterima kasih karena berdasarkan wawancara itu istilah ‘cicak' pertama kali muncul dan membuat kami makin terinspirasi untuk membuat suatu gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah gerakan CICAK ditunggangi parpol?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda perhatikan, selama ini justru kami para cicak yang menunggangi parpol. Sayangnya tunggang-menunggang sulit efektif kalau melibatkan parpol, apalagi mereka menyuarakannya hanya lima tahun sekali. Tolong catat ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah "Kami CICAK" ini gerakan anti aparat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak. Mengapa kami harus anti aparat penegak hukum? Tidak masuk logika dong, pemberantasan korupsi tanpa melibatkan aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Jangan membuat orang berfantasi yang tidak sehat ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lho, kalau begitu, kenapa sebut-sebut buaya? Terus apa hubungannya dengan cicak? Kan buaya tidak makan cicak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tahu darimana Anda buaya tidak makan cicak? Memang Anda buaya? Kedua, buaya itu personifikasi semua yang buruk dari korupsi/koruptor. Memang kasihan sih buayanya, tapi kami yakin penampakan buaya dimanapun pasti bikin ngeri. Sama seperti koruptor. Ketiga, cicak itu melambangkan kami yang jumlahnya banyak tapi sering tak diperhitungkan partisipasinya, sering dilupakan tapi sering apes terjepit pintu atau tertindih lemari. Persis seperti cicak. Keempat, meski buaya dan cicak sama-sama reptil, sama seperti kami dengan koruptor yang sama-sama manusia, tapi kami tidak mau mengambil apa yang bukan hak kami, tidak seperti koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menurut Anda, penting ya mendukung gerakan KAMI CICAK ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang coba jangan gunakan kata "Anda" lagi. Gunakan kita. Karena kita sama-sama anti korupsi, kita percaya Indonesia kita ini, yang kita harus rawat sebaik-baiknya, akan lebih baik tanpa korupsi. Dan kita, seperti cicak yang sering tak berdaya, tidak dianggap dan terjepit, mampu dan berani bersuara melawan buaya koruptor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wah, sepertinya Anda kompor betul ya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan gunakan Anda lagi! Anda, saya, kita semua, para cicak, akan mendeklarasikan GERAKAN CICAK. Tunggu tanggal mainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tunggu, tunggu, pertanyaan terakhir. Jadi siapa sebenarnya cicak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa itu cicak? Cicak itu anda, saya dan kita semua! Hidup CICAK (Cinta Indonesia, Cinta KPK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;*tulisan ini di-copy-paste dari&lt;/span&gt; &lt;a href="http://politikana.com/baca/2009/07/10/tanya-jawab-dengan-seekor-cicak.html#komentar"&gt;sini&lt;/a&gt;*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-292726719507446847?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/292726719507446847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=292726719507446847' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/292726719507446847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/292726719507446847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/07/ayo-ikut-gerakan-cicak-lawan-buaya.html' title='Ayo Ikut Gerakan Cicak Lawan Buaya!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/SldADzgXCLI/AAAAAAAAABQ/pgWAqsbP1jU/s72-c/cicak' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6625346334437018322</id><published>2009-07-08T12:10:00.001+07:00</published><updated>2009-07-08T12:13:06.327+07:00</updated><title type='text'>Setelah Digempur Lumpur, Api Siap Membakar Warga Siring</title><content type='html'>“Jangan menunggu lagi, kami sudah tak tahan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu omongan warga Siring di Sidoarjo sana yang rumahnya nyaris terbakar. Kemarin, semburan lumpur di RT 03 RW 01, Siring Barat meledak dan menyemburkan api setinggi lima meter. Endang harus dirawat di rumah sakit karena kepalanya kena api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mengerikan. Setelah digempur lumpur, warga Siring siang diamuk api. Jadi, siapa yang bakal tahan? Dodi Irmawan, Kepala Divisi Gas Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo, bilang, kalau dibiarin lama-lama, di sana bukan lagi lautan lumpur, tapi lautan api. Karena di sana muncul banyak titik semburan lumpur baru. Dan seperti diketahui, semburan lumpur itu mudah terbakar karena mengandung gas. Memadamkannya pasti akan sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya lagi, wilayah Siring Barat belum dimasukkan dalam area dampak lumpur Lapindo. Jadi kemungkinan besar, menurut ketakutan saya, nasib warga di sana akan dicuekin. Lha, bukan daerah yang dianggap terkena lumpur kan? Buta kali, genangan lummpur seluas itu ga keliatan!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca &lt;a href="http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/07/08/Nusa/krn.20090708.170381.id.html"&gt;berita ini&lt;/a&gt;, rasanya darah saya mendidih, marah benerrr! Ada ga sih, satuuu aja dari para calon presiden dan wakilnya yang terhormat itu yang pernah ingat kasus LUMPUR-nya ICAL? Tampaknya derita warga sebanyak itu akan  terlupakan begitu saja dengan 1-2 miliar buat modal kampanye. Oh, God!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*artikel ini saya posting juga di &lt;a href="http://politikana.com/baca/2009/07/08/setelah-digempur-lumpur-api-siap-membakar-warga-siring.html"&gt;politikana&lt;/a&gt;*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6625346334437018322?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6625346334437018322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6625346334437018322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6625346334437018322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6625346334437018322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/07/setelah-digempur-lumpur-api-siap.html' title='Setelah Digempur Lumpur, Api Siap Membakar Warga Siring'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3467812181394591356</id><published>2009-06-03T09:44:00.003+07:00</published><updated>2009-06-03T09:50:15.481+07:00</updated><title type='text'>Bebaskan Ibu Prita, Sekarang!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://ibuprita.suatuhari.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://ibuprita.suatuhari.com/wp-content/uploads/2009/06/banner-prita-234x60.gif"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali membaca berita tentang Ibu Prita, saya udah geraaam banget. Sepertinya makin ga ada tempat aman di negara ini. Orang curhat aja ditangkap. Setelah baca &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2009/06/01/brk,20090601-179140,id.html"&gt;berita ini&lt;/a&gt;, saya semakin geram. Kok segitunya sih? Apa Prita dianggap segitu berbahayanya seperti teroris sampe harus ditahan? Apa Prita dianggap bakal melarikan diri ke luar negeri seperti koruptor sehingga harus ditahan? Apa Prita dianggap bakal memutilasi orang di sekitarnya kalo ga ditahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah orang-orang yang menahan Prita itu memiliki rasa kasihan melihat anak-anak Prita yang masih kecil-kecil harus berpisah dengan ibunya? Bagaimana kalau mereka yang mengalami itu, &lt;a href="http://http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/06/01/brk,20090601-179122,id.html"&gt;dipisahkan dari anak-anaknya&lt;/a&gt;? Pernahkah pihak-pihak yang menahan Prita itu berpikir akan seperti apa anak Prita tanpa asupan ASI dari ibunya? Apakah mereka tidak berpikir, tindakan mereka memisahkan ibu-anak itu sama dengan mengancam nyawa dua orang bahkan lebih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prita cuma curhat. Apakah itu salah? Jika dia merasa dirugikan, kesehatannya terancam, keuangannya terancam, lalu dia mengeluh pada temannya, apakah itu salah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar pihak lainnya mengaku profesional, apakah cara-cara menghadapi Prita tergolong profesional? Kalo semua pihak seperti rumah sakit dan lembaga penegakan hukum bertindak seperti ini saat menghadapi curhat, akan jadi apa negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga yang merasa tak dipedulikan dan digusur haknya, sebagai konsumen yang merasa terancam haknya, sebagai blogger yang merasa kebebasan berpendapatnya akan makin dikebiri, sebagai perempuan dan sebagai anak yang ikut merasakan perihnya terpisah dari seorang ibu, sebagai apapun, saya mendukung bu Prita dan MENUNTUT ibu Prita DIBEBASKAN, SEKARANG! Lawan!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3467812181394591356?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3467812181394591356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3467812181394591356' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3467812181394591356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3467812181394591356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/06/bebaskan-ibu-prita-sekarang.html' title='Bebaskan Ibu Prita, Sekarang!!!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-679601019674497482</id><published>2009-04-27T09:35:00.000+07:00</published><updated>2009-04-27T09:36:40.410+07:00</updated><title type='text'>Mengapa RI 1 atau RI 2 harus dari timur?</title><content type='html'>Waktu kecil dulu, kedatangan mahasiswa yang akan melakukan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) selalu menjadi momen yang dinanti. Mereka disambut melebih artis atau pejabat. Perpisahannya apalagi. Selalu diwarnai tangis haru, pelukan erat, di akhir pementasan drama anak-anak sekolah malam hari. Dan esoknya, isak tangis di tanah lapang yang berubah jadi pasar, kembali berulang. Di sana segala macam kardus berisi makanan khas buatan warga desa serta hasil kebun berupa buah dan sayur, siap diangkut ke truk milik mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pasal? Selama di desa, mahasiswa KKN ngajarin ibu2 dan remaja putri berbagai keterampilan rumah tangga mulai dari bikin kue, masakan 'modern' dari kota, menyulam, menjahit, bikin usaha rumah tangga, dan sebagainya. Sementara untuk anak2, mereka diajari tarian, nyanyian atau pelajaran di sekolah yang tak didapat dari guru2 tua yang tak pernah ke kota dan tak pernah kuliah. Bagi bapak2, mereka diajari cara2 baru bertani. Intinya, mahasaiswa KKN itu dipandang sebagai kumpulan orang serba bisa. Mahasiswaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran para kepala desa atau lurah dengan rela menjodohkan putrinya dengan mahasiswa KKN. Begitu pula dengan kembang desa, berebut mendapatkan kumbang kota. Walaupun pada akhirnya ternyata mereka dibawa kembali ke desa (lagi) tempat suaminya yang jauh dari kampungnya itu, tapi paling tidak mereka sudah memenangkan 'pertarungan' berebut manusia serba bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal utama yang membuat warga desa menyambut mereka dengan suka cita adalah, perubahan yang dibawa mahasiswa itu. Perubahan yang dimaksud umumnya pembangunan fisiik berupa infrastruktur yang akan melancarkan akses orang desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, yang saya ingat, dulu di desa tetangga yang termasuk salah satu daerah tertinggal, jalannya buruk sekali. Tak sepotong pun beraspal. Suatu hari mereka kedatangan mahasiswa KKN. Salah satu peserta KKN adalah anak gubernur Sulsel saat itu. Dalam dalam tempo dua minggu, jalan2 di desa itu diaspal semua. Ini berkat laporan si anak ke bapaknya. Cerita lain, soal jaringan listrik. Bertahun-tahun kepala desa bermohon program listrik masuk desa, tak pernah digubris. Begitu anak KKN datang, yang salah satunya juga anak pejabat, simsalabim, listrik masuk desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungannya dengan judul? &lt;br /&gt;Dari cerita ini ada garis besar yang bisa ditarik bahwa, suatu daerah akan lebih diperhatikan jika ada "oknum" pejabat yang memiliki kuasa di sana. Contoh nyata ya anak pejabat yang ikut KKN. Hanya jangka waktu dua bulan mereka berada di suatu daerah, mereka sudah bisa mengetahui kebutuhan di desa itu [mungkin juga itu adalah kebutuhannya sendiri], lalu meneruskannya ke pihak berkuasa [karena kedekatan], dan mimpi warga desa pun segera terujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus putra daerah? Oh, nggak juga. Yang penting adalah, dia tahu betul kebutuhan suatu daerah. bagaimana caranya ia tahu, jika ia tak pernah merasakan menjadi warga suatu daerah yang terkebelakang pembangunannya? Lalu, kata Anda, nanti toh ada kunjungan pejabat ke daerah. Sorry, setahu saya, ini sesuatu yang beda. Saat pejabat akan berkunjung, semua hal udah 'dibersihkan' agar segalanya tampak 'beres'. Jalanan diaspal [dan berlubang dua minggu kemudian], rumah kumuh digusur [atau memindahkan kekumuhan ke tempat yang tak terlihat]. Dengan begitu, si pejabat berpikir, apa lagi yang perlu saya benahi di sini? Kesemrawutan dan kemiskinan suudah dientaskan [padahal hanya dipindahkan ke tempat tersembunyi agar bapak senang].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berbicara tentang calon harus dari Sulawesi khususnya di Selatan. Wilayah timur yang saya maksud termasuk Kalimantan. Mengapa? Karena walaupun posisinya sebagian besar di barat, namun kue pembangunan, juga tak terasa di sana. Kondisinya malah lebih terkebelakang dibanding Sulsel meski jaraknya dari pusat kekuasaan di Jakarta lebih dekat. Roda pembangunan nyaris tak bergerak di sana. Apalagi kalau bicara soal Papua. Sudahlah. Harta mereka habis diangkut ke Jakarta, dijadikan sapi perah, tapi mereka tak pernah mencicipi hasil pajak yang mereka bayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berdasar pengalaman saja, semoga pikiran saya tak menyesatkan. Berubah, itu pasti. Zaman saya KKN, sudah tak begitu heboh. Gegap gempita hanya datang dari murid2 saya di SD yang terletak di tengah kebun coklat (cacao). Di Musyawarah Pembangunan Desa, saya masih dianggap lebih baik jadi moderator ketimbang kepala desa tukang mabok. Sementara KKN zaman sekarang? Terakhir bulan Februari lalu yang saya dengar, mahasiswa malah berantem dengan induk semang, kepala desa dan berujung pada pengusiran mahasiswa. Sementara anak2 pejabat, tidak lagi memilih KKN ke desa tapi magang di perusahaan gede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat RI 1 atau RI 2 atau pejabat lain yang saya tunggu adalah mereka yang dari timur, dari daerah yang nyaris tak tersentuh pembangunan. Entah dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, atau Papua. Tak soal pembangunan yang didahulukannya pada wilayah yang memiliki kedekatan hubungan dengannya. Asal warga masyarakatnya ikut merasakan dan diuntungkan oleh mereka. Tapi tentu saja bukan orang macam Abdul Hadi Djamal yang kami tunggu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-679601019674497482?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/679601019674497482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=679601019674497482' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/679601019674497482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/679601019674497482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/04/mengapa-ri-1-atau-ri-2-harus-dari-timur.html' title='Mengapa RI 1 atau RI 2 harus dari timur?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1095061645544161597</id><published>2009-04-23T15:28:00.000+07:00</published><updated>2009-04-23T15:30:42.726+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Memilih Manusia Bertopeng Menjadi Presiden?</title><content type='html'>Tepat di hari terakhir bulan Maret lalu, saya ditugasi menghadiri pertemuan seorang tokoh partai di kawasan pusat bisnis Jakarta. Saya pada dasarnya senang-senang saja sebab berkutat setiap hari di kantor tentu melelahkan juga. Tapi kemacetan lalu lintas di petang hari disertai hujan waktu itu ternyata jauh lebih menyebalkan ketimbang berada di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ngeselin lagi, ketika tiba di sana, di ruang yang temaram itu, si tokoh rupanya sedang memberi kuliah panjang kali lebar. Enam tahun di bangku kuliah saya mendengar ceramah yang pada kenyataannya tak pernah berlaku dalam kehidupan. Teori doang. Kebosanan saya makin bertambah karena saya nyaris hapal kalimat-kalimatnya yang setiap hari saya baca dari laporan para wartawan di mana pun dia berkampanye. Ya, tiba-tiba dia yang tadinya jenderal, yang biasa berhubungan dengan taktik, pasukan, dan darah, kini terlihat piawai bicara soal ekonomi dan pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah beringas dan bau cendana-nya bener2 sudah tertutupi sekarang, Bener kata teman saya, seorang peneliti, sungguh kasihan sebagian besar orang di pelosok Yogyakarta (tempat dia meneliti), bahwa kini si tokoh lebih dikenal sebagai ekonom dan ahli pertanian. Nyaris tak ada yang tau bahwa dulunya ia orang yang tangannya berlumuran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di Yogya dikenal sebagai "petani", mungkin di Kalimantan ia dikenal sebagai pengusaha. Saya ingat tahun lalu ketika harus liputan tentang orangutan di bagian utara Kalimantan Timur, nyaris tak ada orang yang bisa saya temui. Mereka disibukkan menyambut Kapolda yang akan meresmikan perusahaan tambang batubara milik si tokoh tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho? Buat saya, agak aneh jika peresmian dilakukan oleh pejabat macam Kapolda. Biasanya peresmian dilakukan oleh gubernur, menteri, wakil presiden, atau presiden sekalian. Tapi di Kalimantan Timur, mungkin memang beda. Perusahaan2 menjadi urusan polisi atau tentara. Tak heran kalau ada yang dipecat (bahasa halusnya pergantian pejabat), pasti karena tersangkut kasus kayu atau tambang. Bagi-baginya ga merata. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana memilih calon presiden yang tepat jika para calon begitu ambisius dan dengan rela repot mengenakan topeng berlapis-lapis agar tak dikenali ujud aslinya? Syaratnya, ya memang harus mengetahui track record-nya. Tulisan George J Aditjondro yang beredar di milis mengungkap berbagai kejahatan lingkungan yang dilakukan orang-orang yang mengaku putra Indonesia terbaik sebagai calon presiden ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, dari semua calon yang ada sekarang, tak ada yang layak. Termasuk si tokoh tadi yang telah menguasai lahan-lahan di Papua dan Kalimantan, menggunduli hutannya, menghabisi perut buminya, menghisap sumber hidup rakyatnya. Saat memberi kuliah di kawasan Kuningan malam itu, dengan bangga ia bilang akan membangun perkebunan aren di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habislah tanah Kalimantan, dibagi para pejabat. Sejuta hektar sawit, sejuta hektar aren, sejuta hektar hutan produksi akasia, meranti, dll. Lalu masyarakat di sana mau makan apa? Makan mentah biji batubara dan sawit, serta minum gula aren atau tuak setiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saya mau ngomong apapun, tampaknya yang akan naik nantinya tetep aja dia lagi dia lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1095061645544161597?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1095061645544161597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1095061645544161597' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1095061645544161597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1095061645544161597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/04/bagaimana-memilih-manusia-bertopeng.html' title='Bagaimana Memilih Manusia Bertopeng Menjadi Presiden?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8403258514828640283</id><published>2009-01-08T21:34:00.001+07:00</published><updated>2009-01-08T21:39:16.154+07:00</updated><title type='text'>Palestina dan Imelda</title><content type='html'>Matahari terlalu terik untuk membuat langkah saya melambat menuju kantin kantor siang tadi. Ditambah perut melilit karena lapar. Tapi di halaman parkir, pak Satpam melambaikan tangan. Haduh, laper nih, kataku dalam hati. Tapi saya samperin juga akhirnya. Di pos satpam yang sempit dan panas, duduk seorang ibu dengan anak di pangkuannya. Lengan dan betis anak di pangkuannya hanya sebesar dua jemari saya yang didempetkan. Lehernya, hanya terkulai ke kiri, kanan, depan, belakang, seperti tak bertulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika tenggorokan saya tercekat. Sedkit menyesal karena nyaris mengabaikan panggilan Pak Satpam tadi. Lalu kutuntun si ibu dan anak di gendongannya memasuki lobi yang adem. Lalu berceritlah si ibu tentang permata hati di pangkuannya.&lt;br /&gt;Dulu, anak itu bernama Imelda. Saat usia 10 bulan ia kena panas tinggi dan kejang2 lalu dilarikan ke rumah sakit. Di sana, ia dipanggil Melinda. Sebulan ia terbaring koma, tak pernah sadar. Tak ada penjelasan tentang sakitnya. Si ibu hanya diberi resep untuk ditebus dengan uang sisa penjualan rumah dan barang2nya. Macam2 obatnya, termasuk obat malaria. Dan semuanya dosis tinggi, bukan untuk anak seusia Imelda. Ketika datang rombongan pejabat dari Jakarta untuk meninjau rumah sakit, Imelda disingkirkan ke kamar tersembunyi di belakang, dekat kamar mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan berlalu, si dokter memarahi mantri yang merawat Imelda karena merasa tak pernah diberitahu ada kasus. Bahkan seorang teman sekamar Imelda meninggal dalam kasus dan periode yang sama. Tak terima dimarahi, mantri pun marah pada si Ibu. Sang ibu tak mau masalah berkepanjangan, ia pun membawa pulang anaknya. Apalagi tak ada perubahan pada si anak. Ia juga tak bisa membayar uang perawatan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dibawa pulang, Imelda nyaris seperti patung. Kaku. Setelah tersadar dari koma, lengan dan lututnya tak bisa lagi diluruskan. Lehernya lunglai tak bisa tegak. Ibunya mulai gila melihat kondisi anaknya. Gila dalam arti sebenarnya. Deritanya tak berakhir. Ia ditinggalkan pergi suaminya. Katanya, pemicu perceraian itu karena sakit yang diderita Imelda. Apalagi saat itu mereka tak lagi punya rumah dan barang apapun. Habis dijual untuk ongkos perawatan karena kartu berobat Keluarga Miskin (Gakin) mereka ditolak. Nama Imelda belum terdaftar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kuat menghidupi dua anak sendirian, ia pun menikah lagi. Tapi nasibnya tak berubah. Suami barunya "hanya mampu" memberinya (bakal) dua anak baru. Dan Imelda tak kunjung sembuh meski telah berganti nama menjadi Heny seperti saran orang2 di lingkungannya agar tak keberatan nama. Masih kejang2, dan tubuhnya menyusut sekecil bayi 8 bulan di usianya yang ke empat tahun!!! Gizi buruk akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati saya menangis. Saya mengajak mereka ke kantin, tapi mereka tak bisa makan. Tak terbiasa makan! (apa artinya iniiiiii????) Akhirnya mereka hanya dibekali beras dan lauk pauk yang saya minta dari Bu Kantin serta sedikit sumbangan uang dari beberapa teman kantor. Dua orang teman mengantarnya pulang ke rumahnya untuk melihat dan mendokumentasikan kehidupan si ibu agar esok banyak dari kita, saya, kamu, Anda semua, yang tergerak hatinya untuk membantu mereka setelah membaca beritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar harapan saya, nurani orang2 di sekitar kita akan tergerak. Sebab banyak contoh kedermawanan yang saya saksikan belakangan ini. Solidaritas atas nama agama dan kemanusiaan mengalir deras ke Palestina. Dari Kaltim kalau tak salah terkumpul Rp 800 juta atau Rp 500 juta, entahlah, pokoknya banyak. Dari Indonesia, sebanyak 1 juta dollar (wewww...kaya sekali kita ya). Juga ngirim tim dokter ke sana (semoga bukan dokter yang membiarkan kawan2nya Imleda meninggal yang dikirim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tadi, di setiap perempatan, kotak2 sumbangan untuk Palestina masih diedarkan juga. Perempatan yang saya amati berada tepat di dekat lokasi kebakaran beberpa hari lalu yang menyebabkan dua orang meninggal dan keluarga lainnya masih dirawat intensif di RS karena luka bakarnya parah. Mereka tentu saja butuh uluran tangan tetangga (satu kotanya) karena harta mereka ludes terbakar. Dengan hati sungguh miris, saya bertanya apa defenisi kemanusiaan yang kita dan mereka anut saat melihat kenyataan Palestina dan Imelda di depan mata??? :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8403258514828640283?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8403258514828640283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8403258514828640283' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8403258514828640283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8403258514828640283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2009/01/palestina-dan-imelda.html' title='Palestina dan Imelda'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-7416476933236957896</id><published>2008-12-31T18:07:00.002+07:00</published><updated>2008-12-31T18:16:30.944+07:00</updated><title type='text'>Kado Hakim buat Janda Korban Konspirasi</title><content type='html'>Awalnya saya mau pake judul mirip dengan di &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/31/12124618/Suciwati.Tidak.Hanya.Kehilangan.Suami..Tapi.Keadilan."&gt;kompas&lt;/a&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suami Terbunuh, Keadilan pun tak Dapat&lt;/span&gt;. Tapi itu terlalu biasa. Tidak sebanding dengan luka, kesakitan, dan ketidakadilan yang dialami Suciwati. Dia, bertahun-tahun, berjuang sendirian membesarkan dua anak, terus mencari kebenaran tentang siapa pembunuh suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, majelis hakim memberinya kado akhir tahun. &lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/12/31/10550014/muchdi.divonis.bebas"&gt;Membebaskan Muchdi&lt;/a&gt;, orang yang selama ini diyakini menjadi dalang pembunuhan Munir. Padahal, bukti2 dibeber. Empat kali percobaan pembunuhan. Hubungan telepon puluhan kali dengan Polly membicarakan rencana pembunuhan. Ada saksi-saksi. Dan sebagainya. Tapi yang dihadapi Suciwati emang sebuah tembok maha tebel. Ini soal kehormatan korps. Dijaga ribuan prajurit dalam satu komando. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seperti omongan orang2 pinter yang pernah saya tulis &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2006/10/munir-bukan-musuh-prajurit.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;, Munir bukanlah musuh prajurit. Munir aktivis HAM, bukan musuh tentara. Munir punya sumbangsih besar dalam pembuatan UU TNI, tapi dia bukan musuh TNI. Tesis Munir tentang militer bukan berarti dia menjadi seorang yang berbahaya bagi negara. Di banyak sejarah Munir membantu tentara. Munir paling banyak yang menyelamatkan anggota Kopassus saat disandera oleh GAM. Banyak cara dilakukan Munir. Negosiasi terutama, bahkan pernah dengan barter beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa Munir dalam RUU TNI adalah memasukkan pasal mengenai "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;prajurit yang cacat atau meninggal dalam perang, layak mendapatkan kompensasi&lt;/span&gt;". Munir pula yang menginginkan pasal "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;seorang prajurit TNI yang diperintahkan komandannya dalam bertugas, tidak sesuai batas kewajaran, maka prajurit punya hak menuntut sang komandan&lt;/span&gt;". Apakah setelah memberikan jamian ekonomi dan hukum bagi tantama, bintara dan perwira pertama lantas Munir harus dihilangkan oleh negara? Lalu, kalau Munir punya banyak dokumen penyimpangan Dephan dan Mabes TNI, apakah nyawanya harus dicabut paksa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jelas, kalo ada yg musuhin Munir, pasti bukan prajurit rendahan. Dan kalo orang2 itu dibebaskan, mungkin ini simbol ketakutan negara atau Jaksa dan siapapun --seperti &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/31/13215746/suciwati.jaksa.takut.pada.muchdi"&gt;kata Suciwati&lt;/a&gt;-- sehingga mereka harus pergi dari Indonesia agar tidak lagi harus berhadapan dengan kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya: empat tahun menanti dan pembunuh itu sengaja tidak ditemukan. Mungkin benar apa yang tertulis di kaos istrinya, Munir &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dibunuh Karena Benar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Mungkin akan lahir pepatah baru di buku pelajaran anak sekolah: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dibunuh karena benar, disanjung karena korupsi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-7416476933236957896?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/7416476933236957896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=7416476933236957896' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7416476933236957896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7416476933236957896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/12/kado-hakim-buat-janda-korban-konspirasi.html' title='Kado Hakim buat Janda Korban Konspirasi'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-7261072758596017515</id><published>2008-11-26T17:03:00.000+07:00</published><updated>2008-11-26T17:18:50.445+07:00</updated><title type='text'>renovasi ruangan buat bikin b*kep?</title><content type='html'>postingan ini bukan membanding2kan negeri ini dengan negara lain karena gw ga nasionalis atau ga cinta. justru karena gw cinta negeri ini maka gw selalu ngingetin, walopun cara gw kadang2 sangat sinis, sarkatis dan...ya begitulah, sampe orang makin alergi pada blog ngompol, ngomongin politik. coba ya, dari sekian ratus ribu bahkan jutaan blog di negeri ini, berapa sih yang ngomongin soal politik? mungkin karena menye-menye emang lebih asik :p seperti kalo gw menye2 disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw mo ngomongin soal tetangga kita. hebat ya mereka? saat resesi begini, mereka melakukan &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/09592116/resesi.singapura.potong.gaji.pm.dan.anggota.parlemen"&gt;pemangkasan gaji pejabat&lt;/a&gt;. kalopun kenyataannya hanya omong2an di media, setidaknya mereka punya niat itu. tapi gw ragu mereka boong, soalnya, singapura dikenal dengan disiplinnya kan? kalo udah ngomong A, ya harus A. aturan adalah aturan, jangan coba melanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jumlah gaji yang dipotong sekitar 11-19 persen. gaji tahunan PM misalnya akan turun 19 persen menjadi 3,04 juta dollar Singapura (2 juta dollar AS). gaji menteri akan diturunkan 18 persen jadi 1,57 juta dollar Singapura. sedangkan tunjangan anggota dewan turun 16 persen jadi 190.000 dollar Singapura setahun. tuh, yang jumlah pemangkasannya paling banyak tetep yang gaji dan kekuasaannya paling gede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gaji mereka memang besar, soalnya sistem penggajian di sana berpatokan pada penerimaan setelah pajak dari enam profesi sektor swasta yang bergaji terbesar. gaji presiden AS plus bagi hasil investasi asetnya aja cuma 719.274. lha singapur, 2 jeti, dolar! kata mantan PM Lee Kuan Yew, gaji menteri dan pejabat publik yang rendah telah menghancurkan banyak pemerintahan negara-negara Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin teorinya Lee Kuan Yew emang bener. masalahnya, rakyat tak akan merelakan uang pajaknya dipake sebagai gaji pejabat sementara pejabatnya sendiri ga pernah menunjukkan simpati dan empati pada rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat contohnya ke gedung sirkus sana. dengan dana Rp 33 miliar, mereka akan melakukan renovasi ruangan2anya. dana itu terdiri dari renovasi ruangan anggota Rp 9 miliar, perbaikan toilet Rp 157 juta, 10 ruangan baru Rp 10 miliar [hah, coba, satu ruangan Rp 1 miliar???], pekerjaan electrical mechanical Rp 7,7 miliar, sistem pengamanan Rp 2,3 miliar, dan furniture Rp 6,9 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal kondisi lama aja masih bagus. jika dana sebesar itu dibikin puskesmas, pengadaan mobil ambulans, pembangunan sekolah, pengadaan buku2 gratis, rumah sederhana, berapa warga terselamatkan masa depannya? padahal ruangan mewah mereka ternyata hanya digunakan untuk kongkow2, judi, transaksi suap, dan bikin pilm bokep.&lt;br /&gt;proyek renovasi yang sungguh2 ga penting!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-7261072758596017515?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/7261072758596017515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=7261072758596017515' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7261072758596017515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7261072758596017515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/11/renovasi-ruangan-buat-bikin-bkep.html' title='renovasi ruangan buat bikin b*kep?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5140433837253730489</id><published>2008-11-10T19:25:00.001+07:00</published><updated>2008-11-10T19:36:40.271+07:00</updated><title type='text'>jika si anak emas ngancem ... :p</title><content type='html'>Barusan baca berita bahwa si tuan bertanya2 tentang dua kasus si anak emas. Pertama soal saham di Bursa Efek Indonesia dan kedua soal tambang lumpurnya Lapindo yang nyusahin banyak orang itu. Ada apa, kok baru nanya2 sekarang? &lt;br /&gt;Dan otak sinis saya berpikir, kalo ga abis diancem-ancem sama bu menteri, dua kasus ini ga akan diungkit2. Kalo bisa malah dipeti-eskan agar si anak emas tetep aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon beberapa malam lalu, ibu menteri menghadap si tuan. Rupanya ibu menteri udah eneg banget ma kelakuan si anak emas. Soalnya tuh orang dikit2 minta ditalangi mulu sama negara. Kalo ngikutin maunya dia terus, lama2 negara ini bisa bangkrut. Inget kan dulu, kasus lumpurnya juga minta talangan uang negara karena luberan lumpur dianggap bencana. Ini diperkuat oleh keputusan stupid pengadilan yang memenangkan kasus ini padahal jelas2 ada kesalahan pengeboran, karena Lapindo ga profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ketika saham2nya rontok semua, si anak emas merengek2 lagi minta ditalangi sama negara. Kaget liat usahanya nyaris bangkrut. Lagian gengsi juga kali, barusan dinobatkan sebagai orang terkaya se Asia Tenggara tau2 kekayaannya melorot jauh banget. Padahal sebesar apapun penurunan kekayaannya, ga mungkin banget dia disebut miskin. Masalahnya, kenapa sih dikit2 minta duit sama negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga salah banget tuh jawaban ibu menteri: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;itu risiko perusahaan!&lt;/span&gt; Mau usaha kok ga siap jatuh! Mana ada hidup yang di atas mulu, ga kenal pasang surut. Tapi begitulah kalo terbiasa dimanja. Bukan apa2, dia juga udah nanem saham kayaknya, ngongkosin orang naik jadi presiden ini itu. Dimana-mana ongkos politik emang mahal. Dia pikir, kalo orang yang dia ongkosin berhasul jadi presiden berarti juga seluruh negeri adalah miliknya yang bisa dibagi2 buat kepentingan segelintir orang. Enak aja! Dipikir negara punya moyangnya doang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah gitu, si anak emas pake ngancem2 lagi. Katanya dia mo pindah partai kalo ga dikasih duit. Persis anak kecil minta jajan. Kalo ga dikasih, ngambek! Kalo gw jadi atasannya di partai, gw bilang aja, sana, nyebrang partai kalo mau. Abis itu gw potong aja semua jalan usahanya! Gitu aja kok repot. Tapi kalo gw jadi bu menteri, gw ga pake ngancem2 mundur! Gw langsung aja mundur dan mengumumkan penyebabnya! Skalian, biar kena semua, ya si tuan, ya anak emas!&lt;br /&gt;Tapi itu kalo gw yang emosian dan kekanakan ini .... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* bacaan: majalah tempo edisi khusus 80 tahun sumpah pemuda, &lt;a href="http://www.kompas.com"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com"&gt;tempointeraktif&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5140433837253730489?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5140433837253730489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5140433837253730489' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5140433837253730489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5140433837253730489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/11/jika-si-anak-emas-ngancem-p.html' title='jika si anak emas ngancem ... :p'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1398952917721208386</id><published>2008-10-30T19:58:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T20:00:29.522+07:00</updated><title type='text'>panik, demi keadilan, atau demi citra sang besan?</title><content type='html'>anda boleh ngomel melihat judul saya. anda boleh tak setuju dengan segala kecurigaan saya. anda boleh bilang saya selalu sinis dan bisanya ngomong doang. tapi sejak awal, ketika kasus ini meledak, ketika nama seorang petinggi bank terseret kasus suap dan korupsi, kecurigaan itu sudah ada. sedikit demi sedikit terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari dulu orang itu cuma diperiksa sebagai saksiii melulu. bosnya yang malah dijebloskan. padahal saya tak yakin benar, hanya dia pelakunya. udah berkali2 nama itu disebut, tetep tak tersentuh. udah berkali2 si tuan ditanyai soal itu, jawabnya selalu, "siapapun yang bersalah, harus dihukum, saya ga mau intervensi" tapi kata itu tak kunjung terbukti. masih milih2 pohon buat ditebang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepertinya dia memang menunggu moment. ini saatnya. ada yang harus dikorbankan. ngeselinnya itu, kalo mau dikorbankan, kenapa ga dari dulu? kenapa harus nunggu menjelang akhir tahun barulah sang besan boleh disentuh? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa artinya? ini menjelang 2009, bung. menjelang pesta kegilaan. menjelang pesta perebutan kursi. dia butuh simpati. dan untuk mendapatkan simpati, dia butuh citra yang baik. pesona harus ditebar ke sana sini. termasuk mengorbankan sang besan. semua orang dekatnya boleh membantah dan bilang ini demi keadilan. tapi saya tetap percaya, ini demi citra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa yang ga panik coba? ada sesama loreng yang mulai menyundul popularitasnya. satunya show kemana2 seolah2 sakit hati. satunya sibuk kampanye ke petani, nelayan. [padahal kalo jaman dulu orang kampanye menggaet petani, nelayan, buruh, pasti udah dicap PKI nih sama mertuanya]. satu lagi yang makin bikin si tuan degdegan. seorang raja, yang dari dulu disebut2 namanya, yang punya pemilih setia di tanah jawa, juga sudah menyatakan akan menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya jalan ini dipilih. mengorbankan sang besan.&lt;br /&gt;terlihat sinis ya? gpp, emang dari dulu saya selalu sinis begini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;panas ya, akhir2 ini? :p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1398952917721208386?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1398952917721208386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1398952917721208386' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1398952917721208386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1398952917721208386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/10/panik-demi-keadilan-atau-demi-citra.html' title='panik, demi keadilan, atau demi citra sang besan?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-4979368258736019243</id><published>2008-10-29T12:50:00.000+07:00</published><updated>2008-10-29T12:52:28.022+07:00</updated><title type='text'>RUU soal Moral dari Orang yang tak Bermoral :p</title><content type='html'>Mengutip &lt;a href="http://www.lbh-apik.or.id/ruu-pornografi.htm"&gt;pasal 3 RUU Pornografi&lt;/a&gt;; Pengaturan pornografi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;bertujuan&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a. Mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;&lt;br /&gt;b. Memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat;&lt;br /&gt;c. Memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan; dan&lt;br /&gt;d. Mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak memikirkan cara agar rakyat bisa tetap mengisi perutnya ketimbang mikirin cara untuk menjaga etika mereka? Sementara para pembuat undang-undang ini juga bukan orang yang beretika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, banyak dari mereka yang mengambil sesuatu yang bukan haknya, berbuat mesum dan memamerkannya ke khalayak. Kenapa bukan mereka dulu yang dibenerin etikanya? Kenapa bukan moral dan ahlak mereka dulu yang dibina sebelum membina masyarakatnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencegah pornografi dan komersialisasi seks? Bukankah sebagian dari mereka sendiri adalah pelakunya? Apakah mereka pura-pura lupa kasus2 si anu dari partai anu merekam aksi anunya di hotel anu? Bukankah si anu ditangkap di hotel anu karena sedang menerima uang suap dan sedang beranu-anuan dengan perempuan yang bukan istrinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelakunya justru orang-orang dari partai yang identik dengan orang-orang beragama, religius dan sebagainya. Mereka pelaku yang berteriak sebagai korban. Mereka maling yang berteriak sebagai polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka benarlah...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setiap kebijakan politik yang takut akan mata publik adalah kotor&lt;/span&gt;, kata Immanuel Kant. Dan RUU ini, adalah jelas, sebuah TIRANI mayoritas terhadap minoritas. Tak ada kebanggaan yang bisa dipetik dari sebuah arogansi semacam itu!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lawan&lt;/span&gt;!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-4979368258736019243?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/4979368258736019243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=4979368258736019243' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4979368258736019243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4979368258736019243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/10/ruu-soal-moral-dari-orang-yang-tak.html' title='RUU soal Moral dari Orang yang tak Bermoral :p'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3634472628785502599</id><published>2008-09-22T20:33:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T20:35:17.176+07:00</updated><title type='text'>anda kenal rizal ramli dan calon kapolri?</title><content type='html'>gw ga kenal ma Rizal Ramli. so, gw ga peduli urusan dia yang katanya sedang sibuk menggalang dukungan ke tokoh2 nasional setelah jadi inceran polisi karena dituduh menggerakkan demonstrasi anti kenaikan harga BBM kemaren. tapi omongan si calon Kapolri [calon kok cuma satu] yang bilang demo BBM kemaren disetting ma penguasa bikin gw eneg!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cari muka banget sih? apa dikira dia baru akan diangkat sebagai kapolri kalo udah bikin pernyataan kayak gitu? gw juga ga peduli kalo demonstran berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM ternyata dibayar. gw lebih peduli pada apa yang mereka suarakan. dari 200 juta rakyat Indonesia, berapa kepala aja sih yang ga terpengaruh kenaikan harga-harga? kenapa selalu saja yang disorot adalah aksi2 di jalanan? kenapa isi tuntutannya ga diperhatiin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa survei2 segala macem, siapapun tau naiknya harga BBM kemaren makin memperpanjang daftar orang miskin di negeri ini. jadi hanya pejabat bodoh yang ngaku terhormat yang stengah mampus membantah kejadian di Pasuruan bukan dampak kemiskinan. kalo mereka ga miskin, ngapain berjejal2 di depan pintu rumah orang cuma buat dapetin duit Rp 30 ribu yang ga cukup untuk makan sehari sekeluarga itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka berjejal di gang sempit depan rumah orang kaya itu hingga kehilangan nyawa, karena mereka ga punya kuasa untuk memeras pengusaha seperti kalian yang di atas sana. mereka cuma punya kupon zakat. mereka ga kenal travel cek senilai Rp 500 juta. dan kalian masih menyangkal mereka itu bagian angka-angka kemiskinan yang selalu ingin kalian sembunyikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;capek! ngangkat pejabat baru, yang sama aja kelakuannya. cari muka. ga mau melihat ke bawah. lalu apapula itu Dewan Keamanan Nasional? oh, lembaga buat nangkap2in orang yang ga mau memilih ybs [baca: yang bersangkutan] pada 2009? lalu si pejabat baru itu disuruh ngawal? makin bagus aja kelakuan pejabat2 ini. capek!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3634472628785502599?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3634472628785502599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3634472628785502599' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3634472628785502599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3634472628785502599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/09/anda-kenal-rizal-ramli-dan-calon.html' title='anda kenal rizal ramli dan calon kapolri?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5903936368496511043</id><published>2008-09-02T16:48:00.001+07:00</published><updated>2008-09-02T16:50:46.371+07:00</updated><title type='text'>Salah Tangkap, dari Sengkon hingga Asrori</title><content type='html'>Belakangan setelah kasus Ryan si penjagal menyeruak dan menyita perhatian publik, kini kasus Asrori, salah satu korbannya Ryan juga ramai dibicarakan. Tak cukup kemarahan orang terhadap Ryan pembunuh berdarah dingin, kini kemarahan juga ditimpakan pada polisi dan jaksa yang menangani kasus Asrori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan mengakui membunuh Asrori. Sementara udah ada orang yang dipenjarakan karena didakwa membunuh Asrori. Setelah serangkaian tes, akhirnya temuan terbaru mementahkan dan menggugurkan proses hukum kasus tewasnya "Asrori" di Jombang sebelumnya yang memenjarakan Hambali alias Kemat (26), dengan pidana 17 tahun, dan Devid Eko Priyanto (17), yang diganjar hukuman 12 tahun penjara. Terdakwa ketiga masih proses sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana rasanya dituduh dan dipenjara sebagai pembunuh sementara ia tidak melakukannya? Apa nda pengen skalian membunuh polisi ma jaksa yang menuntutnya? Apalagi si korban salah tangkap udah ngakuin kalo mereka ditekan oleh polisi2 pemeriksanya untuk mengaku sebagai pembunuh. Ya Tuhan, ga dipercayai atau dituduh ngomong dusta aja rasanya pengen bunuh orang, apalagi kalo dituduh membunuh dan harus dipenjara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ini bukan kasus pertama. Dulu tahun 1974, &lt;a href="http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=18733&amp;kategori=22"&gt;katanya&lt;/a&gt;, juga terjadi kasus serupa. Alkisah, Sengkon dan Karta ditangkap dengan sangkaan merampok dan membunuh pasangan suami istri Sulaiman Siti Haya di Desa Bojongsari, Bekasi. Polisi menyidik kasus ini dan meyakinkan Sengkon-Kartalah pelakunya. Hingga tiga tahun kemudian, kedua petani itu tetap menyangkal tuduhan jaksa. Tapi, hakim Djurnetty Soetrisno lebih memercayai cerita polisi ketimbang pengakuan kedua terdakwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengkon pun divonis 12 tahun penjara dan Karta 7 tahun. Suatu saat, seorang penghuni LP, yang masih kerabat Sengkon, Gunel, mengaku sebagai pelaku perampokan dan pembunuhan yang sebenarnya. Sengkon dan Karta melaporkan pengakuan itu. Gunel kemudian diadili dan memang terbukti bersalah. Ia dihukum 10 tahun penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus itu kemudian menggemparkan. Albert Hasibuan, anggota DPR dan pengacara, mengupayakan pembebasan kedua petani itu. Hasilnya, kasus Sengkon Karta menyumbangkan sesuatu untuk perkembangan hukum: Mahkamah Agung menghidupkan lembaga peninjauan kembali terhadap putusan pengadilan yang berkekuatan dacti (herziening).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 1981, Ketua Mahkamah Agung Oemar Senoadji memerintahkan kedua orang itu dibebaskan. Namun, kesalahan para penegak hukum terhadap kedua orang itu tidak tertebus hanya dengan herziening. Keluarga Karta, dengan dua istri dan 12 orang anak, kocar kacir. Melarat. Sebab, menurut istri Karta, semua sawah dan tanah milik mereka telah dijual habis untuk biaya hidup dan "membiayai" perkara suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Sengkon pun tidak banyak berbeda. Walau hanya menanggung beban seorang istri dan tiga anak, Sengkon tidak mungkin meneruskan pekerjaannya sebagai petani karena sakit TBC terus merongrongnya. Berdasarkan semua itu, kuasa Sengkon, Murtani, merasa layak menuntut ganti rugi kepada pemerintah. Tapi semuanya ditolak dengan berbagai alasan. Kisah Sengkon dan Karta pun tetap berakhir tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi konon ada yang lebih tragis lagi. Saya nggak dapet file-nya, hanya cerita dari mulut ke mulut. Kasus serupa terjadi zaman Soeharto juga, di Jogja. seseorang dituduh membunuh lalu dipenjara selama 20 tahun. Setelah hukumannya akan berakhir, pembunuh sebenarnya baru terungkap. Dia pun dibebaskan. Tapi untuk mencegah wibawa aparat yang salah tangkap itu dirongrong, termasuk penguasa saat itu, saat keluar dari penjara, ia pun ditabrak mobil hingga tewas. kasus selesai, aparat aman! tragis!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5903936368496511043?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5903936368496511043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5903936368496511043' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5903936368496511043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5903936368496511043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/09/salah-tangkap-dari-sengkono-hingga.html' title='Salah Tangkap, dari Sengkon hingga Asrori'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5873310278728780700</id><published>2008-08-27T14:16:00.001+07:00</published><updated>2008-08-27T14:19:06.922+07:00</updated><title type='text'>omelan buat orang2 [ngakunya] terhormat</title><content type='html'>sebelum puasa mo ngomel dulu&lt;br /&gt;coba apa maksudnya itu pemerintah meminta semua orang beralih dari minyak tanah ke gas tapi gas-nya dinaikin terus harganya. mana mo puasa. udah pasti harga2 sembako naek. ntar mo lebaran, naek lagi. mo natal naek lagi. mo lebaran haji, naek lagi. sementara itu, harga gas tiap bulan naek. padahal baru kemaren ibu2 abis bayarin uang sekolah anak2nya yang juga naek tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asal tau aja ibu, bapak menteri dan presiden serta wakil presiden dan para politisi yang terhormat. orang-orang bawah mah ga punya gaji tetap tiap bulan seperti anda semua. ga punya proyek gede yang pake fee trus bisa ditilep. ga punya program studi banding buat refleshing anggota keluarga berlabel dinas ke luar kota atau ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernahkah kalian memikirkan itu bapak-ibu yang terhormat, selain memikirkan bagaimana ngumpulin duit untuk 2009 nanti? pernahkah kalian bapak-ibu yang terhormat memikirkan nasib para pemilihmu sebelum meminta mereka memilihmu lagi nanti pada 2009? pernahkah kalian bapak ibu yang terhormat memikirkan bagaimana orang2 harus berebutan antre gas melebihi antrean minyak tanah dan BLT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalian sih enak. mo daftar jadi caleg [lagi] tinggal minta sopir, pembantu, asisten buat ngantri kelakuan baik [yang sesungguhnya ga pernah baik] di kantor polisi. urusan macet dikit, uang dan kekuasaan yang bicara. sebab bagi kalian uang tak ada harganya saat ini sebab nanti saat terpilih, uang2 yang kalian keluarkan akan tergantikan berkali lipat dibanding pengeluaran sebelum pemilihan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baiklah. kucukupkan omelanku. ada yang negur soalnya. kukasih saja puisi yang kukutip dari &lt;a href="http://achmadbintoro.blogspot.com"&gt;blog seorang kawan&lt;/a&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bahagia adalah&lt;br /&gt;saat kau bangun pagi&lt;br /&gt;melihat istrimu tersenyum manis&lt;br /&gt;membawa secangkir kopi panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedih adalah&lt;br /&gt;saat kau dengar nyaring tangisan&lt;br /&gt;anak kecilmu&lt;br /&gt;memegang perut menahan lapar&lt;br /&gt;karena susu di rumah telah habis&lt;br /&gt;dan kau tak mampu membelikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedih juga adalah&lt;br /&gt;saat kau harus membahwa anakmu&lt;br /&gt;ke rumah sakit&lt;br /&gt;dan gajimu tak lagi cukup&lt;br /&gt;bahkan sekedar untuk beli beras&lt;br /&gt;esok hari&lt;br /&gt;apalagi untuk menebus obat&lt;br /&gt;membayar rawat inap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernahkah kau&lt;br /&gt;alami kesedihan semacam itu?&lt;br /&gt;jika tidak&lt;br /&gt;sesungguhnya kau&lt;br /&gt;sedang alami kebahagiaan&lt;br /&gt;meski&lt;br /&gt;tanpa senyum manis&lt;br /&gt;tanpa semerbak aroma khas&lt;br /&gt;secangkir kopi panas&lt;br /&gt;dari istrimu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5873310278728780700?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5873310278728780700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5873310278728780700' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5873310278728780700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5873310278728780700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/08/omelan-buat-orang2-ngakunya-terhormat.html' title='omelan buat orang2 [ngakunya] terhormat'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5449570766701687852</id><published>2008-08-23T20:01:00.000+07:00</published><updated>2008-08-23T20:03:01.414+07:00</updated><title type='text'>sutardji dan bakrie award</title><content type='html'>di koran kompas hari ini saya melihat gambar setengah halaman, presiden dan istrinya berfoto dengan beberapa orang yang memegang piala atau entah apa di tangannya. semuanya senyum sumringah. ada lelaki bertopi diantaranya. beda sendiri. rambutnya gondrong, nggak licin seperti foto2 lainnya. dia, Sutardji Calzoum Bakrie...eh, Bachri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepotong tulisan di foto itu menerangkan, mereka meraih penghargaan dari keluarga Bakrie. konon katanya, para penerima penghargaan ini juga diganjar duit Rp 150 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ingat tahun lalu, Frans Magnis Suseno juga diberi penghargaan yang sama. tapi penghargaan itu ditolaknya. karena awardnya bau lumpur. banyak yang mendukung Frans Magnis ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alasannya:&lt;br /&gt;- Bencana lumpur panas di Porong, Sidoarjo adalah kejahatan kemanusiaan&lt;br /&gt;- Masyarakat intelektual harus mendukung rakyat bukan kaom modal yang menginjak harkat dan martabat rakyat&lt;br /&gt;- Masalah lumpur panas adalah masalah Negara yang absen atau membiarkan masyarakat tertindas&lt;br /&gt;- Ada pelanggaran konstitusional dalam penyelesaian masalah lumpur panas&lt;br /&gt;- Kaum intelektual bersama rakyat harus melawan pelanggaran ini dengan menyampaikan mosi tidak percaya terhadap pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini rupanya nggak ada lagi yang mengingat itu. termasuk pria berambut gondrong di foto itu. atau entahlah, mungkin dia memang tak pernah ingat bahwa porong masih terendam lumpur. atau ia berpikir, lumpur, puisi, dan award, memang tak ada hubungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau mungkin sebagian besar orang2 telah berpikir benar, bahwa lumpur dan penderitaan rakyat bisa dicuci dengan uang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5449570766701687852?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5449570766701687852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5449570766701687852' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5449570766701687852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5449570766701687852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/08/sutardji-dan-bakrie-award.html' title='sutardji dan bakrie award'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5338534637130039150</id><published>2008-08-06T15:27:00.000+07:00</published><updated>2008-08-06T15:33:44.064+07:00</updated><title type='text'>mafia pembohong itu jalan2 lagi</title><content type='html'>Baru kemarin, mereka para anggota sirkus setuju KPK ikut dalam rapat-rapat mereka biar saat membahas anggaran show mereka ga macem-macem. Ketuanya kemaren udah menyetujui itu. Udah berfoto-foto segala. Kesannya, udah siap mental untuk dibersihin jalan hidupnya, sumber nafkahnya. Tapi ternyata, itu mungkin cuma berlaku di level atas. Atau sekedar pemanis bibir doang, biar muncul di tivi, itung2 promosi menuju 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kemarin juga seorang anggota sirkus bernyanyi di pengadilan. Menyebut2 sekitar 52 nama yang ikut nerima duit dari pabrik pembuat duit. Dan dua hari ini KPK mulai memanggil dan memeriksa nama2 yang disebut itu. Tapi, duit tetaplah duit, memikat mata tetikus jalanan yang berteduh di gedung sirkus. Mereka ga takut dengan gerakan pembantaian tikus ala KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, &lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/08/06/07103699/anggota.dpr.pergi.ke.swiss.mengaku.ke.daerah"&gt;berita ini&lt;/a&gt; menyebutkan, sebagian dari mereka tetep aja bangga dengan moncong tikusnya. Mengendus sumber duit di sana sini, mengambil yang bukan haknya tanpa rasa malu. Ngomongnya ke daerah, taunya ke luar negeri. Meski dikritik, mereka tetep berangkat ke Swiss. Entah ada pertunjukan sirkus apa di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, katanya studi banding RUU Palang Merah? Ahhh, serumit apa sih urusan ngasih sebagian darah kita ke orang lain yang memang membutuhkan? Apa iya harus ada undang2nya? Orang sekarang sekarat bukan karena kekurangan darah tapi kekurangan BBM! Daripada berangkat rame2 sekeluarga, kenapa ga ngundang orang yang ahli palang merah ke sini buat menjelaskan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh cuma membutuhkan waktu diskusi dua jam. Ngapain jauh2 ke Swiss buat diskusi dua jam doang? Kenapa ga dimanfaatin tuh laptop buat berkomunikasi dengan orang di luar sana? Buat belajar dari om gugel gimana bikin undang2 yang ga ngabis2in uang negara? Berhari2 di Swiss, diskusinya cuma dua jam, sisanya kunjungan wisata Aarau, Lucerne, dan Zurich. Setelah ini mereka ke Lebanon? Wow....enak bener! Dasar kumpulan mafia!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5338534637130039150?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5338534637130039150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5338534637130039150' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5338534637130039150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5338534637130039150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/08/mafia-pembohong-itu-jalan2-lagi.html' title='mafia pembohong itu jalan2 lagi'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8856841702633833024</id><published>2008-07-28T16:39:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T16:40:32.461+07:00</updated><title type='text'>Diapain Biar Jawaban Amin Bervariasi?</title><content type='html'>Kompas &lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/07/28/14540175/amin.buat.hakim.geram"&gt;memberitakan&lt;/a&gt;, anggota Komisi IV DPR, Al-Amin Nur Nasution, tidak mengakui segala rekaman percakapan yang diperdengarkan maupun yang dibacakan oleh majelis hakim. Dia hanya mengucapkan dua kata saat menanggapi hal tersebut, yaitu "tidak ingat" dan "tidak ada". Selain itu dia juga tidak mengakui segala pertemuannya dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan Azirwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat sikap Amin itu, majelis hakim geram dan mengancam membacakan bunyi sejumlah pasal dalam UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Itu produk Pak Amin dan kawan-kawan. Pada pasal 22, 28, 35, dan 36, barang siapa, saksi yang tidak memberi keterangan atau kesaksian palsu, diancam pidana miniman 3 tahun dan maksimal 12 tahun penjara," ujar anggota Majelis Hakim, Dudu Duswara, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (28/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Majelis Hakim Andi Bachtiar pun meminta jaksa penuntut umum memutarkan sejumlah rekaman percakapan antara Amin dengan sejumlah orang terkait kasus dugaan suap ini. Hal tersebut untuk membuktikan jika suara dalam percakapan itu memang benar suara suami pedangdut Kristina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya percakapan antara Al Amin dan orang kepercayaan Azirwan, Edi Pribadi:&lt;br /&gt;Al Amin (A): Bang, Amin nih, Amin.&lt;br /&gt;Edi (E): Ya bang.&lt;br /&gt;A: Nanti ke rumahku bisa enggak bang?&lt;br /&gt;E: Rumah abang di mana?&lt;br /&gt;A: Di kalibata bang. Naik taksi aja lah.&lt;br /&gt;E: Kalibata?A: Hooh.&lt;br /&gt;E: Enggak, aku ini dengan kawan yang kemarin. Supir&lt;br /&gt;A: Hooh, di Blok A5 No. 87 Kompleks DPR RI.&lt;br /&gt;E: SMS alamatnya gimana?&lt;br /&gt;A: Oo... Begitu ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat ditanya Andi Bachtiar, Al Amin tetap saja membantah dengan mengatakan, "Saya tidak mengerti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah tuh! Padahal waktu transaksi, cerewetnya minta ampun. Minta disediain perempuan kayak yang baju putih lah, minta duitlah, minta Edi ke rumahnya lah. Giliran ditanya di pengadilan, jawabnya ga tau mulu. Menurut Anda, diapain nih orang biar jawabannya lebih bervariasi? Hihihi....jangan jawab: diketemuin ma Ryan aja biar dimutilasi lho ya...! Itu sih lom menjawab pertanyaan udah modar duluan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8856841702633833024?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8856841702633833024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8856841702633833024' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8856841702633833024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8856841702633833024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/07/diapain-biar-jawaban-amin-bervariasi.html' title='Diapain Biar Jawaban Amin Bervariasi?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-78530552412194170</id><published>2008-07-20T11:31:00.001+07:00</published><updated>2008-07-20T11:31:49.143+07:00</updated><title type='text'>ikut partai, hal terlucu abad ini</title><content type='html'>Pekan lalu, seorang lelaki paruh baya mendatangi saya. Dia bertanya bagaimana caranya agar keberadaan partainya bisa diketahui khalayak ramai. Dia juga ingin agar orang-orang tahu bahwa di provinsi ini, ia-lah yang menjadi ketua partai A. Sebelumnya, bapak itu sebenarnya adalah pengurus partai B. Tapi karena partai B tidak lolos verifikasi KPU, ia lalu menerima tawaran berbelok ke partai B, tetap sebagai ketua tingkat provinsi. Pengurus Partai B sebelumnya, dinyatakan tidak pernah ada oleh pengurus pusat dan mengangkat si bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya balik, mengapa si bapak mau pindah partai padahal dulu di partai A, dia udah cukup berjuang tapi ga lolos verifikasi dan kini Partai B datang hanya bermodal stempel dan kertas ber-kop untuk mengambil alih hal yang telah diperjuangkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya, kepengurusan partainya telah komplit dari tingkat provinsi hingga kelurahan. Saya tanya lagi, bagaiaman dengan persoalan ideologi, visi, misi dan sebagainya? Bukankah itu sama halnya dengan membendung sungai berarus deras untuk dipindahkan alirannya, demi entah apa? Tapi si bapak itu mengungkap sejuta argumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, argumennya terlalu mengada-ngada dan caranya berargumen seperti tengah berhadapan dengan orang super bodoh. Kesel, tapi mau ngomong apa. Itu haknya. Sama seperti semua warga negara lain, berhak untuk berpolitik atau tidak berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mbok ya yang masuk akal. Berharap lewat partainya Indonesia akan menjadi makmur sejahtera, itu dagelan terlucu abad ini. Bagaimana menjadikan orang lain sejahtera jika diri sendiri belum sejahtera? Bagaimana membangun masyarakat yang jujur dan sadar hukum jika diri sendiri tidak jujur mengakui bahwa ikut partai hanya untuk mendapatkan remah-remah anggaran negara? Untuk mendapatkan kursi di parlemen walo harus menggunakan segala cara? Untuk menjadi anggota lembaga yang di belakang namanya selalu diimbuhi 'yang terhormat'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah duduk di sana lalu segala cara digunakan untuk memperkaya dirinya? Meminta jatah ke pemerintah daerah, ke perusahaan2, bermain perempuan, main film bokep, jalan-jalan ke luar negeri dengan biaya negara...dll dsb. Belum duduk di dewan aja sudah memanipulasi dengan cara mengklaim nama dan identitas orang sebagai pengurus partai, meminta warga dengan paksa untuk memilihnya saat pemilu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo hanya itu tujuan bikin partai, JANGAN mencoblos saat pemilu. ANDA ga bakal dapat apa- apa. Kata perjuangan yang mereka gembor2kan hanya omong kosong. Karena perjuangan yang sebenarnya adalah pelaksanaan kata-kata!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-78530552412194170?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/78530552412194170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=78530552412194170' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/78530552412194170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/78530552412194170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/07/ikut-partai-hal-terlucu-abad-ini.html' title='ikut partai, hal terlucu abad ini'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8294178593040039032</id><published>2008-06-20T19:38:00.001+07:00</published><updated>2008-06-20T19:49:39.154+07:00</updated><title type='text'>gajah bertarung, siapa jadi semut?</title><content type='html'>Ketika semalam saya menyaksikan &lt;a href="http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=61150"&gt;berita penangkapan Muchdi&lt;/a&gt; PR di &lt;a href="http://www.metrotvnews.com"&gt;tv ini&lt;/a&gt;, ucapan pertama yang keluar dari mulut saya adalah: ada sandiwara apalagi di balik penahanan ini? Saya sudah tak pernah begitu yakin dengan apapun tindak tanduk aparat penegak hukum dan pejabat negeri ini. Contohnya udah terlalu banyak, tak terhitung. Kasus terbaru ini &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/06/sebuah-gedung-bundar-berisi-orang-gila.html"&gt;contohnya&lt;/a&gt;. Tak usah bertanya soal rasa malu, mereka udah ga punya. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Munir ini pun, sama. Setelah empat tahun, tak ada titik terang. Polycarpus memang pernah dipenjara. Tapi ini sebuah dagelan maha lucu. Semua orang pun tahu, Polycarpus pasti bukan siapa2. Ada kepentingan apa seorang pilot membunuh Munir? Seharusnya memang ada siapa2 di belakang Polycarpus. Dan inilah saatnya. Mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi baru saja memasuki tahap pemeriksaan awal, aura ketakutan karena entah tertekan, terteror atau apapun istilahnya, mulai menghembuskan aroma busuk. Ada dua kekuatan di dua institusi besar yang selama ini tak boleh diutak-atik, tapi kini harus ditelanjangi. Sepertinya butuh keberanian ekstra untuk mengungkapnya. Tak heran kalo pengawalan bagi pejabat yang menangkap, diperketat. Saatnya gajah melawan gajah, lalu siapa yang akan jadi semut yang mati keinjek2?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu 'semut' telah pergi. Maaf, bukan mengecilkan arti kepergian Maftuh Fauzy. Tapi ia korban. Ia-lah semut itu, yang harus dikorbankan karena menolak kenaikan BBM. Nah, bagaimana dengan kasus Muchdi? Saya tetap menduga, akan ada 'semut' lain jika aktor utama tak ditangkap. Sebab banyak gajah yang harus dilindungi kewibawaannya, jabatannya, dan citranya.&lt;br /&gt;eh eh...tapi masa sih, ini skenario pengalihan perhatian untuk kenaikan BBM tahap kedua? capeee deeee....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8294178593040039032?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8294178593040039032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8294178593040039032' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8294178593040039032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8294178593040039032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/06/gajah-bertarung-siapa-jadi-semut.html' title='gajah bertarung, siapa jadi semut?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1461731379927577628</id><published>2008-06-17T17:21:00.000+07:00</published><updated>2008-06-17T17:25:16.541+07:00</updated><title type='text'>sebuah gedung bundar berisi orang gila</title><content type='html'>seminggu lebih pengadilan penuh riuh dengan suara rekaman pembicaraan di telepon. semua mata dan telinga mau tak mau tertuju ke sana. menyaksikan kehebatan akting para penegak hukum [katanya]. meski sering denger kasus2 kongkalikong antara penegak hukum dan tersangka, tapi pertunjukan artalyta dan orang2 di kejaksaan bener2 kejadian langka dan memalukan. lantas siapa lagi yang bisa dipercaya di negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keriuhan berlanjut ke makassar. oleh para cerdik pandai, percakapan itu dijadikan ringtone untuk bahan kampanye anti korupsi. hmmm...bagus juga! boleh-boleh aja Kemas protes, atau bahkan jaksa agung atau siapapun, buat gw, ini pelajaran. kalo ga mau dijadiin bahan olok2an seperti itu, ya jangan berbuat. lagian maksudnya apa, telpon2an bicara soal suap dan skenario2 segala macem. Ah, duit, siapa tak ngiler?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini nih, &lt;a href="http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php"&gt;ringtone&lt;/a&gt; dan obrolan2 gila antara mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kemas Yahya Rahman (KYR) dan Artalyta Suryani (AS)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;AS : Halo....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Halo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Ya siap&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Sudah dengar pernyataan saya? he..he..he..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Its good, very good&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Jadi tugas saya sudah selesai, he..he..he..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Siap, tinggal...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Sudah jelas, itu gamblang, tidak ada permasalahan lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Bagus itu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Tapi saya dicaci maki, sudah baca (koran) Rakyat Merdeka nggak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Aah, Rakyat Merdeka mah nggak usah dibaca.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Bukan, saya mau dicopot, ha..ha..ha. Jadi gitu ya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Sama ini Bang, Saya mau infokan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Yang mana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Masalah si Joker&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR :Oh nanti,nanti, nanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Oh nggak, itu kan saya perlu jelasin Bang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Nanti,nanti, nanti, tenang aja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Hari Selasa saya mau ke situ&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Nggak usah, nggak usah. Itu gampang itu. Nanti..nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah ada pesan dari sana. Kita...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Iya, sudah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Sudah sampai itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;AS : Iya, tapi begini Bang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KYR : Jadi gini..gini.. . Ini sudah terlanjur kita umumkan.Ada alasan lainya jadi sudah ada dalam perencanaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan dengan Urip Tri Gunawan (UTG) dan Artalita Suryani (AS) ga kalah gilanya. Bagus juga nih buat ringtone, ada nggaruk2nya, plus minta NAMBAH!!! gila ga tuh? ngemis aja lo di jalan, sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UTG : Beres. Sip! Tinggal dengerin press release&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AS : Bahasanya dah diatur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;UTG : Sip buanget pokoke. Sesuai dengan sip! Sip bianget pokoke. Enggak nyinggung macem-macem, sip buaaanget pokoke. Garuk-garuk tangan ya?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AS : Apa? Garuk-garuk tangan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;UTG : Saya garuk-garuk tangan iki lho. Wiiiis sip tenan iki lho. Lha yo, saya garuk-garuk tangan. Ngerti to?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AS : Ngertiiii....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;UTG : Beritanya aman. Tenang saja&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AS : Awas itu jangan keceplosan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;UTG : Angkanya enggak disebut bos... Begini lho bos. Nanti begini lho bos, saya kan ikut ngomong. Berdasarkan penyelidikan itu kan memeriksa narasumber ini narasumber ini, berdasarkan itu tidak ditemukan bahwa ini sesuai dengan peraturan ini ini ini... dan itu benar semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan2 satu gedung bundar itu isinya emang orang gila dan ga tau malu semua?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1461731379927577628?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1461731379927577628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1461731379927577628' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1461731379927577628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1461731379927577628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/06/sebuah-gedung-bundar-berisi-orang-gila.html' title='sebuah gedung bundar berisi orang gila'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-792447598570915620</id><published>2008-06-02T16:40:00.002+07:00</published><updated>2008-06-02T21:20:23.231+07:00</updated><title type='text'>FPI Bringas Malah Dibela x-(</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img220.imageshack.us/img220/8837/munarmanle8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://img220.imageshack.us/img220/8837/munarmanle8.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Kemarin, saya baru saja membaca ajakan aksi menolak kekerasan dan menyikapi kelompok2 penebar kebencian dalam masyarakat di blog &lt;a href="http://andreasharsono.blogspot.com/2008/05/mari-pertahankan-indonesia-kita.html"&gt;Mas Andreas&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://nongmahmada.blogspot.com/2008/05/mari-pertahankan-indonesia-kita.html"&gt;Mbak Nong&lt;/a&gt;. Pikirku, sukurlah, masih ada sekelompok orang yang ga ikut gila ngelarang2 orang Ahmadiyah hidup di negeri ini. Kalo aksinya di sini, atau saya lagi di jakarta, pasti saya ikut bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beberapa menit setelahnya, saya membaca dan menyaksikan di tivi, tentang pemukulan terhadap mereka yang ikut aksi itu oleh sekelompok orang, &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/01/15343159/direktur.eksekutif.icp.dan.wahid.institute.dipukuli.massa.fpi"&gt;FPI katanya&lt;/a&gt;. Mereka baru berkumpul, ketika tiba-tiba diserang massa yang membawa tongkat bambu, memukuli kepala, pelipis, tengkuk, punggung dan sebagainya. Mereka tak peduli pada jeritan ibu-ibu yang bahkan menggunakan kursi roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan polisi, seperti di film2 India, selalu datang belakangan dan tak berbuat apa-apa. Sedemikian berkuasanya FPI sampe polisi pun tak berdaya? Mengapa aksi yang begitu telanjang di depan mata malah dibiarkan? Mengapa tidak ada yang ditangkap? Mengapa perlakuan polisi begitu berbeda saat menangani aksi mahasiswa Unas dan yang lainnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah FPI memang kelompok yang dibentuk pemerintah sebagai anjing penjaga yang setia pada tuan pemberi tulang? Tapi kenapa mereka selalu mengatasnamakan pembela Islam? Padahal sebagai orang Islam, saya tidak merasa perlu dibela oleh sekelompok orang yang selalu bertindak dan memicu terjadinya kekerasan dan menjadi teror bagi manusia lainnya. Saya tidak mengenal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya ini negara hukum. Tapi yang berlaku hanya hukum rimba. Siapa beringas, dia yang kuat dan dibela. Dan seperti biasa, bapak2 pembesar itu baru mengeluarkan statement saat kondisi udah parah, saat yang jadi korban juga pembesar. Tapi saat orang kecil yang jadi korban kekerasan FPI, mereka tak bergeming. Korban seolah tak ada harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semakin meyakinkan saya bahwa FPI memang dibentuk sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk melegalkan tindak kekerasan di bumi Indonesia ini. Terlebih saat polisi mengatakan, mereka tidak ditangkap karena polisi tidak ingin memperkeruh suasana. Lho? Saat menyerang kampus Unas mereka malah bilang: siapa yang bisa melarang polisi masuk kampus? Hah, pembelaan sesama a****g!&lt;br /&gt;Eh, atau pengalihan isu BBM??? Cara intelejen yang terlalu norak dan kasar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*gambar &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/02/time/161138/idnews/949062/idkanal/10"&gt;Munarman lagi nyekik orang&lt;/a&gt; diambil tanpa izin dari blog &lt;a href="http://hermansaksono.com"&gt;Momon&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-792447598570915620?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/792447598570915620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=792447598570915620' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/792447598570915620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/792447598570915620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/06/fpi-bringas-malah-dibela-x.html' title='FPI Bringas Malah Dibela x-('/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-7732057536424398556</id><published>2008-05-28T11:26:00.001+07:00</published><updated>2008-05-28T11:37:09.026+07:00</updated><title type='text'>Kamis Putih untuk Korban Lapindo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://deteksi.files.wordpress.com/2008/05/banner-lapindo-deteksi-180-x-280-v2.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://deteksi.files.wordpress.com/2008/05/banner-lapindo-deteksi-180-x-280-v2.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;29 MEI dua tahun lalu, pertama kalinya lumpur panas menyembur dari sumur minyak dan gas milik Lapindo Brantas. Dua tahun berlalu, jumlah korban terus bertambah, lahan yang tergenang lumpur makin meluas, tapi hingga detik ini, tetap saja tak ada perhatian pemerintah dan PELAKU serta PEMILIK terhadap para korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, para korban masih sama seperti dulu, makin miskin, sengsara, uang makan dihentikan, digusur dari pengungsian, dan uang ganti rugi tak kunjung diberikan. Anak-anak tak bisa sekolah, para orangtua tak bisa mencari nafkah karena tempat mereka mencari makan pun sudah tenggelam dalam lumpur. &lt;a href="http://www.jatam.org/content/view/366/35/"&gt;Dua bulan lalu&lt;/a&gt;, lumpur Lapindo sudah menenggelamkan 12 desa, 34 gedung sekolah dari TK-SMA, 60.000 orang mengungsi, 87 industri skala rumahan sampe skala pabrik besar yang ditenggelamkan lumpur. Belum lagi fasilitas umum yang tak bisa digunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan tersebut dibiarkan &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/01/simsalabim-inilah-neraka-ciptaan-ical.html"&gt;makin berbahaya dan jadi neraka&lt;/a&gt;. Sedikitnya 15 kali tanggul penahan lumpur jebol dan menggenangi kawasan sekitarnya. Hingga tengah Mei 2008, setidaknya ada 90 semburan lumpur baru disekitar rumah warga. Semburan baru ini &lt;a href="http://www.jatam.org/content/view/366/35/"&gt;katanya&lt;/a&gt; mengandung Nitrogen Dioksida (NO2) dan hidrokarbon (HC) yang mudah terbakar dan beracun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pemiliknya, semakin hari semakin kaya dan makin tak peduli pada korban. Setelah tahun lalu dia menjadi &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2007/12/sejahteralah-menkokesra.html"&gt;orang terkaya se Indonesia&lt;/a&gt; dengan jumlah kekayaan 5,4 miliar dolar AS, tahun ini ia dinyatakan menjadi orang &lt;a href="http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/26/time/151114/idnews/945246/idkanal/4"&gt;terkaya se- Asia Tenggara&lt;/a&gt;. Kekayaannya menjadi 9,2 miliar dolar AS. Sebelum menjadi orang terkaya se Indonesia tahun lalu, kekayaannya 'hanya' 1,2 miliar dolar AS. Berarti sekarang naik 9 kali lipat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kekayaan sebesar itu, sama sekali ga berarti apa-apa untuk korban Lumpur Lapindo yang tetap jatuh miskin, tak dibayar. Dia malah sibuk bersembunyi di balik punggung pembelanya, yang juga orang nomor satu dan nomor dua di negeri ini. Ah, lupa, namanya juga &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2007/12/sejahteralah-menkokesra.html"&gt;menteri kesejahteraan rakyat&lt;/a&gt;! Pikirkan dululah kesejahteraan diri sendiri, baru mikirin rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, saya makin emosi memikirkan itu semua. Kini, ayo, kita tunjukkan solidaritas kepada korban Lumpur Lapindo. Pakailah baju atau apapun berwarna putih di hari Kamis, 29 Mei. Itu tanggal saat lumpur lapindo mengenangi Porong, Sidoarjo. &lt;a href="http://www.jatam.org/content/view/366/35/"&gt;MENGAPA PUTIH&lt;/a&gt;? Karena putih adalah simbol kesucian hati, pikiran, tindakan dan perkataan. Warna putih merupakan simbol perlawanan terhadap segala bentuk kebohongan yang pernah dilontarakan oleh Lapindo, pemerintah dan wakil rakyat selama ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*ma kasih buat &lt;a href="http://mbahsangkil.com"&gt;Mbah&lt;/a&gt; yang mau membuatkan &lt;a href="http://deteksi.files.wordpress.com/2008/05/banner-lapindo-deteksi-180-x-280-v2.gif"&gt;gambar ini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-7732057536424398556?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/7732057536424398556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=7732057536424398556' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7732057536424398556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7732057536424398556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/05/kamis-putih-untuk-korban-lapindo.html' title='Kamis Putih untuk Korban Lapindo'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3004867952549239450</id><published>2008-05-23T20:38:00.001+07:00</published><updated>2008-05-23T20:55:12.483+07:00</updated><title type='text'>Omongannya memang tak bisa dipegang</title><content type='html'>Kalo kebo, yang dipegang, talinya. Kalo manusia, yang bisa dipegang cuma omongannya. Lha kalo politikus, yang dipegang apanya? Diingetin pernah ngomong 'anu', disangkal. katanya itu kerjaan pers yang suka memelintir. Atau apalah. Kasus terakhir, soal janji mister presiden pada 7 November 2007, yang pernah ditayangkan &lt;a href="http://www.presidensby.info"&gt;di sini&lt;/a&gt;, sekarang malah udah ga bisa diakses. Sepertinya &lt;a href="http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/11/07/2391.html"&gt;ini&lt;/a&gt; udah dihapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan berarti dihapus trus jejaknya ga bisa dibuka lagi. Ada banyak situs lain yang mendokumentasikan. Maklumlah, ini omongan seorang presiden yang menyejukkan dan sangat populis. Wajar kalo disimpen dan didokumentasikan banyak orang. Mister presiden &lt;a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=5998&amp;Itemid=701"&gt;kala itu&lt;/a&gt; berkata, ga ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM selama 2008 nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini isi berita yang pernah dimuat &lt;a href="http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/11/07/2391.html"&gt;di sana&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=5998&amp;Itemid=701"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada APBN tahun 2008. Penegasan tersebut disampaikan Presiden seusai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) baru, Laksamana Madya Sumardjono, di Istana Negara, Rabu (7/11) siang. "Tidak ada opsi itu karena kita cari solusi yang lain, yang cespleng. Paling tidak mengurangi dampak tanpa harus menimbulkan permasalahan pada masyarakat luas. Insya Allah kita carikan jalan terbaik," kata Presiden kepada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi harga minyak yang kian melambung. "Kita lakukan langkah-langkah domestik, kebijakan yang lain supaya kita bisa mengatasi. Ada solusi, tidak mengguncangkan perekonomian kita, tidak mengubah anggaran pembelanjaan kita. Itu yang sedang kita lakukan, yang pada saatnya kalau memang begini terus dan lebih tinggi lagi, tentu akan ada yang kita lakukan secara signifikan," kata Presiden SBY. (mit)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah Anda, ini dikategorikan sebagai janji atau bukan. Terserah juga kalo sekarang tuan presiden lupa pada omongannya kala itu. Terserah kalo dia mau bilang ini hasil plintiran pers. Yang jelas, ketika besok bangun pagi-pagi, BBM udah naik, harga2 semua barang juga naik, pekan depan ongkos angkutan naik. &lt;br /&gt;Hufhhh...! Yang perlu kita ingat hanya satu: TAK ADA YANG BISA DIPERCAYA. Liat, omongannya pun sudah tak bisa dipegang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3004867952549239450?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3004867952549239450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3004867952549239450' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3004867952549239450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3004867952549239450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/05/omongannya-memang-tak-bisa-dipegang.html' title='Omongannya memang tak bisa dipegang'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6225653214002719062</id><published>2008-05-20T19:54:00.000+07:00</published><updated>2008-05-20T20:01:11.916+07:00</updated><title type='text'>Seabad Indonesia Bisa ...!</title><content type='html'>Hari ini kita mengingat kembali berdirinya Budi Utomo, 100 tahun Kebangkitan Nasional, dengan bangga dan prihatin. &lt;a href="http://ndorokakung.com/2008/05/20/kebangkitan-pecas-ndahe/"&gt;Begitu kata Ndoro&lt;/a&gt;. Kita bangga karena jauh sebelum zaman serba modern, jauh sebelum adanya gedung2 pencakar langit di negeri ini, telah lahir orang-orang pintar dan berhati mulia di zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saran dari dr Wahidin Sudirohusodo, dr Sutomo, Cipto Mangunkusumo dan kakaknya, Gunawan serta atas dukungan para pemuda pelajar STOVIA, berusaha memberi bantuan kepada sesama warga agar mereka yang cerdas dapat masuk ke lembaga pendidikan Belanda. Sutomo diangkat menjadi ketua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan perkumpulan ini adalah kemajuan nusa dan bangsa yang harmonis dengan jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, kebudayaan, mempertinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai kehidupan bangsa yang terhormat.&lt;br /&gt;Sutomo yang kemudian menjadi dokter, selalu berpindah tempat. Ia pula yang membasmi wabah pes yang melanda daerah Magetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sering berpindah tugas, ia semakin mengerti bagaimana kehidupan rakyat yang sesungguhnya. Karena itu, ia tidak menetapkan tarif, bahkan adakalanya pasien dibebaskan dari pembayaran. Ketika arah pergerakan nasional semakin terasa, ia terjun ke bidang pilitik. Tujuannya bukan memperdaya rakyat, tapi memajukan kehidupan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, peringatan 100 tahun kebangkitan nasional hari ini, buat saya juga merupakan sebuah keprihatinan. Saya tak bisa membayangkan bagaimana seandainya mereka, pendiri Budi Utomo itu melihat kondisi sekarang, ketika segala yang mereka perjuangkan, nyaris tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan? Nyaris hanya orang2 kaya yang bisa sekolah karena biaya pendidikan makin mahal. Sekolah Belanda? Hehehe...sekolah negeri aja mahal! Pengobatan gratis? Nanti dulu...kami ini kuliah di kedokteran tidak gratis! Biar balik modal, kami buka praktek dengan tarif mahal. Para politikus? hehehe, kalo ga korup, ya main pilm bokep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, ada sekolah gratis. Ada juga dokter murah [di Balikpapan ada dr Aryono Wardiman, tarifnya dulu hanya Rp 5.000, lalu Rp 10.000 dan kini Rp 15.000, selama bertahun-tahun lamanya]. Tapi jauuuuuuh masih lebih banyak lagi warga yang tidak bisa mengakses keduanya karena tetap tidak mampu misalnya untuk beli pakaian sekolah, transpor ke sekolah atau ke dokter, dan beli obat. Udahlah, jangankan untuk baju, transpor dan obat modern, buat makan aja susah. Apalagi jika BBM nanti jadi naik. Yang jumlahnya bertambah tidak cuma orang miskin, tapi juga orang gila!&lt;br /&gt;Jadi, slogan baru 'Indonesia Bisa' sepertinya akan makin luas maknanya. Bisa gila, bisa ancur, bisa...ouh, berdoa yang baik2 aja, bisa bangkit dan bersama kita bisa (gila?)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6225653214002719062?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6225653214002719062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6225653214002719062' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6225653214002719062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6225653214002719062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/05/seabad-indonesia-bisa.html' title='Seabad Indonesia Bisa ...!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-9028801916947764264</id><published>2008-05-16T15:20:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T15:24:13.395+07:00</updated><title type='text'>Pilih Dibui atau Ditonjok?</title><content type='html'>Kira-kira cara apalagi yang akan ditempuh tetikus ini untuk berkelit karena ketahuan &lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/16/14490882/kunjungan.dpr.ke.argentina.habiskan.6000.dollar.per.hari"&gt;plesiran&lt;/a&gt; ke negerinya Maradona dengan membawa serta keluarga mereka? Ketika semua orang tengah prihatin karena BBM mau naik [dan seluruh kebutuhan hidup lainnya udah lebih duluan naik] mereka malah jalan2 ngabis2in duit negara sekitar 6.000 dolar per hari? OMG, punya hati atau nggak, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo &lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/16/14490882/kunjungan.dpr.ke.argentina.habiskan.6000.dollar.per.hari"&gt;berita itu&lt;/a&gt; bikin pusing, &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/5/14/anggota-dpr-dipukul-di-bandara-soekarno-hatta/"&gt;berita satu ini&lt;/a&gt; justru bikin saya tertawa2 jahat. Seorang anggota DPR dipukul di Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya di Terminal IV khusus pendataan dan pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Katanya yang memukul itu ngakunya petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anggota DPR dipukul ketika sedang berbincang dengan beberapa TKI yang terlantar dan tidak dipulangkan ke daerah asalnya. Katanya petugas yang berada di terminal itu menahan sejumlah paspor TKI sehingga mereka tidak dapat pulang ke kampung halaman masing-masing. Saat bincang2 itu, tiba-tiba ada oknum petugas di terminal menghampiri si anggota DPR yang terhormat dan berupaya menonjok mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertawa2 bukan karena tak prihatin. Tapi karena berpikir, kalo tak ditonjok, mungkin anggota DPR ga akan pernah peduli pada nasib TKI. Bukankah bertahun-tahun lamanya, nasib para TKI tetep begitu-begitu saja? Pergi karena pemerintahnya tak mampu menyediakan lapangan kerja. Lalu mereka pulang dengan dijemput para pemeras mulai dari bandara hingga ke kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jika terjadi sesuatu pada mereka di luar negeri sana, pemerintah saling lempar tanggung jawab. Agen disalahkan, TKI ditelantarkan. Karena itu, saya tetap meragukan sikap mereka setelah peristiwa ini. Mungkin yang akan dibicarakan di gedung sirkus sana bukan terkait TKI yang terlantar, tapi soal anggotanya yang ditonjok!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-9028801916947764264?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/9028801916947764264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=9028801916947764264' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/9028801916947764264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/9028801916947764264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/05/pilih-dibui-atau-ditonjok.html' title='Pilih Dibui atau Ditonjok?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6589709153531962313</id><published>2008-05-12T19:51:00.000+07:00</published><updated>2008-05-12T19:56:32.606+07:00</updated><title type='text'>satu per satu mereka bunuh diri...</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Neng, titip anak. Kakak sudah tidak tahan lagi. Inilah yang bisa saya titipkan. Jamak minta tobat. Ibu, semuanya, jangan menyalahkan siapa-siapa. Ini murni bunuh diri, nebus dosa. Salam untuk bapak, uwak, sekalian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBM naik dua minggu lagi. Dan dua warga menyambutnya dengan bunuh diri. Salah satunya, Jamaksari, warga Serang, Banten. Surat di atas, ia tinggalkan untuk istrinya. Ia sudah begitu frustasi dengan keadaan. Ia tak mampu lagi mencukupi kebutuhan keluarganya. Utang gabah tiga kuintal ke musholah dan dua kuintal ke tetangga, belum dilunasinya. Ia kuatir ketika harga BBM naik lagi, ia akan makin susah. Ia tak tahan hidup, malu pada keluarganya. Ia memilih mati. Gantung diri dengan tali plastik di pohon petai, di kebun tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Serang lainnya yang bunuh diri bernama Ma'mun. Beberapa hari sebelum bunuh diri, ia mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus melonjak. Padahal sebelumnya, hidupnya sudah sulit. Untuk makan sehari-hari saja, ia harus ngutang di warung. Apalagi jalan keluar yang bisa dilakukannya selain bunuh diri? Karena bertahan hidup pun sungguh tak nyaman ketika dikejar2 utang [dan akhirnya mati juga di tangan pemberi utang yang juga terdesak kebutuhan hidup]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang mulai putus asa. Satu per satu, mereka bunuh diri. Jangan harap mereka yang di atas sana peduli. Mereka ga baca berita ginian. Mereka sibuk dengan wacana mereka sendiri. Mereka sibuk dengan mimpi2 yang melewati langit ketujuh. Saat digugat, mereka balik menuduh para penggugat bahwa mereka hanya membela kepentingan orang kaya dengan menolak kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 tahun reformasi, ternyata hasilnya ya begini. Kekuasaan buah perjuangan orang lain telah mereka nikmati, lalu lupa berdiri dari kursi empuk. Anehnya, ketika pesta demokrasi tiba, orang- orang yang sehari-harinya kelaparan, tetap memilih mereka yang busuk itu setelah diberi sepaket sembako.&lt;br /&gt;Kuingatkan sekali lagi, JANGAN PILIH MEREKA LAGI! jangaaaaaannnnn!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* ide tulisan dari berita &lt;a href="http://www.poskota.co.id"&gt;Pos Kota&lt;/a&gt;, Sabtu (10/5) dan essay &lt;a href="http://satrioarismunandar6.blogspot.com"&gt;Satrio Arismunandar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6589709153531962313?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6589709153531962313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6589709153531962313' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6589709153531962313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6589709153531962313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/05/satu-per-satu-mereka-bunuh-diri.html' title='satu per satu mereka bunuh diri...'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5398837132596797836</id><published>2008-04-30T22:07:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T22:12:01.080+07:00</updated><title type='text'>jangan percayai dia lagi!</title><content type='html'>belajarlah untuk tidak mempercayai apapun. karena dia, si tuan besar itu, memang tak layak dipercaya. hampir setiap hari berbusa-busa mulutnya berjanji tak akan menaikkan harga minyak dalam setahun ini. karena katanya itu sangat tidak populis. kasian rakyat, kasian kita2 ini. udah tercekik harga sembako, kini minyak dinaikkan lagi. lihat, ia kini melanggar janjinya sendiri. setan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenaikan harga itu, sudah direncanakan jauh2 hari. bertahap katanya. dari 28,7 persen dulu, lalu naik lagi, lagi dan lagi. seperti mengajak orang buta naik gunung, ia akan berhenti di setiap tanjakan lalu menyentakkan tangan si orang buta untuk menanjak lagi sebelum si buta sempat menghirup selarik nafas. ia membunuhnya perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ini ia berpidato lagi. mengumumkan skenario yang memang telah disusun jauh sebelumnya. mungkin semacam tebar pesona. malam ini ia akan meminta pemakluman kita. bahwa harga minyak memang harus naik. tak peduli setelah hari ini, akan lahir banyak orang2 frustasi, gila dan kelaparan.&lt;br /&gt;kalaupun ia terlihat peduli, sesungguhnya ia hanya peduli pada dirinya sendiri. langkah ini akan menjatuhkannya di pesta 2009 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara koleganya, digedung sirkus, sibuk menghalau tukang sapu. mereka juga sibuk meneriakkan soal moral. padahal kita butuh makan. bukan UU moral. mereka sibuk membicarakan moral para artis padahal mereka sendiri tak bermoral. mereka pencuri, mereka tukang bohong, mereka tukang janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan warga Porong pun makin terlupakan. mungkin mereka memang sudah tak ada. mereka telah lama terkubur dalam lumpur panas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5398837132596797836?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5398837132596797836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5398837132596797836' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5398837132596797836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5398837132596797836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/04/jangan-percayai-dia-lagi.html' title='jangan percayai dia lagi!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8521774773525848565</id><published>2008-04-26T16:03:00.002+07:00</published><updated>2008-04-26T16:09:25.934+07:00</updated><title type='text'>Puisi2 Abortus dari Penjara</title><content type='html'>Entah dirasuki apa, saat berada di penjara, orang2 yang semula bermata hijau melihat tumpukan uang yang bukan hak miliknya, tiba2 berubah menjadi orang yang terlihat begitu rendah hati, puitis dan seolah telah bertobat dan siap masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, kesinisan gw berlebihan. Mungkin mereka memang telah dapat hidayah atau semacamnya. tapi gw risih dengan (katanya) puisi2 yang mereka ciptakan itu. Yang gimana sih yang masuk kategori puisi? &lt;a href="http://ndorokakung.com/2008/02/24/puisi-pecas-ndahe/"&gt;Ndorokakung&lt;/a&gt; memberi jawaban samar. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Puisi tak seluruhnya jelas, tak ada yang tersusun dalam kisah seperti Romeo dan Juliet, misalnya&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat sastrawan? Beberapa coretan gw yang gw anggap mirip puisi, suatu hari dikomentari seorang kawan yang telah mencipta sejuta puisi sebagai: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hanya semacam curhat&lt;/span&gt;. Lantas bagaimana dengan (entah) puisi coretan Urip Tri Gunawan , penerima 660.000 dolar AS dari Arthalita Suryani terkait kasus BLBI yang heboh itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelapa Dua, 12 Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesaksianku&lt;br /&gt;Cermin Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih yang sempurna telah kuterima &lt;br /&gt;Dari-Mu, &lt;br /&gt;Tuhan telah menegur dengan kuasa-Nya, &lt;br /&gt;Teguran itu adalah wujud kasih sayang yang sempurna&lt;br /&gt;dari Tuhan Allah, &lt;br /&gt;Agar ku menjadi baik, &lt;br /&gt;Agar ku dapat diselamatkan dan layak memanggilmu&lt;br /&gt;Bapa,.....&lt;br /&gt;Bentuklah hidupku sebagaimana&lt;br /&gt;Engkau mau,&lt;br /&gt;Ku sungguh yakin dan percaya Engkau Allah yang&lt;br /&gt;setia.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba yang tiada layak di hadapan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Urip Tri Gunawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau karya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syaukani Hasan Rais&lt;/span&gt;, bupati (non aktif) Kutai Kartanegara yang dipenjara karena kasus mark up lahan bandara Loa Kulu di Kukar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Meniti Kodrat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniti garis kodrat kehidupan&lt;br /&gt;bergelut di antara nilai kebajikan dan keburukan&lt;br /&gt;Ada yang tertawa menabung dosa &lt;br /&gt;dan bangga menebar nista di gerbang neraka. &lt;br /&gt;Namun tidak ada yang menangis menyesali dosa&lt;br /&gt;dan tidak ada lagi kikir berdzikir&lt;br /&gt;melantunkan doa-doa tobat&lt;br /&gt;berharap damainya surga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eh eh....Syaukani ini katanya nuls dua puisi. Nah, puisi satunya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lika-liku Kehidupan&lt;/span&gt; katanya laku Rp 50 juta dalam &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pameran Seni NaraARTpidana&lt;/span&gt; para tahanan KPK di Hotel Nikko Jakarta, Februari lalu. Huehehehe...yang beli, pengusaha batubara dari Kaltim. Banyak bener yak duitnya? Anda juga berminta membeli puisi dari &lt;a href="http://senandung.wordpress.com"&gt;blog ini&lt;/a&gt;? huehehehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8521774773525848565?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8521774773525848565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8521774773525848565' title='61 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8521774773525848565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8521774773525848565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/04/puisi2-abortus-dari-penjara.html' title='Puisi2 Abortus dari Penjara'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>61</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5121863324096841057</id><published>2008-04-21T14:42:00.001+07:00</published><updated>2008-04-21T14:48:33.914+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Kegelapan di Rumah Kaca</title><content type='html'>Mendagri Mardiyanto datang ke Balikpapan kemarin. Dia memberi pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Wilayah II Komunitas Intelijen Daerah (Komida) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), semalam. Ini yang kedua kalinya di Indonesia setelah di Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara itu tertutup bagi wartawan Kaltim. Yang boleh masuk cuma wartawan rombongan menteri, dari Jakarta. Saya tidak tau apa bedanya wartawan Jakarta dan wartawan yang di daerah, padahal mereka sama2 wartawan. Mungkin menteri [atau ajudannya] ga suka ditanya2 sama wartawan lokal. Sore hari sebelum tiba di acara itu, wartawan teman saya nanya ke menteri tentang manfaat dibentuknya Kominda. Dan ajudannya yang menjawab; stop, pertanyaan itu melanggar perjanjian. Pret! Perjanjian apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, itu pertanyaan titipan. Otak saya sungguh terganggu mendengar tentang komunitas intelejen itu. Rasanya kok jauh lebih serem dari Orde Baru ya? Inikah saatnya kebangkitan kembali lembaga2 intelejen pengganti Bakortanasda dll itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin merasa tidak cukup dengan UU ITE yang mengawasi seluruh warga negara hingga ke ruang yang paling pribadi, menyetop semua akses yang dianggap bisa merusak moral warganya [tapi tidak mengawasi moral pejabatnya], menutup semua akses yang dicurigai meski itu berarti melumpuhkan sumber hidup dan pengetahuan sebagian besar warganya, kini dibikin pula komunitas intelejen. Masih kurang ya, bapak menteri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai acara, Mendagri meminta agar intelijen tidak dianggap sebagai hal-hal yang berbau prasangka-prasangka. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ini untuk kepentingan pencegahan kesulitan yang timbul di masyarakat dan diperlukan rapat koordinasi. Forum ini sebenarnya ada namanya Bakorinda. Setalah ada otonomi daerah maka dibentuk untuk daerah-daerah. Forum ini tidak saling mempengaruhi tetapi masing-masing memiliki tugas. Dasarnya ada di Permendagri, artinya jika ada konsekuensi anggaran maka akan di dukung kegiatannya.  Saya sampaikan sekali lagi,  forum ini untuk antisipasi terutama menghadapi dinamika masyarakat kehidupan yang cukup tinggi. Terutama kegiatan politik dan kegiatan apa saja hingga kegiatan linmas (perlindungan masyarakat) terhadap bencana alam dan sebagainya. Forum ini untuk melakukan tindakan pencegahan dini dengan saling tukar informasi, bukan saling mendominasi&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ouwhh...begitu? Yang saya garis bawahi adalah, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bakorinda&lt;/span&gt; [tetep, bau2 intel2 masa lalu], &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Permendagri tentang konsekuensi anggaran&lt;/span&gt; [aha, sepertinya pemasukan militer memang makin menipis akhir2 ini], &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;linmas bencana alam&lt;/span&gt; [baru tau gw kalo intel bisa untuk penanggulangan bencana alam], &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;pencegahan dini, tukar menukar informasi dan bukan mendominasi&lt;/span&gt; [hmm... persaingan di sebuah badan intelejen-militer yang dicarikan musuh di luar sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;common enemy&lt;/span&gt; agar menjadi lebih kuat?].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang hebat. Tidak salah memang kalo negeri ini dipimpin oleh militer dan pembantunya juga militer. Mereka sibuk membangun rumah kaca agar bisa mengawasi warganya [padahal tapa sadar mereka sendiri sedang telanjang]. Inilah arus balik seperti dituliskan Pramoedya Ananta Toer. Selamat datang kegelapan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5121863324096841057?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5121863324096841057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5121863324096841057' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5121863324096841057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5121863324096841057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/04/sebuah-kegelapan-di-rumah-kaca.html' title='Sebuah Kegelapan di Rumah Kaca'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6165856498542445557</id><published>2008-04-09T20:05:00.000+07:00</published><updated>2008-04-09T20:15:51.974+07:00</updated><title type='text'>Sumpah, ini bukan gosip jalanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gosip Jalanan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pernah kah lo denger mafia judi&lt;br /&gt;Katanya banyak uang suap polisi&lt;br /&gt;Tentara jadi pengawal pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lo tau mafia narkoba&lt;br /&gt;Keluar masuk jadi bandar di penjara&lt;br /&gt;Terhukum mati tapi bisa ditunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tau mafia selangkangan&lt;br /&gt;Tempatnya lendir-lendir berceceran&lt;br /&gt;Uang jutaan bisa dapat perawan&lt;br /&gt;Kacau balau ... Kacau balau negaraku ini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang tau mafia peradilan&lt;br /&gt;Tangan kanan hukum di kiri pidana&lt;br /&gt;Dikasih uang habis perkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bener ada mafia pemilu&lt;br /&gt;Entah gaptek apa manipulasi data&lt;br /&gt;Ujungnya beli suara rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tau gak mafia di senayan&lt;br /&gt;Kerjanya tukang buat peraturan&lt;br /&gt;Bikin UUD ujung-ujungnya duit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar&lt;br /&gt;Pake peci tapi kelakuan barbar&lt;br /&gt;Ngerusakin bar orang ditampar-tampar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi postingan ini bukan gosip jalanan. Nyatanya emang bener ada lagi anggota sirkus yang mentas. Asal partai yang katanya kumpulan orang2 beragama dan berotak bukan jaminan kelakuannya akan baik2 aja, karena nyatanya di gedung sirkus itu juga banyak mafia selangkangan. Jadi sebenernya lagunya SLANK kurang lengkap kalo cuma bilang mereka hanya mafia tukang buat peraturan yang ujung2nya duit, sebab mereka juga ternyata ... ya itu, mafia SLANKangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/09/17420217/amin.memang.tangani.konversi.hutan.lindung.bintan"&gt;Ini dia pemain sirkus kali ini&lt;/a&gt;. Emmm... sebelumnya ada yang kenal ga sih sama anggota sirkus satu itu? Pernah ga sih kedengeran suaranya di DPR menyuarakan aspirasi karena katanya dia salah satu wakil rakyat? Yang gw inget cuma berita2 infotainment gara2 dia digugat cerai sama istrinya yang artis itu, saat pernikahan mereka seumur jagung. See???????? Ketenaran macam itu yang akan dibanggakan ke rakyat yang diwakilinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga pernah buka mulut selain untuk acara gosip2 bodoh, eh, tau2 ketangkap bawa PSK ABG! Ya, setelah Selasa sore mereka mengesahkan alih fungsi hutan lindung Bintan, Rabu dini hari anggota sirkusnya ditangkap beserta pejabat daerah Bintan dan dua PSK ABG! Ya tuhan, ABG! Jadi siapa yang berani menggugat lagu SLANK? Bukankah kasus ini BUKTI BESAR?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, kasus ini dimulai setahun lalu. Saat itu, anggota sirkus dan komisinya meninjau lokasi proyek pembangunan Bandar Seri Begawan dan Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu. Kawasan ini letaknya di hutan lindung dan luas hutan lindung yang akan dikonversi ke dalam areal komersial dan perkantoran itu tidak main-main, sekitar 8.000 hektar! Anjrit, emang bisnis gede. Jadi kesian juga kalo dapetnya cuma Rp 71 juta :p atau itu cuma uang jajannya kali. Uang yang lebih besar, katanya Rp 3 miliar, mungkin udah diamankan di rekening lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan lindung yang terletak tak jauh dari kaki bukit Gunung Bintan itu, merupakan daerah yang dulunya direncanakan sebagai penjaga sumber air. Oleh karena, saat itu ada rencana pemerintah pusat akan mengekspor air ke Singapura. Sehingga hutan di sekitar diminta untuk tetap dijaga dan dimasukkan sebagai kawasan hutan lindung. Dalam master plan Bintan, kawasan itu juga telah diusulkan menjadi kawasan ekonomi khusus, bahkan pemerintahd aerah di sana udah sepakat dengan konsorsium Singapura untuk membangun pusat bisnis. Daaaannn... pengalihan fungsi hutan lindung ini malah mendapat restu dari menterinya pula!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan apa jadinya jika sesama mafia bertemu. Gimana caranya mengekspor air kalo hutannya beralih fungsi? Kalo jadi pengimpor air, gw percaya. Gimana ga kacau balau negeri ini kalo pejabatnya sinting semua?&lt;br /&gt;Jadi sebenernya, celana siapa yang harus digembok? &lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/08/17112482/pemijat.resah.gara-gara.gembok"&gt;Celana pemijat di Malang&lt;/a&gt; atau celana pejabat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6165856498542445557?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6165856498542445557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6165856498542445557' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6165856498542445557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6165856498542445557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/04/sumpah-ini-bukan-gosip-jalanan.html' title='Sumpah, ini bukan gosip jalanan'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6698525148400122028</id><published>2008-04-02T20:11:00.000+07:00</published><updated>2008-04-02T20:20:07.483+07:00</updated><title type='text'>Mencegah Gizi Buruk dengan UU Penjaga Moral</title><content type='html'>Ketika para politikus dan penguasa sibuk bicara calon gubernur, ayah Rafa Azzura sibuk mengangkut bahan bangunan untuk bisa membawa pulang uang Rp 20.000 untuk anaknya yang kurang gizi.&lt;br /&gt;Ketika para politikus sibuk dengan UU Politik, UU Informasi dan Transaksi Elektronik, Ny Wempy hanya bisa menatap pilu anaknya yang kian lemah hanya tulang kecil berbalut kulit keriput, tanpa daging.&lt;br /&gt;Ketika para &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/01/time/214030/idnews/916820/idkanal/10"&gt;kyai sibuk mendoakan&lt;/a&gt; orang yang dianggap memusuhi Muhaimin dengan doa penghancur tentara gajah, tak ada uztad yang berdoa bagi &lt;a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=334054"&gt;kepergian Rafa Azzura&lt;/a&gt; dan tak ada pendoa agar 47 pasien gizi buruk lainnya di RSD dr Mohammad Soewandi diberi kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Tak peduli pada nyawa bocah2 yang melayang karena kelaparan dan gizi buruk. Mereka sibuk memilah dan memilih siapa yang akan lebih dermawan dan penurut saat menjabat gubernur bank indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menghabiskan berjuta2 anggaran untuk membuat UU yang katanya bisa memperbaiki moral orang2 seantero negeri agar tak melihat gambar2 porno. Padahal moral mereka sendiri tidak terjaga. Berapa banyak dari mereka yang bikin rekaman2 video porno? Berapa banyak bupati anu, walikota ini, anak bupati itu berteriak2 soal moral dan disaat yang sama kehilangan apa yang mereka sebut moral? Saat tak mampu menjaga moral sendiri, mereka membuat UU penjaga moral orang lain. Mengapa tidak memperbaiki moral sendiri sebelum mengurusi moral orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat bukan butuh UU yang menghabiskan banyak biaya untuk rapat-rapat ini-itu. Mereka butuh makan agar tak lahir lagi anak2 bergizi buruk seperti &lt;a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=334054"&gt;Rafa&lt;/a&gt;, seperti anak2 &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/03/ribut2-soal-susu-di-makassar-ibu-hamil.html"&gt;almarhumah Dg Basse&lt;/a&gt;. Mereka butuh pekerjaan agar bisa menghidupi anak-istrinya. Bukan UU penjaga moraaaaaalllll.....!!!! [sorry, rasanya ngamuk dan nabokin orang2 yang sok sibuk dan ga peduli pada orang2 yang telah memilihnya sat pemilu agar bisa bercokol di gedung sirkus senayan itu ga akan cukup buat meredakan kejengkelan gw]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lihatlah...&lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/01/time/214030/idnews/916820/idkanal/10"&gt;lihat kyai itu&lt;/a&gt;. Mereka sibuk mendoakan seseorang agar dilaknat. Kok rasa2nya golongan hitam saja tidak sekejam itu. Kenapa mereka hanya memikirkan posisi di partai, akankah tetap bisa menjadi pejabat negara atau tidak? Mengapa mereka tak memikirkan tetangganya yang mungkin mengalami gizi buruk karena kekurangan makanan?&lt;br /&gt;Apa memang demikian gambaran pekerjaan para ahli agama di jaman sekarang? Apa tidak lebih baik mendoakan [entah apa fungsi doanya tapi setidaknya bukan doa mencelakakan orang lain] orang2 seperti Rafa dan mendoakan orang yang dianggap memusuhi Muhaimin itu agar terbuka pikirannya dan ikut membantu pasien2 gizi buruk lainnya, semoga mereka bisa selamat? Apa memang seperti itu pekerjaan ideal zaman sekarang? Menjadi polisi penjaga moral sambil menutupi kebobrokan moral sendiri?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6698525148400122028?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6698525148400122028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6698525148400122028' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6698525148400122028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6698525148400122028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/04/mencegah-gizi-buruk-dengan-uu-penjaga.html' title='Mencegah Gizi Buruk dengan UU Penjaga Moral'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8801437068948974614</id><published>2008-03-23T14:18:00.001+07:00</published><updated>2008-03-23T14:24:51.335+07:00</updated><title type='text'>World Silent Everyday di Kaltim</title><content type='html'>21 Maret lalu, katanya ada imbauan tidak menyalakan listrik selama 4 jam, jam 10:00-14.00. Hari itu dipilih sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;world silent day&lt;/span&gt; karena bertepatan dengan hari air dunia. Konon katanya cara ini bisa mengurangi ancaman pemanasan global. Emmm...contoh yg udah ada hitung2annya, misalnya saat nyepi di bali yang tak ada aktifitas apa2 sama sekali, bener2 ngasih kesempatan pada alam untuk bernafas sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, saat nyepi itu, diperkirakan emisi karbondioksida berkurang sekitar 20 ribu ton. Ada hitung2annya di &lt;a href="http://www.worldsilentday.org"&gt;www.wordsilentday.org&lt;/a&gt;, tapi silahkan diliat sendiri karena saya sendiri pusing liatnya dan ribet ngitungnya. Yang jelas, emisi karbon akan berkurang signifikan, halah... karena pada saat bersamaan pesawat, mobil, PLN, kapal, dll ga menghasilkan karbon karena ga dioperasikan sama sekali hari itu. Dan itu cuma di satu tempat. Kalo dilakukan bersamaan, di pulau yang lebih besar, di benua yg lebih besar...hmm, pasti makin awet bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenernya bukan ini inti pembicaraan yang gw niatin sebelumnya. Tapi ini... kalo dunia mengenal 21 Maret sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;world silent day&lt;/span&gt; selama 4 jam, trus ntar katanya WWF juga mengeluarkan imbauan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;world silent day&lt;/span&gt; pada 29 Maret selama sejam, kalo di Kaltim, yang ada w&lt;span style="font-style:italic;"&gt;orld silent everyday.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, everyday, listrik di Kaltim padam. Ga cuma satu jam, empat jam, tapi bisa sampe 12 jam sehari, setiap hari pula! Kalo ga padam di siang hari yang biasanya dimulai jam 07.00-17.00, maka siap2 aja dapet giliran pemadaman malam hari sekitar pukul 18.00-23.00 atau 24.00. Mau marah2 ma PLN? Capek kali, karena ga akan ada yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini udah terjadi berbulan-bulan lamanya. Eh, jangan dikira daerah ini sedemikian miskin dan terkebelakangnya sampe listriknya parah gitu. Daerah ini justru daerah terkaya di Indonesia dengan sumber energinya. Batubara? Di sini tempatnya tambang terbesar di dunia. Minyak dan gas? 68 persen ekspor minyak nasional datang dari daerah ini! Semua sumber daya alam habis dikirim keluar daerah, terutama Jawa, Bali dan luar negeri. Dan tak ada yang disisakan untuk daerah ini. Antrean minyak tanah jadi pemandangan biasa. Listrik padam tiap saat, juga hal biasa. Pejabatnya sibuk menyusun strategi memenangkan pemilu. Setiap akhir pekan, bandara penuh sesak karena saat itu mereka akan berlibur keluar Kaltim, ke daerah yang listriknya melimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hufhh...capek ngomel.&lt;br /&gt;Jadi berdasarkan hitung2an di &lt;a href="http://www.worldsilentday.org"&gt;website tadi&lt;/a&gt;, hitung sendiri akan seberapa awet alam Kalimantan ini karena setiap hari listriknya padam. Eh, tapi tunggu dulu. Kayaknya ngga juga deh...soalnya tambang batu bara di sini ada berapa? Paling besar pula di dunia. Dan, rasanya setiap kios kecil di pasar punya generator mini, begitu juga di rumah2 penduduk, selalu tersedia genset!&lt;br /&gt;Hehehe, berharap world dalam keadaan silent ternyata makin bising karena suara genset :p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8801437068948974614?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8801437068948974614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8801437068948974614' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8801437068948974614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8801437068948974614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/03/world-silent-everyday-di-kaltim.html' title='World Silent Everyday di Kaltim'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-4356761132876548464</id><published>2008-03-18T20:25:00.000+07:00</published><updated>2008-03-18T20:32:19.643+07:00</updated><title type='text'>dana korban tsunami buat beli senjata?</title><content type='html'>Dulu, zaman2nya reformasi, jauh sebelum Atjeh diluluhlantakkan oleh gempa dan tsunami, kami sering ledek2an dengan kawan2 kami anak Atjeh. Kami memplesetkan lagu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bungong Jeumpa&lt;/span&gt; menjadi: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bungong Ganjo/ Bungong Ganjo/ megah di Atjeh/ Jual sana/ jual sini/ beli sanjato../&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, di Atjeh memang banyak ganja. Konon [saya dengar dari kawan2 Atjeh itu] daun ganja dipakai untuk campuran dalam masakan orang Atjeh. Konon pula, daun2 ganja itu dijual untuk beli senjata. Konon lagi, agar punya &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2005/03/dia-kawanku.html"&gt;ongkos ke Jawa&lt;/a&gt; untuk berkumpul dengan kawan2 se Indonesia [saya sendiri dari Makassar] mereka harus jualan ganja dulu. Dari sanalah, lagu plesetan itu kami dendangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya baru tau, jika kini daun ganja tak dijual lagi untuk beli senjata. Yang dipakai &lt;a href="http://www.serambinews.com/old/index.php?aksi=bacaberita&amp;beritaid=44143&amp;rubrik=1&amp;kategori=1 &amp;topik=45"&gt;beli senjata justru dana korban bencana tsunami&lt;/a&gt;. Saya terhenyak membaca &lt;a href="http://www.serambinews.com/old/index.php?aksi=bacaberita&amp;beritaid=44143&amp;rubrik=1&amp;kategori=1 &amp;topik=45"&gt;kabar itu&lt;/a&gt;. Dana korban tsunami Atjeh yang dipake buat beli senjata2 buat tentara, polisi, dan alat-alat nuklir. Kabar itu sama menyakitkannya dengan kabar tentang &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/02/karpet-merah-lagi-untuk-maling-blbi-dan.html"&gt;sulitnya mengusut&lt;/a&gt; orang2 DPR yang telah &lt;a href="http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.02.27.20072691&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;memakan Rp 23.055 miliar dana tsunami&lt;/a&gt;. Amat sangat keterlaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih aneh lagi karena laporan pembelian senjata2 itu tiba2 muncul di lampiran Perpres Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat NAD dan Kepulauan Nias. Sebelum2nya, tak ada. Maka, konon orang2 yang ikut dalam rapat pembahasan Perpres pekan lalu pun terkejut. Sebab dalam lampiran itu tertera biaya pengadaan suku cadang/ban pesawat, peralatan berat, serta persenjataan ringan dan amunisi bagi TNI/polri yang memakan terlalu banyak dana bantuan korban tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah masih terlalu banyak kebutuhan para korban yang belum terpenuhi? Berapa yang belum punya rumah? Berapa anak yang belum bisa sekolah dengan bener? Berapa kepala keluarga yang belum bisa kembali bekerja untuk menghidupi keluarganya. Kok dananya malah dibeliin senjata2 buat militer tak berguna yang bisanya cuma bentrok dengan sesamanya dan menembaki warga itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.serambinews.com/old/index.php?aksi=bacaberita&amp;beritaid=44143&amp;rubrik=1&amp;kategori=1 &amp;topik=45"&gt;Di sini disebutkan&lt;/a&gt;, jumlah amunisi yang dibeli mencapai 19.769 butir, suku cadang dan ban pesawat 2.299 unit, alat utama militer 985 unit, senjata 295 unit, senapan dan pistol 56 unit, alat berat militer 483 unit, dan lainnya. Anjrit! Sementara rehab rumah korban tsunami, BRR hanya mencantumkan targetnya 67.890 unit, dari rencana sebelumnya 155.838 unit. Untuk bantuan rumah, targetnya mencapai 139.195 unit tapi yang dibuat cuma 90.158 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehab tambak nelayan baru seluas 18.631 ha dari yang direncanakan 36.597 ha. Rehab hutan mangrove baru terealisasi 10 persen atau sekitar 16.775 ha, dari yang direncanakan 164.640 ha. Pelebaran dan pengaspalan ruas jalan tengah baru sepanjang 191 km dari 341 km yang direncanakan dalam perpres. Lintas timur, lebih pendek lagi cuma 80 km dari 257 km yang direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2008/03/17/Nusantar/nus12.htm"&gt;Tak salah jika&lt;/a&gt; akhir pekan lalu, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Peduli Aceh berunjukrasa ke BRR. Mereka mempertanyakan kenapa dana korban tsunami justru digunakan untuk membeli alat2 untuk militer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, kenapa? Masih tak cukup puaskah mereka membombardir tanah Atjeh dengan operasi militernya di masa silam? Masih belum cukupkah orang2 Atjeh dibuat tak berdaya dengan musibah tsunami yang meceraiberaikan mereka dengan segala yang mereka miliki? Masih belum cukupkah darah yang mengalir di tanah itu saat orang2 berpakaian loreng itu menembaki orang2 di Atjeh dengan dalih membela merah putih? Kenapa pula harus memakai dana korban untuk beli senjata? Sedemikian pentingkah senjata dibanding menyembuhkan rasa lapar orang Atjeh?&lt;br /&gt;Gerammm sekali rasanya! Kalo saja Munir masih ada...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-4356761132876548464?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/4356761132876548464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=4356761132876548464' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4356761132876548464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4356761132876548464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/03/dana-korban-tsunami-buat-beli-senjata.html' title='dana korban tsunami buat beli senjata?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3319112929828922981</id><published>2008-03-08T17:39:00.002+07:00</published><updated>2008-03-08T17:47:58.803+07:00</updated><title type='text'>Fulus BLBI agar Mulus ke 2009?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Saya sudah menunggu terlalu lama dan berharap agar Jaksa Agung bersedia menjilat ludahnya yang telah bercampur air comberan untuk membuka kembali kasus BLBI. Tujuannya agar saya bisa mengejek lebih puas lagi. Sebab sebelumnya, mereka begitu yakin dengan segala keagungannya, kejaksaan agung &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/02/karpet-merah-lagi-untuk-maling-blbi-dan.html"&gt;membebaskan para maling kasus BLBI&lt;/a&gt; karena menurut mereka, tidak ditemukan bukti dan semuanya telah berjalan sesuai prosedur. Tapi rupanya itu penantian saya akan sia-sia, maka ejekan dan makian saya yang hanya stengah porsi ini baru diposting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya berselang beberapa saat setelah kejaksaan membebaskan mereka yang diduga maling, eh, ternyata maling benerannya tertangkap dengan uang bukti 660.000 dolar AS atau sekitar Rp 6 miliar lebih. Kebayanglah betapa malunya kelompok yang menganggap diri mereka agung itu. Hendarman Supandji pun menangis tersedu-sedu entah untuk alasan apa. Mungkin panik karena ketahuan, mungkin bener2 merasa dikhianati bawahannya, atau kesel karena ga dibagi, entahlah. Airmata memang tak bisa ditafsirkan maknanya :p halah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tertangkap tangan, masih saja muncul pembelaan2 karena konon, gaji si jaksa Urip itu cuma Rp 3,5 juta. Ouwhhh, saya prihatin sekali. Bukan pada jumlah gajinya, tapi jumlah kekayaan diluar gajinya. Mobilnya empat, rumahnya mentereng, dan dia masih mengeluh karena profesinya yang agung hanya dihargai Rp 3,5 juta sebulan. Lha, kenapa mau jadi jaksa dan PNS, tolol? Lha, udah bisnis permata pula, menduakan profesinya yang agung, dan masih juga nerima duit Rp 6 miliar? Bener2, sapu kotor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak memfitnah dia dengan memaparkan jumlah gaji dan kekayaannya. Walaupun awalnya saya sempat berpikir, bisakah hidup di Jakarta dengan gaji sedemikian dan harus menghidupi dua rumah tangga [karena dia berjauhan dengan istrinya]. Tapi membandingkannya dengan profesi lain yang gajinya lebih rendah, misalnya guru, saya jadi ngerti, betapa serakahnya dia! Apalagi jika membandingkannya dengan orang biasa yang tak bergaji, atau, dengan keluarga almarhum &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/03/ribut2-soal-susu-di-makassar-ibu-hamil.html"&gt;Dg Basse yang cuma bisa makan sekali sehari&lt;/a&gt; itu? [saya tau ini perbandingan yang tidak adil :p]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang sepertinya sudah nyaris putus asa dengan harapan perbaikan negeri ini. Lihat saja, mereka mengangkat ketua KPK yang konon juga sapu kotor. Mereka mengangkat para Direksi BUMN dari kalangan mereka sendiri. Mereka menjebloskan Gubernur BI untuk menyelamatkan orang dekat. Itu hanya sebagian kecil. Tapi, bukankah itu menyiratkan sesuatu? Ada yang harus tetap dipertahankan agar pesta 2009 berjalan mulus karena fulusnya terjamin. Lebih jauh lagi, dia yang agung, menyadari bahwa melanggengkan cara2 yang dipakai oleh dia yang telah dikuburkan itu, akan membuat kekuasaannya ikut langgeng. Jadi, berhentilah berharap!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3319112929828922981?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3319112929828922981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3319112929828922981' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3319112929828922981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3319112929828922981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/03/fulus-blbi-agar-mulus-ke-2009_08.html' title='Fulus BLBI agar Mulus ke 2009?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6397725805198432765</id><published>2008-03-02T15:11:00.002+07:00</published><updated>2008-03-02T19:21:16.864+07:00</updated><title type='text'>Ribut2 Soal Susu, di Makassar Ibu Hamil Mati Kelaparan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Boro2 ribut soal kandungan bakteri Sakazakii dalam kemasan susu bayi yang tercemar, Dg Basse yang tengah hamil tujuh bulan dan seorang anaknya malah mati kelaparan. Jangankan untuk beli susu bagi anaknya, makan sehari tiga kali aja ga pernah. Jangankan kenal yang namanya susu formula yang bikin cerdas, mereka cuma bisa makan nasi dan garam setiap hari [kalau berasnya ada].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediiiih sekali. Sekaligus maraaaah banget mendengar &lt;a href="http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.01.11544056&amp;channel=1&amp;mn=2&amp;idx=6"&gt;berita itu&lt;/a&gt;. Membayangkan sebuah keluarga yang tinggal di lingkungan yang padat, punya banyak tetangga, tapi tak ada yang tau, Basse dan tiga anak kecilnya hanya makan bubur berbumbu garam sekali sehari agar bisa berhemat. Berjejal di satu ruangan di rumah panggung kontrakan yang tak sanggup dibayarnya meski bagi orang lain Rp 50.000 per bulan mungkin bukan jumlah yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di kompleks dekat rumah mereka, tinggal dengan nyaman keluarga2 pembesar, pejabat kota dan provinsi, yang saban hari mengurusi data-data orang miskin, namun tak sempat melihat kemiskinan yang nyata-nyata di depan matanya. Baru pada hari kematian Dg Basse dan anak dalam kandungannya, serta satu anak lainnya, orang sekitar kompleks itu melihat keberadaan mereka. Para tetangga, baru membawa tiga anak Dg Basse lainnya ke rumah sakit agar tak ikut mati dalam pusaran kelaparan dan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah nyata ibu dan anak itu meninggal karena kelaparan, pejabat kesehatan masih saja mempertentangkan. Padahal keluarga Dg Basse cuma butuh makanan. Bukan teori2 tentang kesehatan. Mereka tak punya kepentingan pada kandungan bakteri dalam susu formula. [sebab meski bukan peneliti, Dg Basse mungkin lebih tau bahwa susu sapi hanya baik untuk bayi sapi sementara untuk bayi manusia, Tuhan telah menciptakan susu tanpa bakteri]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Dg Basse tak perlu tau mereka masuk golongan mana dalam banyak singkatan GAKIN, RASKIN, asal ada sesuatu yang bisa dimakan hari ini. Mereka tak perlu tau bagaimana para mahasiswa yang suka tawuran itu mengobral janji memperjuangkan orang miskin macam mereka. Mereka ga perlu tau akan kemana bapak wapres dengan pengawalan kendaraan yang meraung2 melintasi depan rumah kontrakan mereka. Mereka ga mau tau sudahkah para anggota dewan yang dipilihnya dalam pemilu lalu mendapatkan tunjangan komunikasinya. Mereka ga perlu tau ada apa antara ibu menkes, IPB, BPOM, YLKI yang sibuk membincangkan susu formula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Dg Basse hanya butuh makanan. Bukan perdebatan2 tak berujung tentang harga minyak, kampanye, RUU Politik, maling BLBI, pencipta neraka Sidoarjo. Mereka butuh duit untuk biaya anak2nya kelak agar tak bernasib sama dengan ibu, saudara dan bakal saudaranya. Bukan tebar pesona, bukan album baru, bukan poco-poco, dan bukan &lt;a href="http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.03.02.19074362&amp;channel=1&amp;mn=2&amp;idx=6"&gt;konfrensi pers&lt;/a&gt; yang diadakan jauh2 di Jakarta. Kemana kalian (dan kita) semua???&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6397725805198432765?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6397725805198432765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6397725805198432765' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6397725805198432765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6397725805198432765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/03/ribut2-soal-susu-di-makassar-ibu-hamil.html' title='Ribut2 Soal Susu, di Makassar Ibu Hamil Mati Kelaparan'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-546089754474202050</id><published>2008-02-29T14:05:00.001+07:00</published><updated>2008-02-29T14:16:34.685+07:00</updated><title type='text'>Karpet Merah Lagi untuk Maling BLBI dan Lapindo</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Harapan perbaikan apalagi yang masih kita punyai di negeri ini? Barusan Kejaksaan Agung menyatakan &lt;a href="http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.29.11250783&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;membebaskan Anthony Salim dan Sjamsul Nursalim&lt;/a&gt;. Alasannya, tidak ditemukan unsur dugaan perbuatan melawan hukum yang mengarah kepada tindak pidana korupsi. Apalagi, katanya mereka udah menyerahkan asetnya ke BPPN. Oh, jadi begitu caranya? Kalo ada pencuri, yang akhirnya mengembalikan hasil curiannya [setelah dipaksa dan diuber2 hingga ke luar negeri], maka dia boleh dibebaskan dan ga diapa2in lagi? Apalagi kalo duitnya banyak! Sementara maling ayam, udah dipukuli sampe mukanya hancur, ayamnya udah diambil lagi ma yang punya, malingnya tetep harus dipenjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu nasehat yang diberikan tuan presiden ketika dulu, dia &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2006/02/upeti-untuk-raja-karpet-merah-untuk.html"&gt;menggelar karpet merah&lt;/a&gt; saat para pencuri2 itu, katanya, "datang baik2" menemuinya di istana untuk bertanya tentang kepastian hukum di Indonesia. Mungkin jawaban tuan, begini, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tenang aja sodara2. Di negeri ini ga ada yang pasti kok. Setelah keluar dari istana, Anda boleh cepet2 keluar negeri. Biar saya saja yang menangani jaksa2 itu agar mereka tidak bener2 memburu Anda. Yah, yang penting ada upetinya ya, jangan lupa&lt;/span&gt;!" Lalu melenggang-bebaslah pencuri2 itu. Dan tim jaksa yang menyelidiki kasus ini, yang katanya &lt;a href="http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.29.11400474&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;32 jaksa hebat itu, bubar&lt;/a&gt;. Kerjaan selesai. Yang penting semua senang dan kenyang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tuan itu belum puas rupanya kalo hanya menguras uang negara untuk membela anak emasnya. Jadi pencuri2 itu, juga harus dibebaskan. Sadar benar dia rupanya, bahwa panggung Indonesia ini akan sangat sepi kalo sehari aja dia ga bikin keributan. Kemaren, setelah menggelar rapat yang mengundang menteri kesejahteraan merangkap pencipta neraka Porong, tuan itu memutuskan &lt;a href="http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.02.27.15072664&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;mengambil Rp 700 juta uang APBN&lt;/a&gt; untuk membeli tiga desa untuk mengalirkan lumpur Lapindo Brengsek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa gw bilang? &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2006/09/g30snbs-nobel-buat-siapa.html"&gt;Tiga skenario itu&lt;/a&gt; telah berjalan dengan amat sangat baik! Bahkan melampaui target. Tidak lagi sekedar: Tenggelamkan, tembak di tempat, lalu dinyatakan pailit, tapi ditambah dengan kuras uang negara, dan ga perlu bayar ganti rugi. Sebab kata Ical: &lt;a href="http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.02.27.16013216&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;Lapindo Sudah Bermurah Hati&lt;/a&gt;! Anjrit! Katanya Lapindo udah baik hati bener mo membayar ganti rugi meski pengadilan menyatakan mereka tidak bersalah atas luberan lumpur panas dari pengeboran Lapindo itu. Enaaaak banget dia ngomong! Yah, mungkin juga karena kebodohan anggota2 sirkus sih. Seperti &lt;a href="http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.02.27.15072664&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;kata Ical yang pinter itu&lt;/a&gt;, "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;soal tangung jawab Lapindo, sudah selesai seperti diatur dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2007. Ini sesuai kan dengan usulan DPR&lt;/span&gt;." Nah, tuh! Liat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi...dari presidennya, menterinya, DPR-nya, jaksanya, hakimnya, aparat keamanannya, kompak untuk membuat orang2 makin sengsara. Kenapa begitu sulit menyita aset Ical untuk membayar kerugian dan penderitaan orang2 di Porong? Mengapa lebih gampang membagi2kan duit Ical ke tim2 ga jelas itu ketimbang membayar ganti rugi? Mengapa begitu sulit menyita aset pencuri2 untuk kesejahteraan orang2 yang setiap hari masih harus bekerja keras hanya untuk mendapatkan seliter minyak tanah, untuk mendapatkan sesuap nasi...? Dan mengapa begitu sulit mengusut orang2 DPR yang telah memakan Rp 23.055 miliar &lt;a href="http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.02.27.20072691&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;dana yang sebenarnya diperuntukkan bagi korban tsunami&lt;/a&gt;?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-546089754474202050?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/546089754474202050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=546089754474202050' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/546089754474202050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/546089754474202050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/02/karpet-merah-lagi-untuk-maling-blbi-dan.html' title='Karpet Merah Lagi untuk Maling BLBI dan Lapindo'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-30560695809809632</id><published>2008-02-22T12:19:00.001+07:00</published><updated>2008-02-22T12:27:26.923+07:00</updated><title type='text'>Lumpur L Brengsek tak Kunjung Di-Brantas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/R75cFW965MI/AAAAAAAAAAo/aHBGNr1iSPY/s1600-h/lapindo%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/R75cFW965MI/AAAAAAAAAAo/aHBGNr1iSPY/s200/lapindo%2B4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169670669402301634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa kali saya mencoba menulis postingan tentang lumpur Lapindo, tapi selalu gagal. Kemarahan saya ga bisa dibendung sehingga otak saya tak bisa diajak konsentrasi untuk menulis. Pengennya cuma memaki. Saya bener2 muak-se-muak-muaknya saat anggota sirkus itu rame2 menandatangani pernyataan bahwa lumpur Lapindo adalah sebuah bencana alam dan bukan kerusakan yang disebabkan oleh Lapindo Bran...eh, Brengsek yang harus di-Brantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu esoknya saat sidang paripurna, yang disaksikan langsung oleh para korban lumpur Lapindo Brengsek itu, mereka bener2 cuma bersandiwara. Sebagian seolah2 sedang memperjuangkan korban, sebagian sibuk telpon2an, sebagian ngobrol ketawa ketiwi, sebagian ga peduli, dan pimpinan sidangnya ga jelas. Akhirnya keputusannya pun ga jelas, sebagian bilang kerja tim brengsek dilanjutkan [yang berarti mengakui hasil penyelidikan tim bahwa lumpur adalah bencana] dan sebagian yang lain dalam kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya, kedua kubu ga ada bedanya. Satunya memperpanjang persoalan, satunya dengan senang hati meneruskan pekerjaan, tapi keduanya sama artinya, yakni memperpanjang waktu untuk menerima jatah lebih banyak lagi dari Lapindo Brengsek. Lapindo yang bersalah, kok negara yang harus bayar? Negara yang bayar, berarti diambil dari uang rakyat! Brengseknya yang punya Lapindo itu, sebesar apapun kesalahannya, Tuan Presiden yang Terhormat rupanya ga berani menindak apa2. Mungkin karena lagi-lagi dia akan didanai kampanyenya menuju 2009. Atau, dia masih berutang budi karena didanai pada pemilu lalu. Tidakkah memberinya jabatan menteri [yang mengacaubalaukan program 'bersih' tuan presiden] itu sudah sangat lebih dari cukup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih bikin muak lagi, kok Lapindo lebih mau membayar para anggota sirkus dan pemerintah untuk bikin tim ini tim itu, sidang-sidang ga jelas lainnya, ketimbang membayar ganti rugi warga? Padahal kalo dihitung-hitung, mungkin akan lebih mahal membayar tim2 yang akan memutuskan lumpur itu bencana atau bukan, ditambah lagi membayar iklan-iklan boong di media massa tentang Lapindo udah berbuat ini-itu buat korban, ketimbang membayar ganti rugi korban!!??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para korban itu, setelah kehilangan segalanya, rumah, tanah, sekolah buat anak-anak, pabrik tempat bekerja, kini mereka setiap hari was-was tanggul jebol, setiap hari menghirup aroma busuk lumpur panas, was-was ledakan pipa minyak, was-was tanah ambrol, was-was dengan &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/01/simsalabim-inilah-neraka-ciptaan-ical.html"&gt;air yang tiba-tiba bisa menjadi api&lt;/a&gt;. Dan sampai hari ini, kehilangan mereka pada banyak hal, tak kunjung dibayar oleh Lapindo. Padahal mereka ga pernah peduli, apapun status lumpur di sana. Pokoknya DIBAYAR!&lt;br /&gt;Tapi Ical, dengan Lapindo Brengseknya, rupanya &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/01/simsalabim-inilah-neraka-ciptaan-ical.html"&gt;lebih senang menciptakan neraka&lt;/a&gt; yang lebih panas di Porong sana, bahkan di seluruh negeri!&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gambar dipinjam &lt;a href="http://myaminpsetia.blogspot.com/2007/07/oh-sidoarjo.html"&gt;tanpa izin dari sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-30560695809809632?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/30560695809809632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=30560695809809632' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/30560695809809632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/30560695809809632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/02/lumpur-l-brengsek-tak-kunjung-di.html' title='Lumpur L Brengsek tak Kunjung Di-Brantas'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/R75cFW965MI/AAAAAAAAAAo/aHBGNr1iSPY/s72-c/lapindo%2B4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3834224786142650869</id><published>2008-02-14T19:10:00.002+07:00</published><updated>2008-02-14T19:34:24.070+07:00</updated><title type='text'>puisi buat mereka yang terus berjuang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/R7Qxa2965II/AAAAAAAAAAM/4GR8vFm5v6k/s1600-h/20080212an02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/R7Qxa2965II/AAAAAAAAAAM/4GR8vFm5v6k/s200/20080212an02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166809010002388098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku lihat kembali&lt;br /&gt;Wajah-wajah halus yang keras&lt;br /&gt;Yang berbicara tentang kemerdekaaan&lt;br /&gt;Dan demokrasi&lt;br /&gt;Dan bercita-cita&lt;br /&gt;Menggulingkan tiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengenali mereka&lt;br /&gt;yang tanpa tentara&lt;br /&gt;mau berperang melawan diktator&lt;br /&gt;dan yang tanpa uang&lt;br /&gt;mau memberantas korupsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan&lt;br /&gt;Kuberikan padamu cintaku&lt;br /&gt;Dan maukah kau berjabat tangan&lt;br /&gt;Selalu dalam hidup ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ SOE HOK GIE ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/R7QzYm965JI/AAAAAAAAAAU/K9wRmuFiAs0/s1600-h/20080212an76.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/R7QzYm965JI/AAAAAAAAAAU/K9wRmuFiAs0/s200/20080212an76.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166811170370938002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;puisi Gie ini saya comot sebagai hadiah valentine buat mereka yang tetap konsisten melawan lupa, buat mereka yang tidak diam dan bengong menonton penindasan, buat mereka yang tak kenal lelah meski harus berhadapan dengan para pengkhianat, buat mereka yang terus berjuang meski yang dihadapi adalah masa depan yang suram dan tak pasti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* foto2 dipinjam tanpa izin dari www.antaraphoto.com, yang juga saya posting di &lt;a href="http://perempuanapi.multiply.com/photos/album/4/puisi_valentine_versi_gw..."&gt;blog satunya&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3834224786142650869?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3834224786142650869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3834224786142650869' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3834224786142650869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3834224786142650869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/02/puisi-buat-mereka-yang-terus-berjuang.html' title='puisi buat mereka yang terus berjuang'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U9cTqYX7i4g/R7Qxa2965II/AAAAAAAAAAM/4GR8vFm5v6k/s72-c/20080212an02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1045958257985070286</id><published>2008-02-13T11:44:00.002+07:00</published><updated>2008-02-13T13:23:15.426+07:00</updated><title type='text'>Jalan Baru Soeharto, Amrozi dan FPI</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Orang gila baru terlahir di Sleman. Namanya Ibnu Subiyanto. Konon kata &lt;a href="http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.13.0823381&amp;channel=1&amp;mn=2&amp;idx=4"&gt;berita ini&lt;/a&gt;, dia berencana mengubah nama Jalan Godean menjadi Jalan Soeharto. Katanya, dia ga akan ambil pusing sama orang2 yang ga setuju sama usul itu. Yang lebih menjijikkan lagi, dia bilang, dengan cara itu, dia ingin MENDIDIK masyarakat Sleman untuk tidak terus-menerus menghujat dan membenci almarhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sama sekali ga kuatir soal kontroversi yang akan muncul. Rencananya, jalan yang akan diamai Soeharto itu mulai dari perempatan jalan lingkar barat hingga Jati Kencana. Selain itu akan dibuat pula patung Soeharto di perempatan jalan lingkar barat Demak Ijo kawasan Godean. MENDIDIK??? Ouh, terpuji banget bupati satu ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana 'PERUBAHAN untuk MENDIDIK' itu, selain tentu saja bikin saya jijik, juga akhirnya berpikir, ternyata orang2 yang mendapatkan keuntungan sama dengan cara2 yang dilakukan Soeharto, cenderung akan menjadi pembela setianya. Karena, konon, bupati satu ini tersangkut soal korupsi pengadaan buku? Passss sekali! Dia rupanya ingin menyelaraskan tindakan korup dana bukunya dengan program pendidikan bagi warga yang masih menghujat Soeharto! Hahaha, pintar sekali! Eh, ternyata rencana Sutiyoso bikin patung pahlawan sesuai nama jalan, masih lebih masuk akal [tanpa ngomongin soal manfaat dll] dibanding ide gila satu ini, ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cenderung setuju pada salah satu komentar di &lt;a href="http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.13.0823381&amp;channel=1&amp;mn=2&amp;idx=4"&gt;berita itu&lt;/a&gt; yang mengatakan seharusnya nama Godean jangan diganti jadi Soeharto karena Godean selalu mengingatkan orang pada Jogja. Iya, kenapa bukan jalan lain yang belum bernama aja yang dinamain Jl Soeharto? Atau di Kemusuk sana aja? Atau lebih baik lagi kalau tak pernah ada saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ga bisa membayangkan kalo misalnya di sepanjang Jl Godean itu ada korban Orba alias korban Soeharto [semua pasti korban, tapi persoalannya, mereka merasa atau nggak] yang masih tinggal di sana. Bertahun-tahun mereka terbelenggu hukum ala Soeharto, mengalami amat sangat banyak kehilangan dalam hidupnya, dan setelah Soeharto mati, mereka pun masih harus hidup dalam bayang2 manusia satu itu? Hufhhh....ga capek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo biasanya nama jalan diambil dari nama pahlawan atau orang2 yang patut dikenang karena nama baiknya, lalu Soeharto yang belum jelas nama baiknya itu kok bisa melintas di otak Ibnu untuk dijadiin nama jalan? Saat ngobrol dengan &lt;a href="http://hermansaksono.blogspot.com"&gt;Momon&lt;/a&gt;, dia bilang, "Kalau pak harto jadi nama jalan, berarti kan Amrozi bisa jadi nama jalan juga. Dia membela kepentingan orang islam ektremis". Oh, iya, dan saya bilang, skalian aja nanti ada Jalan FPI. Kalo ada jl FPI di Jakarta, gimana bikin patungnya yak? :p &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1045958257985070286?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1045958257985070286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1045958257985070286' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1045958257985070286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1045958257985070286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/02/jalan-baru-soeharto-amrozi-dan-fpi.html' title='Jalan Baru Soeharto, Amrozi dan FPI'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-4359004918122099947</id><published>2008-02-05T19:49:00.000+07:00</published><updated>2008-02-05T19:56:53.362+07:00</updated><title type='text'>Sirkus Senayan Pentas Lagi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Lama tak bikin ulah, kelompok sirkus senayan pentas lagi. Bila tak ada halangan, gedung sirkus Senayan akan direnovasi tahun ini. Kata berita &lt;a href="http://www.tribunkaltim.com/TRIBUN-KALTIM-TERKINI/Gedung-DPR-akan-Disulap-seperti-Menara-Petronas.html"&gt;ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/04/time/084918/idnews/888582/idkanal/10"&gt;ini&lt;/a&gt;, total nilai renovasi yang sudah disetujui mencapai Rp 40 miliar. Tapi keknya akan membengkak jadi Rp 1 triliun. Apalagi bentuk gedung setelah direnovasi katanya akan meniru menara Petronas di Malaysia. Ouh, mungkin mendukung visit indonesia 2008 kali ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantinya setiap ruangan anggota sirkus ini akan dilengkapi kamar mandi dan perpustakaan super lengkap. Pokoknya fasilitas gedung ini nanti mirip hotel bintang lima. [mungkin maksudnya akan disediakan tempat tidur untuk pengambilan gambar seperti kasus dulu itu?]&lt;br /&gt;Saat ini, udah ada beberapa fasilitas baru yang dihadirkan di sana, misalnya jalur khusus bagi pengendara sepeda motor, di setiap lantai, persis di depan pintu masuk para anggota sirkus terpasang layar monitor ukuran besar, meski belum berfungsi. Internet dengan kapasitas 8 megabite, mesin faks di setiap ruangan, plus alat-alat canggih untuk membantu lancarnya pementasan sirkus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, dana renovasi ini diambil dari anggaran tahun 2007 lalu. Tujuannya, agar para anggota sirkus lebih fokus kerjanya. Agar staf ahlinya yang masing2 lima orang muat, kalo ruangannya 10x10 meter. Sementara bangunan tower mirip Petronas di sisi utara dan selatan itu katanya untuk tempat perpustakaan super lengkap, ruangan teknologi informasi yang memantau jaringan komputer yang ada di gedung, ruangan penerimaan tamu dari masing-masing anggota sirkus, ruangan privasi, dan ruang tatap muka antara rakyat dengan wakilnya [hueksss...]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya untuk menghasilkan &lt;a href="http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.02.05.14554594&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;RUU kek gini&lt;/a&gt;, mesti bikin ruangan sekomplit dan segede itu? Ya iyalaaah, anggota sirkus! Ga usah peduli dengan harga sembako yang melambung tinggi, ga usah peduli dengan orang2 di sekitar yang bunuh diri karena ga bisa cari makan lagi, ga usah peduli pada anak2 yang ga bisa sekolah lagi, ga usah peduli pada orang2 yang kebanjiran. Pokoknya gedung itu harus bagus!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-4359004918122099947?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/4359004918122099947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=4359004918122099947' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4359004918122099947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4359004918122099947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/02/sirkus-senayan-pentas-lagi.html' title='Sirkus Senayan Pentas Lagi'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3200593922568334661</id><published>2008-01-28T17:10:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T17:21:10.434+07:00</updated><title type='text'>TV Anda Rusak Juga Hari Ini?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sejak kemarin migren saya kumat. Maka tadi pagi saya tak bisa bangun pagi untuk kerja. Capek. Tapi lamat2 dari tv di kamar sebelah saya berkali-kali mendengar suara "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pemirsa, mantan Presiden Bapak Haji Muhammad Soeharto, yang kita kenal sebagai bapak pembangunan, adalah sosok blablabla.&lt;/span&gt;..." Wooo....kepala saya kian berdenyut2. Saya hapal suara itu, penyiar perempuan TVRI dari zaman duluuu banget. Konon katanya rumahnya tak jauh dari rumah orang yang sedang dibicarakannya, yang namanya selalu disebut sangat lengkap. Penyebutan nama itu mengingatkan saya pada pikiran kanak2 dulu. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apakah 'Presiden' adalah sepotong dari namanya? Nama: Soeharto. Nama lengkap: Presiden Soeharto&lt;/span&gt;." Hihihi...bodoh kali saya nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, untuk menetralkan telinga, saya juga nyalain tipi di kamar [yang stengah tahun ini jarang banget saya sentuh]. Tapi ini malah bikin saya makin pening. Karena gambarnya ternyata seragam. Ekslusif TVRI. Warnanya lebih bening daripada channel TVRI sendiri. Oh God! Apa tipi saya rusak? Kok gambarnya sama di semua channel? Atau saya terbangun dalam dimensi waktu masa lampau? Ketika hanya ada TVRI yang bisa menjalin persatuan dan kesatuan? Bukan. Rupanya ini masih &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/01/berita-seragam-setting-siapa.html"&gt;bagian dari setting&lt;/a&gt; itu. Dan karena ga bisa tidur lagi, saya beranjak, ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka-buka koran, ya Tuhan, banyak kali iklan duka cita dari pemerintahan, perusahaan. Ini apa??? Kalo biaya masang iklan stengah halaman, berwarna pula, dipake buat nambah2 subsidi minyak tanah, minyak goreng, ngasih modal usaha buat orang2...berapa yang terselamatkan hidupnya? Daripada dikasih ke orang yang udah meninggal? Dia ga baca! Ga akan ngasih proyek karena jilatan iklan2 kalian [kecuali anak2 dan kroninya, kalo mereka ga buru2 melarikan diri keluar negeri setelah pemakaman ini usai]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalo melihat biaya perawatan selama orang itu nginep di RSPP. &lt;a href="http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.27.17031243&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;Nyaris 1 miliar rupiah&lt;/a&gt;? Dua kamar Presiden Suite seharinya aja masing2 Rp 2,5 juta. Trus ada dua lagi kamar kelas III seharinya masing2 Rp 200.000. Kalo dikalikan 23 atau 24 hari? Belum biaya obat, dokter, keamanan, dll, dsb? Ada berapa puluh "&lt;a href="http://kompas.com/ver1/nasional/0801/16/050837.htm"&gt;Slamet&lt;/a&gt;" yang modalnya sehari cuma Rp 50.000 yang bisa dibantu dengan dana yang hanya buat satu orang, yang sebenernya udah lewat tanpa bantuan alat2 itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal tipi rusak, kenapa semua berita penuh puja puji najis yang melupakan perasaan korban pembantaian, penembakan dan penculikan? Berapa ratus ribu nyawa terbantai? Berapa ratus keluarga tercerai berai karena tuduhan2 tak berdasar dan tanpa pengadilan? Berapa ratus genangan darah tercipta di Aceh, Papua, dan Timor Timur karena telunjuknya? Huh, sampai tak ada yang ingat &lt;a href="http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.28.15292847&amp;channel=1&amp;mn=1&amp;idx=1"&gt;berita ini&lt;/a&gt;, soal pemakaman di Kalibata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara najis perempuan yang memujanya sebagai Bapak Pembangunan itu, akan terus berdengung di telinga anak2 yang menonton tivi hari ini. Anak2 itu akan mengenangnya sebagai bapak baik, penuh senyum, suka mancing, main golf, berkebun. Dan orang2 tua yang mendapingi anak2 itu menonton akan melanjutkan dongeng tivi rusak hari ini untuk membantah bahwa wajah penuh senyum itu juga orang yang begitu fasis, pembunuh, mengekang kebebasan rakyatnya. Kenapa? Karena dia pergi tanpa pernah diadili. Karena, penerusnya ga pernah ada yang berani mengadilinya. Karena, penerusnya, berasal dari institusi yang sama, tentara! Kasian sekali anak2 zaman ini, yang tak pernah mengenal Munir!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3200593922568334661?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3200593922568334661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3200593922568334661' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3200593922568334661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3200593922568334661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/01/tv-anda-rusak-juga-hari-ini.html' title='TV Anda Rusak Juga Hari Ini?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1817676169992346373</id><published>2008-01-23T11:43:00.000+07:00</published><updated>2008-01-23T11:52:04.890+07:00</updated><title type='text'>Simsalabim, Inilah Neraka Ciptaan Ical</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tak perlu lagi repot membincangkan wujud surga dan neraka. Agama mengajarkan untuk meyakini hal itu. Tapi jika tak puas dengan deskripsi di buku-buku dan kitab suci tentang api yang berkobar-kobar di neraka, cobalah datang ke kawasan Lumpur Lapindo di Porong sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mau menyaingi para uztad yang punya program wisata religius. Tapi, si empunya proyek gagal, Ical, telah menciptakan &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/1/23/air-berubah-jadi-api-di-kawasan-luapan-lumpur-siring-porong/"&gt;miniatur neraka di Porong&lt;/a&gt;, Sidoarjo sana. Mungkin ini bagian dari program Visit Indonesia 2008. Bukankah Ical bagian penting dari program itu? &lt;a href="http://deyoyok.multiply.com/journal/item/55/Kok_ada_Ical_"&gt;Ada gambarnya nyelip di sana&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ajaklah keluarga, teman dan handai tolan untuk berwisata ke neraka ciptaan Ical. Di sana anda akan melihat lautan lumpur yang panas dengan bau menyengat. Lho, mana api nerakanya? Coba berkunjung ke rumah &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/1/23/air-berubah-jadi-api-di-kawasan-luapan-lumpur-siring-porong/"&gt;Pak Hadi Wiyanto&lt;/a&gt;. Nyalakan korek di kamar mandinya. Dan, simsalabim, api pun berkobar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, belum pernah liat kan? Air berubah jadi api, sodara-sodara! Di tempat wisata mana di dunia ini yang ada keajaiban seperti ini??? Bau gas menyengat dari mana-mana. Rata-rata air di sumur, kran kamar mandi dan wastafel, airnya berubah menjadi api. Sungguh, petualangan ke neraka yang mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau pemandangan lain misalnya gambaran pengungsi macam di Sierra Leone akibat perang saudara? Wah, terlambat. Objek wisata yang satu itu udah digusur jauh2. Konon katanya ada yang digusur hingga ke Ambon, ke Kaltim. Itu sebuah upaya untuk memindahkan benih-benih konflik ke daerah yang baru. Yah, anda tau sendiri, pemimpin negeri kita kan ahli strategi, murid teladan tuan yang sedang terbaring sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana reaksi kumpulan orang2 bernama tim penanggulangan lumpur Lapindo [f**k buat orang2 yang selalu menggantinya dengan kata Lumpur Sidoarjo]? Belum ada respon. Ini kan peristiwa yang bagus sekali. Anda bisa memperlihatkan tontonan yang sangat menarik pada rombongan  wisatawan. Tentang bagaimana gambaran ketakutan warga terhadap air yang berubah jadi api, yang bisa membakar tubuh mereka setiap saat. Mau mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman? Bagaimana mungkin? Sampe sekarang ganti rugi penghilangan harta benda mereka belum dibayar!&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber inspirasi makian: &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/1/23/air-berubah-jadi-api-di-kawasan-luapan-lumpur-siring-porong/"&gt;berita Antara&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1817676169992346373?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1817676169992346373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1817676169992346373' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1817676169992346373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1817676169992346373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/01/simsalabim-inilah-neraka-ciptaan-ical.html' title='Simsalabim, Inilah Neraka Ciptaan Ical'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6547447876649249002</id><published>2008-01-13T18:44:00.000+07:00</published><updated>2008-01-15T18:49:39.116+07:00</updated><title type='text'>Berita Seragam, Setting-an Siapa?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Mungkin detik ini, seluruh mata di republik Indopahit, melihat ke satu arah, &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2008/01/menunggu-kematian-paman-gober.html"&gt;berita&lt;/a&gt;! Baik di televisi, koran (terbitan pagi-siang-sore-malem) dan internet. Isinya seragam, si anu menjenguk siapa. Mereka mungkin ga sadar, besok, ketika bangun pagi2, mereka ga bisa lagi membeli apa2 untuk mengisi perut. Karena harga kedelai dan terigu, bahan makanan rakyat jelata, melonjak semua. Terpaksa tempe dicampur singkong. Balik ke zaman awal peradaban? Makannya singkong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media, menurut gw, udah over expose. Tak ada lagi yang mengingat soal keseimbangan. Semua satu suara, satu muara, pemaafan. Herannya, yang berlomba2 memberi maaf justru bukan orang-orang yang tersakiti oleh u-know-who! [&lt;i&gt;ouh, saya pun melakukan itu. saya heran melihat Guruh di layar tivi. Tak ingatkah dia tentang kasus Dokter Hewan buat sang ayah? tapi sudahlah, itu hak dia. Dan Guruh memang bukan Rahma&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting siapa sih ini? Hanya ada dua nama! Pemilik kepentingan dan pemilik media. Siapa pemilik media di negeri ini? Halah, u-know-who-lah, masa masih nanya! Pemilik kepentingan? Yaelah, masih nanya juga. Sama aja, pendukung setia, u-know-who! [&lt;i&gt;terserah mau percaya atau nggak, ini memang cuma sok analisis bodoh gw&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada satu atau dua media yang tidak sepenuhnya over expose karena latar belakang dukungannya selama ini. Tapi menurut gw, koran itu tetep aja belum bersikap adil. Dan menurut gw, koran ini akan tetep ngikut ke selera pasar yang udah disetting mati2an oleh dua nama tadi. Mungkin takut ga laku kalo ga ikut yang seragam. Belum nyoba udah takut duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah...cuma &lt;a href="http://www.kompas.com"&gt;ibu-timun di kartun kompas&lt;/a&gt; yang masih berpikir jernih. Tetep sibuk antre minyak tanah, sibuk ngurus jatah raskin, sibuk ngurus askeskin, dan ga peduli pada bapak yang lagi sakit. Padahal ...itu suaminya sendiri, haqhaqhaq...pikiran jernih apa gila yak? :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, sementara semua orang sibuk dengan satu berita, &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com"&gt;pabrik satu ini&lt;/a&gt; memberitakan soal meninggalnya Sekretaris Yayasan Supersemar, Arjodarmoko. &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/01/13/brk,20080113-115307,id.html"&gt;Menurut berita itu&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;atas perintah Soeharto, Arjodarmoko disebut-sebut pernah membeli tanah 144 hektare di Citerurup Bogor, Jawa Barat. Tanah itu kini menjadi Sirkuit Sentul. Arjodarmoko sempat menolak menggunakan tanah itu untuk membantu memajukan olahraga balap. Alasannya, Yayasan Supersemar merupakan yayasan sosial. "Kami tidak mengurusi masalah olahraga," kata Arjodarmoko suatu ketika.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Innalillahi...&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;UPDATE:&lt;/span&gt; Effendi Gazali, Dosen di UI, &lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/Nasional/0801/15/143730.htm"&gt;mengkritisi media&lt;/a&gt; karena omongan tebar2 pesona soal Soeharto sibuk diberitakan dan porsinya terlalu besar. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sekarang kan salah satu yang jadi blunder itu, misalnya, jika dibandingkan perlakuan yang diberikan ke Soeharto dengan yang diterima para korban banjir. Apakah mereka dapat dokter puskesmas dan fasilitas kesehatan cukup? Apakah media massa juga memperlakukan mereka sama&lt;/span&gt;?"&lt;br /&gt;Betul bung! Ah, isi pikiran kita sama aja ya :p huehehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6547447876649249002?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6547447876649249002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6547447876649249002' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6547447876649249002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6547447876649249002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/01/berita-seragam-setting-siapa.html' title='Berita Seragam, Setting-an Siapa?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8409805610440057026</id><published>2008-01-12T16:18:00.000+07:00</published><updated>2008-01-12T16:21:31.719+07:00</updated><title type='text'>Menunggu Kematian Paman Gober</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fiksi, bukan fakta. Sebaliknya, fakta bukan fiksi. Maka sebuah karya fiksi memang tak bisa dikategorikan karya jurnalistik, meski didasarkan pada sebuah kisah nyata. Tapi saya suka karya2 fiksi semacam itu, seperti yang dibuat oleh Seno Gumira Ajidarma. Sama sukanya saya dengan karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Berikut, saya mengambil cerpen karya Seno Gumira Ajidarma ini dari sebuah milis yang entah telah mengalami berapa kali copy-paste sehingga saya tak mencantumkan lagi sumber milisnya. Sangat relevan dengan kondisi kekinian sebuah negeri antah berantah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menunggu Kematian Paman Gober&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seno Gumira Ajidarma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian paman gober ditunggu-tunggu semua bebek. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu-nunggu saat itu. Setiap kali penduduk Kota Bebek membuka koran, yang mereka ingin ketahui hanya satu hal : apakah hari ini Paman Gober sudah mati. Paman Gober memang terlalu kuat, terlalu licin, dan bertambah kaya setiap hari. Gudang-gudang uangnya berderet dan semuanya penuh. Setiap hari Paman Gober mandi uang disana, segera setelah menghitung jumlah terakhir kekayaannya, yang tak pernah berhenti bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kayanya Paman Gober, sehingga ia tak bisa hafal lagi pabrik apa saja yang dimilikinya. Bila terlihat pabrik di depan matanya, ia hampir selalu berkata, "Oh, aku lupa, ternyata aku punya pabrik sepatu." Kejadian semacam ini terulang di muka pabrik sandal, pabrik rokok, pabrik kapal,pabrik arloji, maupun pabrik tahu-tempe. Boleh dibilang, hampir tidak ada pabrik yang tidak dimiliki Paman Gober. Ibarat kata, uang dicetak hanya untuk mengalir ke gudang uang Paman Gober.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kaya raya, anggota klub milyarder no1, Paman Gober adalah bebek yang sangat pelit. Bahkan kepada keluarganya, Donal bebek, ia tidak pernah mewmberi bantuan, meski Donal telah bekerja sangat keras malah Donal ini, beserta keponakan-keponakannya Kwak, Kwik, dan Kwek, hamper selalu diperas tenaganya, dicuri gagasannya, dan hasilnya tidak pernah dibagi. Cendekiawan jenius Kota Bebek, Lang Ling Lung, yang dimuka rumahnya tertera papan nama Penemu, Bisa Ditunggu, pun hamper selalu diakalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berkali-kali Gerombolan Siberat, tiga serangkai kelas kakap, menggarap gudang uang Paman Gober, namun keberuntungan selalu berada dipihak Paman Gober. Pman Gober tak terkalahkan, bahkan oleh Mimi Hitam, tukang tenung yang suka terbang naik sapu. Sudah beberapa kali Mimi Hitam berhasil merebut Keping Keberuntungan, jimat Pman Gober, namun keping uang logam kumuh itu selalu berhasil direbut kembali. Tidak bisa dipungkiri, Paman Gober memang pekerja keras. Masa mudanya habis dilorong-lorong gua emas. Sebuah gunung emas yang ditemukannya menjadi modal penting yang telah melambungkannya sebagai taipan tak tersaingi dari Kota Bebek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang menjadi keprihatinan Nenek Bebek, sesepuh Kota Bebek yang mengasingkan ke sebuah pertanian jauh di luar kota, addalah kenyataan bahwa Paman Gober dicintai kanak-kanak sedunia. Pman Gober menjadi legenda yang disukai. Pman Gober begitu rakus. Pman Gober begitu pelit. Tapi ia tidak dibenci. Setiap kali ada orang mengecam,menyaingi, pokoknya mengancam reputasi Paman Gober sebagai orang kaya, justru orang itu tidak mendapat simpati. Paman Gober bisa menangis tersedu-sedu meski hanya kehilangan uang satu sen. Ia sama sekalli bukan tokoh teladan, tapi mengapa ia bisa begitu dicintai? "Dunia sudah jungkir balik," ujar Nenek Bebek kepada Gus Angsa, yang meski suka makan banyak, sangat malas bekerja. Namun Gus Angsa sudah tertidur sembari bermimpi makan roti apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suatu hari dia pasti mati," ujar Kwik.&lt;br /&gt;"Memang pasti, tapi kapan?" Kwak menyahut.&lt;br /&gt;"Kwek!" Hanya itulah yang bisa dikatakan Kwek. Dasar bebek.&lt;br /&gt;Begitulah, setiap hari, Lubas, anjing dirumah Donal, membawa Koran itu dari depan pintu ke ruang tengah.&lt;br /&gt;"Belum mati juga!"&lt;br /&gt;Donal segera membuang lagi Koran itu dengan kesal. Karena memang tiada lagi berita yang bisa dibaca di Koran. Banyak kabar, tapi bukan berita. Banyak kalimat, tapi bukan informasi. Banyak huruf, tapi bukan pengetahuan. Koran-koran telah menjadi kertas, bukan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bebek memang menunggu kematian Pman Gober. Itulah kabar terbaik yang mereka harapkan terbaca. Paman Gober sendiri sebenarnya sudah siap untuk mati. Maklumlah, sebagai generasi tua di Kota Bebek, umurnya cukup uzur. Untuk kuburanya sendiri, ia telah membeli sebuah bukit, dan membangun mausoleum di tempat itu. Jadi, bukanya Paman Gober tidak mau mati. Ia sudah siap untuk mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mestinya, bebek seumur saya ini, biasanya ya sudah tahu diri, siap masuk ke liang kubur. Makanya, ketika saya diminta menjadi Ketua Perkumpulan Unggas Kaya, saya merasakan kegetiran dalam hati saya, sampai beberapa lama saya bisa bertahan? Apa tidak ada bebek lain yang mampu menjadi ketua?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat semacam itu masuk ke dalam buku otobiografinya, Pergulatan Batin Gober Bebek, yang menjadi bacaan wajib bebek-bebek yang ingin sukses. Hampir setiap bab dalam buku itu mangisahkan bagaimana Paman Gober memeburu kekayaan. Mulai dari harta karun bajak laut, pulau emas, sampai sayuran yang membuat bebek-bebek giat bekerja, meski tidak diberi upah tambahan. Bab terakhir diberi judul Sampai Kapan Saya Berkuasa? Memang, Paman Gober adalah ketua terlama Perkumpulan Unggas Kaya. Entah kenapa, ia selalu terpilih kembali, meski pemilihan selalu berlangsung seolah-olah demokratis. Begitu seringnya ia terpilih, sampai-sampai seperti tidak ada calon yang lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terlalu, masak tidak ada bebek lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman Gober selalu berbasa-basi. Namun, entah kenapa, kini bebek-bebek menjadi takut. Paman Gober, memang, terlalu berkuasa dan terl;alu kaya. Setiap hari yang dilakukannya adalah mandi uang. Ketika Donal Bebek bertanya dengan kritis, mengapa Paman Gober tidak pernah peduli kepada tetannga, bantuan keuangannya kepada Donal segera dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu bebek tidak tahu diri, sudah dibantu, masih meleter pula."&lt;br /&gt;"Apakah saya tidak punya hak bicara?"&lt;br /&gt;"Bisa, tapi janngan asal meleter, nanti kamu aku sembelih."&lt;br /&gt;"Aduh, kejam sekali, menyembelih bebek hanya dilakukan manusia."&lt;br /&gt;"Ah, siapa bilang bebek tidak kalah kejam dari manusia."&lt;br /&gt;"Lho, manusia makan bebek, apakah bebek makan manusia?"&lt;br /&gt;"Yang jelas manusia bisa makan manusia."&lt;br /&gt;"Tapi Pman mau menyembelih sesame bebek, apakah sudah mau meniru sifat manusia?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman Gober mempunyai banyak musuh, namun Paman Gober suka memelihara musuh-musuh yang tidak pernah bisa mengalahkannya itu, justru untuk menunjukkan kebesarannya. Paman Gober sering muncul di televise. Kalau Paman Gober sudah bicara, kamera tidak berani putus, meskipun kalimat-kalimatnya membuat bebek tertidur. Paman Gober selalu menganjurkan bebek bekerja keras, seperti dirinya, dan Paman Gober juga semakin sering menceritakan ulang jasa-jasanya kepada warga&lt;br /&gt;Kota Bebek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba, kalau aku tidak membangun jalan, air mancur, dan monument, apa jadinya Kota Bebek?"&lt;br /&gt;Tidak ada yang berani melawan. Tidak ada yang berani bicara.&lt;br /&gt;"Paman Gober," kata Donal suatu hari, kenapa Paman tidak mengundurkan diri saja, pergi ke pertanian seperti Nenek, menyepi, dan merenungkan arti hidup? Sudah waktunya Pman tidak terlibat lagi dengan urusan duniawi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, aku mau saja Donal. Aku mau hidup jauh dari Kota Bebek ini. Memancing, main golf, makan sayur asem, dan membaca butir-butir falsafah hidup bangsa bebek. Tapi, apa mungkin aku menolak untuk dicalonkan? Apa mungkin aku menolak kehormatan yang segenap unggas? Terus terang, sebenarnya sih aku lebih suka mengurus peternakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hari-hari pun berlalu tanpa penggantian pimpinan. Demokrasi berjalan, tapi tidak memikirkan pimpinan, karena memang hanya ada atu pemimpin. Segenap pengurus bisa dipilih berganti-ganti, namun kedudukan Paman Gober tidak pernah dipertanyakan. Para pelajar seperti Kwik, Kwek, dan Kwak menjadi bingung bila membandingkannya dengan sejarah kepemimpinan kota lain. Kota Bebek seolah-olah memiliki pemimpin abadi. Generasi muda yang lahir setelah Paman Gober berkuasa bahkan sudah tidak mengerti lagi, apakah pemimpin itu memang bisa diganti. Mereka pikir keabadian Paman Gober sudah semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah celakanya kanak-kanak mencintai Paman Gober. Riwayat hidup Paman Gober dibikin komik dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Bebek terkaya yang sangat pelit dan rakus ini menjadi teladan baru. Nenek Bebek tidak habis pikir, mengapa pendidikan, yang mestinya semakin canggih, membolehkan budi pekerti seperti itu. Generasi muda ingin meniru Paman Gober, menjadi bebek yang sekaya-kayanya, kalau bisa paling kaya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paling kaya di dunia?" Kwak bertanya.&lt;br /&gt;"Iya, paling kaya di dunia," jawab Nenek Bebek.&lt;br /&gt;"Apakah itu hakikat hidup bebek?"&lt;br /&gt;"Bukan, itu hakikat hidup Paman Gober."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, nun di gudang uangnya yang sunyi, Paman Gober masih terus menghitung uangnya dari sen ke sen, tidak ditemani siapa-siapa. Matanya telah rabun. Bulunya sudah rontok. Sebetulnya ia sudah pikun, tapi ia bagai tak tergantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bebek menunggu kematian Paman Gober. Tiada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu-nunggu saat itu. Setiap kali penduduk Kota Bebek membuka koran, yang ingin meraka ketahui hanya satu : apakah hari nin Paman Gober sudah mati. Setiap pagi mereka berharap akan membaca berita Kematian Paman Gober, dihalaman pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 16 Agustus 1994&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8409805610440057026?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8409805610440057026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8409805610440057026' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8409805610440057026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8409805610440057026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/01/menunggu-kematian-paman-gober.html' title='Menunggu Kematian Paman Gober'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-9140149263315364800</id><published>2008-01-08T16:24:00.000+07:00</published><updated>2008-01-09T15:47:22.380+07:00</updated><title type='text'>Pekan Penuh Order Bagi Pendoa</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sejak akhir pekan lalu, ada berita besar. Soeharto, sakit lagi. Saking besarnya berita itu, &lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/04/time/164214/idnews/874944/idkanal/10"&gt;kata detik com&lt;/a&gt;, ranking penguasa orde baru ini melesat di deathlist.net di Inggris. Pekan ini, ada order besar bagi para pendoa. Order besar bagi para penjilat. Ketika berita itu tersiar, mereka ramai2 datang membesuk, mendoakan. Padahal mereka sebenernya berdoa bukan untuk si sakit. Tapi berdoa untuk kepentingannya sendiri. Sebentar lagi pemilihan umum, partai kami butuh suntikan dana segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/08/time/123218/idnews/876353/idkanal/10"&gt;Upah bikin RUU&lt;/a&gt; yang hanya Rp 21,4 miliar dan masih harus dibagi2 itu, tak mencukupi untuk modal ke 2009. Setiap anggota sirkus senayan, dapet Rp 1 juta per RUU. Jumlah RUU, 39. So masing2 dapet Rp 39 juta. Jumlah yang didapet sama anggota pansus dan komisi yang membahas RUU itu, serta pimpinan sirkus, beda lagi. Masing2 dapet Rp 5 juta per RUU. Kalikan 39 RUU, hasilnya, kaya raya. Walopun di ruangan cuma diem dan nitip absen.&lt;/i&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa-doa yang diikuti buaaanyak sekali pernyataan2. Sok memaafkan lalu disambung pernyataan2 yang sangat terlihat menjilat dari para pengecut. Mereka sengaja mengulur waktu. Menggantung nasib si sakit. Doa mereka sesungguhnya adalah: &lt;i&gt;Ya Tuhan, jangan kabulkan doa kami bagi si sakit agar kami bebas dari sorotan kasus ini. Agar kami tetap terlihat berani mengusut kasus ini. Agar kami tak dicap pengecut. Karena sesungguhnya, kami tak berani menyentuh kasus itu. Selamatkan wajah kami ya Tuhan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, benar2 pekan yang penuh order bagi para pendoa.&lt;br /&gt;Dan pekan penghinaan bagi mereka, korban-korban pelanggaran HAM. Yang puluhan tahun dipisahkan dengan keluarganya karena cap kejam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum reda berita besar itu, &lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/08/time/124121/idnews/876367/idkanal/10"&gt;ada tangisan seorang pendoa di pengadilan&lt;/a&gt;. Hakim menolak permintaannya untuk mendoakan Soeharto. Saat ditanya hakim kenapa dia berlinang air mata, dia bilang, kalau ga dapet beasiswa, mungkin ia tidak akan pernah berhasil dan bisa pake dasi seperti saat ia hadir dalam persidangan. Mungkin ia masih jadi petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;x-( Apa yang salah dengan jadi petani? Apakah orang berdasi lebih terhormat daripada petani? Apakah ga boleh jadi petani kalo udah dapet beasiswa? Oh, iya, saya baru ingat. Banyak petani dirampas tanahnya. Petani ditembaki. Petani dicekik dengan harga pupuk yang melangit. Ya, ya, dia bener2 patut bersyukur tak jadi petani.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;UPDATE:&lt;/b&gt; Saya menemukan qoute menarik yang &lt;a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/01/09/58/73952/memaafkan-soeharto"&gt;ditulis Dr Victor Silaen&lt;/a&gt;, Dosen Fisipol UKI:&lt;br /&gt;"Maret 1998, di tengah krisis moneter yang sangat mengguncang perekonomian Indonesia, Soeharto pernah berkata, &lt;i&gt;Dengan semangat kejuangan dan Saptamarga, jangankan harta, jiwa pun akan dipasrahkan untuk pengabdian kepada bangsa dan negara ini.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;Lalu kenapa aparat hukum demikian pengecut? Mengapa parpol kuning itu demikian menjilat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-9140149263315364800?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/9140149263315364800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=9140149263315364800' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/9140149263315364800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/9140149263315364800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/01/pekan-penuh-order-bagi-pendoa.html' title='Pekan Penuh Order Bagi Pendoa'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1658053326251569755</id><published>2008-01-02T19:15:00.000+07:00</published><updated>2008-01-02T19:20:19.169+07:00</updated><title type='text'>Visit Indonesia 2008 = Jalan2 ke Luar Negeri?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Seperti daerah lain, Kaltim juga sedang bebenah, melakukan persiapan untuk &lt;a href="http://www.tribunkaltim.com/TRIBUN-KALTIM-TERKINI/Targetkan-25.000-Wisatawan- Dinas-Pariwisata-Kaltim-ke-LN.html"&gt;mendukung program &lt;i&gt;Visit Indonesia 2008&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;. Kalau targetnya 25.000 wisatawan tahun ini, mungkin masih dalam kisaran angka yang wajar. Maklum, di sini cukup banyak objek wisata yang bisa dijual (?) Ditambah lagi, tahun ini Kaltim juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON XVII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaltim mengandalkan wisata alam dan budaya. Untuk wisata alam, ada taman laut Derawan di Kabupaten Berau, wisata arung jeram di kecamatan Long Bagun dan Long Pahangai, Kutai Barat, Taman Nasional Kayan Mentarang di Malinau, Hutan Lindung Sungai Wain dan penangkaran buaya di Balikpapan. Sedangkan untuk wisata budaya, Kaltim mengandalkan kawasan pemukiman adat Dayak Kenyah dan Dayak Krayan di Malinau, Dayak Benua di desa budaya Tanjung Isoi, Kutai Barat, dan desa budaya Pampang di Samarinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, yang disiapkan adalah paket perjalanan ke luar negeri. Katanya sih untuk promosi wisata ke Thailand, Jepang, Cina dan sebagainya. Daerah Eropa misalnya Jerman dan Italia, juga ke Rusia, untuk melanjutkan promosi yang udah dilakukan tahun lalu.&lt;br /&gt;Saya yakin, biayanya sangat mahal. Karena, saya yakin pula, jumlah rombongannya pasti tidak sedikit. Ada orang dinas pariwisatanya, ada pejabat provinsi, dan biasanya, ada wartawan. Biar pergi- pulangnya ga diributin, yang pasti anggota DPRD juga diajak. Anak-istri-suami juga, biasanya diajak. Ke banyak negara pula! Kalkulasi sendirilah beapa biayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut &lt;a href="http://www.tribunkaltim.com/TRIBUN-KALTIM-TERKINI/Targetkan- 25.000-Wisatawan-Dinas-Pariwisata-Kaltim-ke-LN.html"&gt;berita ini&lt;/a&gt;, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Firminus Kunum mengeluhkan sedikitnya anggaran untuk dinas yang dipimpinnya tahun ini. Hanya Rp 10 miliar. Jumlahnya turun Rp 1 miliar dibanding anggaran tahun lalu. Rp 800 juta diantaranya, dialokasikan untuk promosi wisata. Uang segitu katanya tak cukup untuk mengenalkan objek-objek wisata Kaltim ke dunia luar. Rp 1,6 m untuk pengembangan destinasi, Rp 1,4 m untuk renovasi tempat wisata dan usaha jasa. Sisanya, tak taulah, mungkin udah termasuk gaji PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, meski mengeluh dananya minim, mereka justru hanya menyiapkan kunjungan ke luar negeri untuk promosi. Bukan mempercantik dan membangun infrastruktur tempat wisata agar mudah diakses wisatawan. Dan, seberapa efektif sih promosi yang akan mereka lakukan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kok merasa, kalo misalnya mereka konsen membenahi objek wisata, lalu mengundang orang dalam negeri, bahkan 'cuma' masyarakat sekitar untuk datang ke sana, lalu sepulangnya orang2 itu akan bercerita ke orang lain, menulisnya di koran atau blog (?) tentang keunikan objek yang dikunjunginya, keramahtamahan masyarakatnya, kebersihannya, petugas jaga yang tidak sembarang mengutip uang masuk, akan lebih efektif. Ketimbang berombongan ke luar negeri, hanya bertemu segelintir orang (pejabat), blablabla...? Atau promosi di website? Bukankah dananya Rp 17 miliar? Dengan dana segitu, seharusnya semua yang orang butuhkan tentang wisata di Indonesia, udah ada di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cuma pendapat pribadi. Mungkin keliru karena berangkat dari perspektif berbeda. Sebab saya tak tau kalo misalnya &lt;i&gt;Visit Indonesia 2008&lt;/i&gt; itu artinya memang kunjungan orang2 Indonesia ke luar negeri. Mungkin memang seharusnya diganti dengan &lt;i&gt;Invite Indonesia 2008&lt;/i&gt;. Eh, kalo &lt;i&gt;invite&lt;/i&gt; pun diartikan undangan ke luar negeri, ya maap, kesalahan bukan pada kamus.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1658053326251569755?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1658053326251569755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1658053326251569755' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1658053326251569755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1658053326251569755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2008/01/visit-indonesia-2008-jalan2-ke-luar.html' title='Visit Indonesia 2008 = Jalan2 ke Luar Negeri?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5336329959789975256</id><published>2007-12-25T16:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-25T16:41:09.628+07:00</updated><title type='text'>Sejahteralah Menkokesra!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ehm...ini postingan yang telat. Tapi gpp, karena postingan ini tetep ga basi menurut gw.&lt;br /&gt;Ical jadi orang terkaya di negeri ini. Wajar, namanya juga menteri kesejahteraan rakyat. Menterinya harus sejahtera dulu, baru bisa ngurusin rakyat. Ngasih contoh yang baik kan?&lt;br /&gt;Rakyat boleh makin miskin, beban hidupnya makin berat. Tapi hal kek gitu ga boleh menimpa pejabat dan konglomeratnya. Kekayaan mereka harus terus membumbung tinggi. Contoh yang baik udah ditunjukin sama Ical. Hartanya naik empat kali lipat hingga 4,2 miliar dolar AS di penghujung 2007 ini. Semula kekayaannya 'hanya' 1,2 miliar dolar AS di 2006 dan dalam setahun naik menjadi 5,4 miliar dolar AS. Jadilah ia orang terkaya di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta Ical nambah dari bisnis tambang batubara melalui PT Bumi Resources Tbk dan bisnis sawit melalui PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk. Posisi pertama ini tahun lalu dipegang Sukanto Tanoto yang tahun ini harus puas di urutan kedua. Disusul bos rokok Gudang Garam, Rachman Halim dan Hartono dari kelompok PT Djarum Kudus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis keluarga Ical emang udah melebar dan meluber  kemana-mana. Dari soal infrastruktur, properti sampai bisnis telekomunikasi seluler. Menggurita deh! Luberan lumpur Lapindo sih, ga ada apa2nya dibandingkan bisnis Ical yang lain. Hiks...Lumpur Lapindo, kini oleh beberapa media diubah namanya menjadi lumpur Sidoarjo. Upaya menghilangkan jejak? Najis! Padahal kerusakan jelas disebabkan mereka, penjahat lingkungan!.&lt;br /&gt;Sayangnya, kekayaan sebesar itu, sama sekali ga berarti apa-apa untuk korban Lumpur Lapindo yang tetap jatuh miskin, tak dibayar. Ah, lupa, namanya juga menteri kesejahteraan rakyat! Pikirkan dululah kesejahteraan diri sendiri, baru mikirin rakyat. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...ada yang terlihat baru di catatan Forbes Asia ini. Ga ada lagi nama sepuh klan cendana, Soeharto dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia. Hanya ada nama Bambang Trihatmodjo yang untuk pertama kalinya secara mengejutkan masuk di peringkat ke-30. Konon kekayaannya yang 200 juta dolar AS karena kepemilikan sahamnya di perusahaan media di bawah bendera Global Mediacom.&lt;br /&gt;Ah, harta-harta di negeri ini memang jatuhnya tak pernah jauh dari nama-nama itu. Kalian yang di Sidoarjo sana, teruslah bermimpi. Ingat, hanya boleh mimpi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5336329959789975256?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5336329959789975256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5336329959789975256' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5336329959789975256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5336329959789975256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/12/sejahteralah-menkokesra.html' title='Sejahteralah Menkokesra!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-4197895001055512232</id><published>2007-12-05T19:29:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T19:35:51.373+07:00</updated><title type='text'>Ke Bali Ngobrolin Bumi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Mereka ngomong tentang pemanasan global&lt;br /&gt;Tapi pembabat hutan masih dipiara, untuk diperas hasil kayunya, dipake buat ongkos ke pemilu&lt;br /&gt;Pejabat2 itu bilang, hematlah listrik&lt;br /&gt;Tapi orang yang tinggal di sumber energi listrik ini tak pernah menikmati listrik seperti di istana mereka yang terang benderang. jadi apa yang harus dihemat?&lt;br /&gt;Orang2 sok penting itu ngomong, tanamlah pohon&lt;br /&gt;Tapi pohon baru tumbuh dua jengkal, tanahnya diratakan lagi untuk membangun pusat perbelanjaan di atasnya&lt;br /&gt;Pejabat2 itu mengimbau orang2 pake kendaraan umum&lt;br /&gt;Tapi mereka berlomba-lomba menambah koleksi mobil hingga jet pribadi, dan kami, para pejalan kaki dipaksa menikmati asap dari knalpot mereka&lt;br /&gt;Orang sok penting itu koar-koar soal rumah kaca, AC, kulkas&lt;br /&gt;Tapi mereka yang pertama marah2 pada office boy karena ruangan kurang sejuk padahal mereka sudah mulai gerah dalam balutan jas dan lilitan dasi di lehernya&lt;br /&gt;Lalu, orang yang duitnya buanyak itu, nyumbang sepeda biar ngurangin polusi&lt;br /&gt;Tapi dia lupa kejahatan lingkungan yang udah dilakukannya terlanjur mematikan ribuan kehidupan di Porong sana. Nyumbang sepeda tapi uang ganti rugi ga dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ah, semoga ada langkah nyata yang dihasilkan dari acara berbiaya muahalll, acara ngumpul2nya orang2 pinter di Bali untuk ngobrolin iklim planet ini&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-4197895001055512232?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/4197895001055512232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=4197895001055512232' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4197895001055512232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4197895001055512232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/12/ke-bali-ngobrolin-bumi.html' title='Ke Bali Ngobrolin Bumi'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-2869069037220277443</id><published>2007-11-28T14:56:00.000+07:00</published><updated>2007-11-28T15:00:55.970+07:00</updated><title type='text'>Kampanye cuci tangan dan cuci piring</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Keadilan makin mengukuhkan diri sebagai sebuah mimpi indah yang terlalu mewah untuk diraih mereka yang hidup dalam gusuran lumpur panas lapindo yang terus meluber. Pengadilan Negeri Jakarta pusat yang mengukuhkannya. Para hakim &lt;a href="http://www.tribunkaltim.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3331&amp;Itemid=27"&gt;menolak gugatan &lt;/a&gt;Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) terhadap pemerintah dan Lapindo Brantas Incorporated (Inc) terkait penanganan semburan lumpur di Porong Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para hakim yang terhormat itu bilang, Lapindo sudah maksimal menangani korban, karena mereka udah mengeluarkan kebijakan diantaranya membentuk tim penanggulangan lumpur. Mereka pengungsikan penduduk ke Pasar Porong, menyediakan angkutan, membayar kontrak rumah, menanggung sekolah anak2 korban, membayar jatah biaya hidup, dan sebagainya. Hakim juga bilang pemerintah tidak terbukti melakukan perbuatan yang melawan hukum akibat tidak terpenuhinya hak ekonomi dan sosial para korban semburan lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa iya kenyataannya seperti itu? Benar korban mengungsi ke Pasar Porong, sebab tak mungkin membiarkan diri mereka mati tertimbun lumpur panas. Benar mereka disediakan angkutan ke pengungsian, tapi setelah itu, mereka digusur dari pengungsian. Benar mereka diberi jatah biaya hidup, nasi bungkus yang sudah basi. Benar mereka dibayarin kontrakan rumah, tapi sisanya 80 persen, akan dibayar kapan2, tak sepadan dengan kerugian yang mereka alami. Sekolah anak- anak dibayarkan? Di sekolah bawah tanah, eh, lumpur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hakim tak melihat kenyataan awal, bahwa Lapindo lalai hingga terjadi semburan lumpur panas? Mengapa hakim tak melihat kenyataan kini, bahwa pemerintah memang tak peduli dan tak memilih menyelamatkan ribuan nyawa tapi memilih menyelamatkan satu orang, sang pemilik modal? Mengapa persoalan kesengsaraan para korban direduksi menjadi "Lapindo udah ngeluarin banyak duit", padahal itu karena kelalaiannya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ouh, si pemilik modal sibuk kampanye cuci tangan. Dan si bapak sibuk kampanye cuci piring. Padahal mereka juga pelaku!!! Benar2 gajah di pelupuk mata ga keliatan tapi semut di seberang benua tanpa pake teropong dan radar pengintai bisa keliatan.&lt;br /&gt;Ah, benar kata para korban, hanya pengadilan Allah yang bisa adil! Tapi ini bukan kalimat untuk menyerah. Esok masih panjang, berpegangan tanganlah, berjuang bersama!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-2869069037220277443?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/2869069037220277443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=2869069037220277443' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/2869069037220277443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/2869069037220277443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/11/kampanye-cuci-tangan-dan-cuci-piring.html' title='Kampanye cuci tangan dan cuci piring'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-7986846844768245070</id><published>2007-11-19T11:01:00.000+07:00</published><updated>2007-11-19T11:05:16.807+07:00</updated><title type='text'>Sssttt...Besan Katanya Terlibat!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Lagi2 pers disalahin. Ical gerah disebut sebagai pejahat lingkungan oleh Jaksa Agung Hendarman Supandji, maka yang disalahin wartawan. Kata Ical (dengan gaya pongahnya), Hendarman ga ngomong gitu, tapi wartawan memelintir ucapannya. Padahal, sehari sebelumnya, Hendarman memang ngomong gitu dan mengambil contoh peristiwa Lumpur Lapindo sebagai bentuk kejahatan lingkungan yang berdampak luas. Tidak hanya itu, Hendarman menyebut tindak pidana oleh pelaku ekonomi atau perseroan ternyata mempunyai dampak yang lebih luas daripada kejahatan perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, si bos lumpur itu bilang dia ga keganggu dengan pernyataan orang lain yang menyebutnya sebagai penjahat lingkungan, tapi buru2 minta klarifikasi ke Hendarman. Ical juga menantang orang untuk membuktikan tentang adanya kerusakan lingkungan dalam pengelolaan lumpur Lapindo, tapi dia udah lebih duluan masang iklan di koran bahwa Lapindo bukan kejahatan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(saya akan bikin pengakuan memuakkan. di koran, saya mendampingkan berita ini dengan iklan Ical. ada 'pagar api' tapi tak bisa dilihat semua orang sebagai pagar api. ah, menyedihkan, saya memang telat masuk kelas pelajaran &lt;a href="http://perempuanapi.multiply.com/journal/item/11/amnesia"&gt;tentang amnesia&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saat ditanya soal biota sungai yang menggelapar dan kemudian mati di sepanjang sungai Porong yang dialiri lumpur Lapindo, otak kadalnya mengeluarkan jawaban: "Ah Porong itu kan asalnya dari laut, makanya airnya asin. Yang keluar dari lubang pancaran itu asin bukan tawar". Ya Tuhan, apa ga pengen nabokin manusia satu ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ical ngomong begitu, di luar pagar istana, para korban lumpur Lapindo yang cuma diwakili 20-an orang itu sedang bentrok dengan polisi yang jumlahnya dua  kali lipat. Bukan lawan yang seimbang. Tapi bukankah orang-orang yang datang menuntut haknya memang harus dimatikan agar pemerintah tetap terlihat baik dan tak kekurangan wibawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban lumpur itu, tak berhak mengkritisi Kepres yang mengatakan ganti tekor tanah rakyat akan diangsur 20 persen dan sisanya dibayar kapan-kapan. Jadi, ketika mereka menuntut pembayaran ke tukang janji di istana itu, protokoler istana tinggal menagih surat permohonan-bertemu-tuan- presiden-nya. Dan korban pun berseru: &lt;i&gt;Apa presiden juga berpikir, Lapindo itu minta ijin kami dulu apa tidak ketika menenggelamkan rumah-rumah kami di Sidoarjo?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sssttt..., jangan brisik pak! Tuan Presiden dan anak emasnya sedang berunding, memilih pohon yang akan ditebang karena katanya sang besan juga tengah terlibat!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-7986846844768245070?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/7986846844768245070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=7986846844768245070' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7986846844768245070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7986846844768245070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/11/ssstttbesan-katanya-terlibat.html' title='Sssttt...Besan Katanya Terlibat!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1946843718393946072</id><published>2007-11-14T15:19:00.000+07:00</published><updated>2007-11-14T15:25:14.854+07:00</updated><title type='text'>Ikut Wamil Lalu Lawan!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ada obrolan tentang harga minyak dunia yang terus melambung. Di pinggiran sana, ada antrian panjang orang2 yang ingin membeli minyak tanah dengan uang pas-pasan, karena tabung gas yang dijanjikan sedang dikirim dari luar negeri. Ada pengeboran yang menghasilkan berjuta kubik lumpur di sana, menimbun sumber kehidupan orang-orang, menyingkirkan pemiliknya, jauh dari tanah tumpah darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kabar dari &lt;a href="http://worldphoto.ap.org"&gt;AP&lt;/a&gt;, di India, tiga petani meninggal karena berunjukrasa menentang seorang pengusaha asal Indonesia yang akan mendirikan pusat industri kimia perminyakan di lahan pertanian mereka. Di desa-desa kita, perampasan tanah juga masih terjadi. Sementara di kota, setiap hari ada penggusuran, agar yang kumuh dan miskin, tersingkir jauh dan tak terlihat mata pejabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kata2 baru dalam rapat penting para pejabat, remunerasi. Katanya, gaji 2.000 orang dari mereka harus dinaikkan. Sementara di luar sana, 37.000.000 jiwa berkutat dalam kemiskinannya. Tak tahu arti remunerasi. Mereka hanya bisa mencari sesuap nasi di belantara beton, karena di belantara hutan, tak ada lagi yang bisa dipunguti. Hutan sumber hidup mereka, telah habis dimakan cukong (dan dibagi sedikit untuk pesta pemilihan presiden) sebelum kabur entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tangis pilu dekat padang ilalang sana. Seorang anak tersambar peluru dalam latihan menembak berseragam loreng. Di kampung sebelah, ada tangis juga setelah banyak kematian karena gigitan nyamuk dan kotoran unggas? Seorang lagi mati terkena ranjau ketika berjuang mendapatkan pecahan ranjau untuk dijual ke pasar loak, karena harganya konon mahal, bisa untuk makan anak istri 3 hari ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah mengeluh, berhentilah menangis. Sebentar lagi ada latihan militer besar-besaran. Walaupun 97 persen dananya masuk ke kantong safari mereka, kalian bisa makan nasi gratis di atas ompreng. Walaupun latihannya berat, mungkin akan membuat kalian kuat untuk melawan ketika teraniaya! Ya, Lawan!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1946843718393946072?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1946843718393946072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1946843718393946072' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1946843718393946072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1946843718393946072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/11/ikut-wamil-lalu-lawan.html' title='Ikut Wamil Lalu Lawan!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-7913171955405485791</id><published>2007-11-10T18:00:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T21:36:43.534+07:00</updated><title type='text'>Menunjuk Gajah di Pelupuk Mata</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Bahasan blog soal kopas-mengkopas dan contek-menyontek lagi ngetren. Saya akhirnya pengen ikut gerbong yang rame itu sebagai &lt;a href="http://ndorokakung.com/2007/11/10/penumpang-pecas-ndahe/"&gt;penumpang&lt;/a&gt;. Saya pernah mengalami kejadian serupa. &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2007/07/miss-cantik-tapi- palsu.html"&gt;Postingan saya&lt;/a&gt; dikopas utuh di &lt;a href="http://gagastika2007.blogspot.com/2007/07/aspal/html"&gt;sebuah blog&lt;/a&gt;. Saya baru tau postingan saya dikopas, setelah diberitau &lt;a href="http://tikabanget.com"&gt;Bu Polwan yang suka kebangetan ituh&lt;/a&gt;, hehehe. Rasanya? Aneh...seperti bertemu hasil kloningan setelah dewasa. Rasanya juga agak sebel karena aaya yang sibuk mikir untuk mencari isu lalu merangkai kata, eh, orang lain tinggal masang di blognya seolah2 sebagai hasil karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu udah berlalu dengan penuh pemakluman (apalagi saya nyadar, postingan itu terinspirasi dari hasil liputan kawan saya di lapangan. walaupun bukan kopas, saya tinggal ngembangin bahan yang ada). Mungkin &lt;a href="http://gagastika2007.blogspot.com"&gt;yang punya blog&lt;/a&gt; lagi ada tugas sekolah, belum bisa bikin tulisan sendiri, tapi konsen bikin blog, isinya tinggal kopas dari blog lain. Atau bisa jadi, kopas itu juga salah satu latihan, hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu akhir2 ini, blog para seleb sibuk membahas kasus serupa, soal kopas mengkopas. Di blog &lt;a href="http://ndorokakung.com"&gt;seleb satu ini&lt;/a&gt; bahkan dibikin seperti serial. Mulai dari proses mengagumi sebuah blog, lalu membahasnya karena blog yang telah dicitrakan itu diduga blog yang hanya berisi kopasan. &lt;a href="http://ndobos.com"&gt;Seleb lainnya&lt;/a&gt; baru saja ngajak saya ngobrol soal itu. Maaf, kopas cetingan kami udah kehapus, tapi kira2 intinya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: Soal kopas itu, sampe dibahas kek serial ya, Mas, di blognya Ndoro.&lt;br /&gt;Mbilung: Kenapa sampe dibahas rame gitu?&lt;br /&gt;Saya: Mmm...karena dia perempuan, cantik, jadi banyak yang kritik dan sirik&lt;br /&gt;Mbilung: Kira2 kalo saya yang kopas, akan seramai itu juga ga?&lt;br /&gt;Saya: Anda siapa?&lt;br /&gt;Mbilung: Saya seleb&lt;br /&gt;Saya: Mmm...kalo ketahuan&lt;br /&gt;Mbilung: Jadi kalo ga ketahuan, boleh kopas?&lt;br /&gt;Saya: nggak boleeeeeh&lt;br /&gt;Mbilung: Kenapa maling ayam dan pejabat korup nasibnya beda? Padahal sama-sama maling?&lt;br /&gt;Saya: Karena satunya terkenal, satunya orang biasa&lt;br /&gt;Mbilung: Jadi kalo kasusnya kopas blog, kalo seleb yang kopas dan ga ketahuan, gpp?&lt;br /&gt;Saya: Ga boleeeeeehhhh! Jujur kek sama diri sendiri. Tapi kalo kasus kopas, saya juga pernah ngalamin. Saya baru tau setelah dikasih tau sama Tika&lt;br /&gt;Mbilung: Kasus itu juga mungkin sama, tau karena ada yang ngasih tau.&lt;br /&gt;Saya: Ya kalo saya juga tau, punya bukti, saya juga akan ngomong, posting. Jadi penumpang dan ikut ngetop, hehehe&lt;br /&gt;Mbilung: Kalo kamu ngeliat seleb ngopas posting seleb, kamu akan diem aja?&lt;br /&gt;*Mbilung nunjukin gajah di pelupuk mata&lt;br /&gt;Saya: Hah??? Ndoro tau?&lt;br /&gt;Mbilung: Penting ga dia tau?&lt;br /&gt;Saya: *nyengir. Mmm...mungkin semut di seberang lautan keliatan, gajahnya diumpetin. Karena sekarang saya baru ditunjukin gajahnya, ya saya ngasih tau sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saya komentar di blog Ndoro dan Mbilung. Di blog Mbilung saya bilang: &lt;i&gt;Gajah yang di seberang lautan baru keliatan, jadi baru bisa nunjuk sekarang :p nih, &lt;a href="http://ndobos.com/archives/300#more-300"&gt;gajahnya&lt;/a&gt;  dan &lt;a href="http://ndorokakung.com/2006/11/30/hujan-pecas-ndahe/"&gt;ini&lt;/a&gt;.  gajah kembar kan?&lt;/i&gt; Di blog Ndoro, saya bilang: &lt;i&gt;ndoro, yang terhormat…, saya mau tanya. gimana pendapat ndoro tentang &lt;a href="http://ndorokakung.com/2006/11/30/hujan-pecas-ndahe/"&gt;postingan ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ndobos.com/archives/300#more-300"&gt;postingan ini&lt;/a&gt; ??? kenapa yang itu ga dibahas, dan postingan sarah di bahas sampai beberapa serial? apa karena sarah cantik, ngetop dan perempuan? atau kalo seleb, boleh kopas? segitu aja pertanyaannya. ma kasih&lt;/i&gt;. Oh iya, ternyata, comment di tempat Ndoro sekarang pake moderasi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http//ndobos.com"&gt;Sir&lt;/a&gt;, sekian laporan gajah dari seberang lautan :p&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;UPDATE:&lt;br /&gt;- Comment di blognya &lt;a href="http://ndorokakung.com"&gt;Ndoro&lt;/a&gt; ga pake moderasi lagi&lt;br /&gt;- Mas &lt;a href="http://ndobos.com"&gt;Mbilung&lt;/a&gt;, Anda benar, tak ada yang peduli. Kawan memang tak boleh dilibas :p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-7913171955405485791?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/7913171955405485791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=7913171955405485791' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7913171955405485791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7913171955405485791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/11/menunjuk-gajah-di-pelupuk-mata.html' title='Menunjuk Gajah di Pelupuk Mata'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-8949542762323597430</id><published>2007-11-09T19:06:00.000+07:00</published><updated>2007-11-09T19:09:22.843+07:00</updated><title type='text'>Warga istimewa itu kabur lagi?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Belum habis rasa kaget saya karena Adelin Lis divonis bebas oleh majelis hakim, padahal jaksa menuntutnya 10 tahun penjara, kini katanya Adelin Lis malah udah menghilang lagi sebelum polisi sempat meringkusnya untuk kasus lain. Ada apa ini, ada apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih Adelin Lis? Kenapa ia begitu istimewa sehingga konon semua pejabat ingin melindunginya? Katanya lagi, bahkan ada kirim2an surat cinta antara menhut, hakim, polisi, jaksa dan pengacara. Belakangan, konon lagi, mungkin presiden akan disurati juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa untuk kasus ini, kehutanan dan kepolisian bisa berseberangan gitu? Trus, kok begitu njomplang antara tuntutan dan vonis yang diajukan jaksa dan diputuskan hakim? Belajar ilmu hukum dimana ya, mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, terlihat sangat transparan, sangat jelas, bahkan oleh orang buta, bahwa Menhut membela Adelin Lis ketika Menhut menyerang Polri. Lihat, kata Menhut, "Polri harusnya introspeksi diri dong, lha wong Adelin Lis itu memiliki izin HPH yang dikeluarkan Dephut". Ehm...kok ditelinga saya yang kadang2 budek ini kedengaran seperti: "Heh, polri, berani2nya lu ya! Lu ga tau, gw ini bekingnya Adelin Lis"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus Polri menjawab: "Menhut dong yang introspeksi, kan tugas polisi cuma membantu penegakan hukum khususnya UU Kehutanan, pasal 50, bahwa pemegang izin HPH tidak boleh melakukan perusakan hutan". Rasa2nya seperti berbunyi: "Lu boleh jadi beking tapi kan gw bagian keamanan. Bagi2 dong, duit pengamanannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dua gajah berkelahi, semut mati keinjek dan hutannya tetep gundul. Tapi pengacara tetep kek belut, licin abis. Jaksa dimainin, hakim dibodohin, dan bebaslah sang klien. Kita yang ga tau masalah, cuma bisa bengong. Apalagi saya yang buta soal hukum, cuma bisa ternganga2 dan senyum kecut...ada apa sih ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tahun lalu gw nulis di blog ini juga soal &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2006/09/maling-jagoan-dan-jagoan-maling.html"&gt;Adelin Lis&lt;/a&gt; setelah dia ditangkap di Beijing, ada yang nyolot di comment. Katanya, harusnya gw ga cuma katanya katanya, tapi harus membuktikan kalo orang2 yang gw tulisan di blog itu bener2 korupsi. Lho...saya ini cuma seorang pemarah yang nulis di blog ga berguna! Gimana membuktikannya ya? Sekali lagi, apa gw hapus aja blog ga berguna ini? Huh, capek!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-8949542762323597430?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/8949542762323597430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=8949542762323597430' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8949542762323597430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/8949542762323597430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/11/warga-istimewa-itu-kabur-lagi.html' title='Warga istimewa itu kabur lagi?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6270997501137797834</id><published>2007-11-07T16:25:00.000+07:00</published><updated>2007-11-07T16:35:44.820+07:00</updated><title type='text'>Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Saya kelamaan &lt;a href="http://senandung.wordpress.com"&gt;ngeblog menye2 tak berguna&lt;/a&gt; sampe lupa menengok lingkungan saya, hingga semalem seorang temen ngirim sms, isinya tentang kejengkelan pada Pilkada di Sulsel. Pilkada di sana udah berlangsung 5 November kemarin. Tapi ribut2nya sampe semalem. Kata temen saya, &lt;i&gt;Makassar macet abis, dari sore sampe tengah malam. Katanya tol ditutup karena banjir, tapi lebih banyak yang percaya akibat konvoi pendukung calon gubernur. Dari tiga calon, ada dua calon yang mengklaim kemenangan ada di pihak mereka. Pendukung keduanya lalu konvoi kemana-mana, padahal pengumuman resmi baru pekan depan. Yang menderita rakyat juga, sampe banyak yang jalan kaki. Apa yang seperti itu yang akan jadi gubernur? Cuih, kesehatan gratis katanya? Hueks, teori, bullshit! Mana ada dokter gratis, sekolah mahal-mahal trus jadi dokter yang ngasih harga gratis? Puih!&lt;/i&gt; (aslinya sms ini dengan logat makassar dalam kejengkelan yang memuncak!) Temen saya juga bilang; sebenernya dia tak marah, dia cuma jengkel (bedanya apa ya?) karena urusan pilkada udah masuk ke wilayah pribadinya padahal dia golput. Katanya lagi: &lt;i&gt;kalo kamu mau jadi gubernur, terserah, asal jangan menyusahkan orang lain, karena cuma kau yang akan kaya, dan itu bukan urusan saya&lt;/i&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hohoho...kemarahan yang amat sangat!&lt;br /&gt;Tapi, emang seperti itu kondisinya. Pilkada dan pemilu dimana2 ga ada yang membawa perubahan. Yang ada setelah pemilihan, orang2 yang terpilih dengan terpaksa itu, hanya berlomba2 memperkaya diri sendiri, sibuk dalam usahanya mengembalikan modal, dan separuh masa jabatan berikutnya berlomba2 lagi ngumpulin modal buat ke pemilihan berikutnya. Dan kita, dapat apa? NOL besar! Jalanan tetap seperti kubangan kerbau, macet, banjir, hutan habis, susah nyari kerja, air bersih ga ada, listrik padam terus, harga minyak tanah dan beras mahal. Ga usah berbicara tinggi-tinggi dengan judul penegakan hukum dan HAM, karena yang kecil2 saja tidak pernah terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pekan lalu, seorang pejabat berkunjung ke kantor kami, dia dengan wajah yang sungguh- sungguh prihatin (saya percaya dia benar2 prihatin), bercerita tentang kondisi pedalaman Kaltim yang merupakan daerah terkaya di Indonesia ini dengan sumber batubara terbaik di dunia. Di pedalaman sana, satu sak semen, harganya satu juta rupiah! Padahal di kota, satu sak semen hanya sekitar Rp 50 ribu. Lalu, di daerah pedalaman lain, harga ayam potong mencapai Rp 120.000 per ekor! Bisa dibayangkan, berapa duit yang harus dikeluarin untuk membangun sebuah rumah sederhana, atau untuk menikmati hidangan sekali makan, tanpa menghitung biaya lain2 seperti beras dan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, orang-orang pedalaman, tidak cukup akrab dengan rumah tembok/semen karena mereka terbiasa dengan lingkungan yang sepenuhnya bergantung pada alam. Mereka bisa membuat rumah berbahan kayu. Lalu makan bukan dengan lauk ayam. Tapi kenyataan soal harga-harga ini bener2 menyesakkan. Perbandingan harga yang sedemikian timpang, menunjukkan bahwa pembangunan bener2 sangat tidak merata. Padahal katanya kita udah merdeka dari tahun 1945??? Dan masih ada daerah yang tidak terjangkau sepotong pun alat transportasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, karena setiap pemilu, yang terpilih adalah orang2 yang hanya ingin duduk enak di kursi empuk, ogah tertusuk duri dan onak di hutan (yang udah gundul), anti kena lumpur di jalanan yang becek (apalagi di Porong). Intinya, saya pengen bilang ke temen saya yang semalem ngirim sms, kemarahanmu, seperti biasa, mungkin akan percuma. Sama seperti &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com"&gt;isi blog saya&lt;/a&gt; yang &lt;a href="http://senandung.wordpress.com"&gt;ga berguna ini&lt;/a&gt;, hanya akan lalu diterbangkan angin! Dan jika Sulsel besok atau lusa akan rusuh karena Pilkada, maka kerusuhan itulah yang akan dipanen oleh rakyat seperti kita. Akan selalu seperti itu, menang jadi arang, kalah jadi abu!&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;PS: kalo blog ga berguna, memang sebaiknya dihapus aja, toh?&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6270997501137797834?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6270997501137797834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6270997501137797834' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6270997501137797834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6270997501137797834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/11/menang-jadi-arang-kalah-jadi-abu.html' title='Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6391295599687111300</id><published>2007-11-02T22:00:00.000+07:00</published><updated>2007-11-02T22:09:14.213+07:00</updated><title type='text'>Wajib Militer dan Dana Pemilu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com"&gt;Tempointeraktif&lt;/a&gt; kemarin memberitakan tentang &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/11/01/brk,20071101-110600,id.html"&gt;wajib militer&lt;/a&gt; yang akan diberlakukan di Indonesia. Udah lama sih dengernya, udah pernah gw posting juga di sini. Ga tau napa baru muncul lagi. Katanya rancangan undang-undang lagi digodok. Huh! Nanti, warga negara yang usianya 18-45 tahun wajib ikut. Dan...jika pemerintah meminta, semua warga negara, apapun profesinya, ga boleh nolak! Padahal tanpa wajib militer pun, negeri ini sudah sangat sangat fasis! Liatlah, ada Pamswakarsa, FPI (hiks...), Satpol PP juga (alat negara yang dipake buat menggusur2 orang itu!) ataupun kelompok2 semi militer pendukung partai-partai politik. Singkatnya, orang2 sipil yang dipersenjatai. Sikap mereka, lebih militeristik dari militer sendiri. Loreng palsu yang lebih songong daripada loreng asli. Menjijikkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi masih ada yang lain yang juga menjijikkan. Tuh, dana buat menggelar pesta pejabat tahun 2009. Gede banget! Rp 47,9 triliun! Belum lagi kalo misalnya dikalikan dengan jumlah 33 provinsi dan 500 lebih kabupaten kota (kalo ga salah :p). Belum lagi kalo misalnya harus ada pemilu putaran berikutnya karena dukungan putaran pertama belum cukup. Dan...eh, masih sedang disorot aja, KPU udah bilang: kemungkinan dana Rp 47,9 triliun itu masih akan bertambah 40 persen karena banyak daerah dimekarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kalo misalnya ada pengerahan massa khusus untuk ngamuk karena seolah2 ga puas jagoannya ga menang (padahal yang nyuruh ngamuk si jagoan). Habislah semua fasilitas negara dibakar2, tapi diam2 disambut gembira sebagian besar pejabat sebab itu berarti ada alasan lagi minta dana pembangunan yang bisa di-mark-up. Ah, mahalnya harga demokrasi ya? Apa iya setelah pesta2 pejabat itu, trus akan terpilih pemimpin yang bikin makmur, adil, bukan koruptor, yang bener2 bekerja untuk rakyat? Udah berapa puluh tahun sih kita diboongin? Apa dikira kalo ongkosnya gede trus hasilnya juga baik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duit hampir Rp 50 triliun itu buat apa aja? Bukannya masih bisa pake alat-alat yang dipake tahun 2003 lalu? Serusak apa sih kaleng-kaleng mirip bekas krupuk itu? Kalo bolong kan bisa dilakban. Duh, cuma buat dipake stengah hari aja, masa harus keluar duit segitu banyak? Hasilnya juga cuma buat lima tahun (kalau beruntung), yang bukan dipake kerja buat rakyat tapi dipake buat ngembaliin modal. Coba kalo dana buat beli kaleng2 krupuk (yang pasti nyaring bunyinya itu), dipake bikin sekolah dan membiayai pendidikan. Brapa banyak tembok2 sekolah yang terbangun? Coba, sebanding nggak, anggaran pemilu yang cuma bermanfaat (?) untuk lima tahun dengan anggaran pendidikan kita yang akan bermanfaat seumur hidup bagi anak-anak kita? Ziiiggghhh....emang udah harus dilenyapkan orang2 yang ga punya otak dan hati itu!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6391295599687111300?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6391295599687111300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6391295599687111300' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6391295599687111300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6391295599687111300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/11/wajib-militer-dan-dana-pemilu.html' title='Wajib Militer dan Dana Pemilu'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5772558625052299337</id><published>2007-10-27T21:28:00.001+07:00</published><updated>2007-10-27T21:28:47.669+07:00</updated><title type='text'>Renovasi rumah ga rusak Rp 350 miliar</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ah, kalian pasti udah bosen dengan berita2 memuakkan dari gedung sirkus itu. Tapi koran pasti sepi jika dalam sebulan tak ada berita dari aksi2 konyol yang mereka lakukan. Entah berkelahi, entah agenda studi banding ke luar negeri padahal cuma jalan2 dan belanja belanja, atau minta kenaikan gaji, tunjangan, uang komunikasi dll, renovasi gedung, pokoknya apa aja yang berbau duit. Kali ini apalagi? Ya pastilah ga jauh2 dari urusan fasilitas. Seperti kata &lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/27/time/155513/idnews/845616/idkanal/10"&gt;detikcom&lt;/a&gt;, mereka mo merenovasi rumah dinas! Dananya? Rp 350 miliar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fantastis! Ketika pengungsi Gunung Kelud hanya bisa makan nasi basi (walopun paduka presiden sedang berkunjung ke sana), ketika korban Lapindo dua kali lebaran di pengungsian tanpa opor ayam dan ketupat tapi hanya dengan bau lumpur, ketika korban gempa Sumatra masih kelaparan karena kekurangan bantuan, mereka masih mikirin untuk renovasi rumah yang sebenernya tidak rusak, tidak terbang atapnya karena puting beliung, tidak retak temboknya karena gempa, tidak ternoda lantainya karena banjir! Bener2 ga punya perasaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba, duit Rp 350 miliar itu dipake buat renovasi gedung dan biaya sekolah di daerah bencana, berapa banyak anak yang bisa terselamatkan masa depannya? Kalo dipake buat membangun tempat pengungsian sementara bagi korban Kelud yang lebih layak huni dan memasok bahan makanan buat mereka, pengungsi2 itu tidak akan setiap saat meminta kembali ke kampung halamannya yang berselimut debu dan ancaman setiap saat tertimpa lahar panas. Betapa tidak pekanya mereka, walaupun katanya, itu kerjaannya si sekjen DPR. Ah, yang bener?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya.., rencananya, renovasi akan dilakukan mulai Januari 2008 dan akan berlangsung sekitar setahun. Selama pengerjaan renovasi, para anggota DPR yang menempati rumah itu, bakal dikasih uang pengganti sebesar Rp 20 juta untuk menyewa rumah atau apartemen. Oh, God! Padahal, banyak rumah kosong di kompleks itu. Mereka juga pasti punya rumah yang lain. Waduh...! Lihat di sana, pengungsi2 korban lumpur Lapindo Brengsek itu masih saja harus puasa, lebaran, natal, dua kali di lokasi pengungsian, dan masih juga diuber2, disuruh pindah, dan dihantui jebolnya tanggul2 berisi lumpur panas setiap saat.&lt;br /&gt;Masih berminat berpartisipasi di pesta pejabat 2009 nanti?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5772558625052299337?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5772558625052299337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5772558625052299337' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5772558625052299337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5772558625052299337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/10/renovasi-rumah-ga-rusak-rp-350-miliar.html' title='Renovasi rumah ga rusak Rp 350 miliar'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1090870549186007646</id><published>2007-10-24T16:08:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T16:18:26.780+07:00</updated><title type='text'>Setelah 3 tahun, sepulang dari Kediri</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Postingan yang agak terlambat. Harusnya diposting hari Sabtu lalu, tepat tiga tahun pemerintahan SBY-JK. Tapi gw masih dalam masa2 males nulis, makanya baru sekarang kesampean, setelah dipaksa2 untuk ga bermalas2an. Caranya, dengan berpikir, "Masa sih gw ga nyela2 ulang tahun ketiga mereka? Apa yang udah mereka lalukan selama tiga tahun ini? Sudahkah janji2 mereka di kampanye pilpres lalu, terujud?" Maka menulislah saya hari ini :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...sepertinya raport masih merah. Tahun pertama dan kedua, lalu ketiga, dipenuhi dengan bencana alam dan musibah transportasi dan diwarnai korupsi bantuan korban. Oke, bencana memang terjadi bukan karena dia jadi presiden. Tapi banyak bencana yang bisa dicegah dengan dengan satu sikap tegas untuk menindak para perusak lingkungan, menjalankan aturan dengan benar, tidak meloloskan izin bagi perusak hanya karena mereka punya banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan korban, rasanya sudah cukup baik karena kemampuannya emang cuma segitu. Kecuali pada kasus lumpur Lapindo itu. Haduh, selalu, darah gw naek ke ubun-ubun kalo udah soal Lapindo. Itu salah satu cacat terbesar SBY-JK. Karena terlalu sayang sama (duit) Ichal. Padahal jelas2, perusahaannya menyengsarakan banyak orang, menghilangkan sumber hidup mereka. Tapi Ichal juga ga diapa2in sampe sekarang, padahal perusahaannya juga ga membayar ganti rugi kerusakan yang udah dibikinnya di sana. Jadilah warga Porong dua kali puasa dan lebaran di pengungsian (nyaingin bang toyib). Masih pantaskah pemerintahan ini dikatakan punya hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun ketiga, di tengah merebaknya kasus korupsi kelas kakap diselingi musibah dan bencana, mereka udah mulai sibuk menyiapkan pemilihan presiden tahun 2009. Lalu kapan waktu untuk rakyat? Ga cuma mereka berdua, menteri2nya juga ikut2an. Memanfaatkan jabatan untuk mencari popularitas, agar bisa ngetop di tahun 2009. Syukur2 terpilih jadi anggota sirkus, bisa jalan2 ke luar negeri, minta kenaikan tunjangan, dapet pensiun, hanya dengan masa kerja 5 tahun yang diisi dengan duduk diem dan berkelahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus HAM dan korupsi kelas kakap, masih gitu2 aja. Soeharto, Munir, korban 65, kasus BLBI, apanya yang berubah? Kinerja birokrat dan anggota sirkus, masih nol, ga ikut direformasi sehingga mereka bener2 jadi raja di tiap daerah, departemen, bahkan hingga ke divisi masing2. Anggota sirkus kerjanya cuma bertengkar, gonta ganti parpol yang ga jelas kerjanya apa. Dan...huh, ketika terjadi pergantian beberapa menteri, Abrizal Bakrie tetep aman di tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, ada satu perubahan yang cukup meningkat yang dilakukan SBY-JK. Yaitu pelantikan tim ini dan tim itu, dewan ini dan dewan itu. Tapi belum satu pun yang kelihatan hasilnya. Tim Lapindo? Huh, masih kalah sama kekuatan uangnya Ical. Dewan Pertimbangan? Aaahhh...gajinya doang yang gede, tapi belum ada satupun pertimbangan yang diberikan ke bapak presiden yang terhormat yang mendatangkan keuntungan bagi rakyat. Jadi, apalagi yang bisa diharapkan dari pemerintahan ini? Eh, hari ini konon Pak Presiden mau ke Kediri. Kata&lt;a href="http://www.detik.com"&gt;nya&lt;/a&gt; di sana serem lho! Siapapun &lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/24/time/111606/i dnews/844431/idkanal/10"&gt;presiden yang ke Kediri&lt;/a&gt;, pasti lengser! Upsss...! Mari kita lihat, apa yang terjadi setelah tiga tahun, sepulang dari Kediri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1090870549186007646?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1090870549186007646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1090870549186007646' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1090870549186007646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1090870549186007646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/10/setelah-3-tahun-sepulang-dari-kediri.html' title='Setelah 3 tahun, sepulang dari Kediri'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3461586042929377351</id><published>2007-10-10T21:09:00.001+07:00</published><updated>2007-10-10T21:13:00.219+07:00</updated><title type='text'>Para Pencari Kursi Ga Tau Diri</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Bener-bener ya, yang ngaku para pemimpin itu, pada ga tau diri. Orang-orang masih sibuk menangis karena digusur dari rumah susun, para janda tentara digusur dari rumah tinggal mereka, warga Porong belum dapat tempat berteduh yang pasti, luka korban gempa belum kering, anak-anak yang dagangan orangtuanya dihancurin satpol PP dan FPI belum tau mau makan apa di hari lebaran, belum reda tangisan para keluarga TKI yang dibantai di luar sana, yang ngaku2 pemimpin itu udah pada berebut untuk jadi presiden. Padahal pemilihan masih 600 hari lebih! Dua tahun lagi! Bukannya kerja untuk rakyat, malah nimbun modal buat pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya sama aja, SBY, Kalla, Megawati, Gus Dur, Wiranto, halah, semuanya. Ini lagi nih, Sutiyoso. Halah...menyebalkan semuanya. Kok ya ga ada yang inget, SBY, Sutiyoso, bukannya dulu mereka itu yang sibuk mukulin Mega? Kok ya jadi amnesia? Padahal yang bener2 korban saat kejadian, belum bener2 sembuh. Keluarga mereka hilang ga ketahuan kuburnya, ada yang jadi korban fitnah seumur hidup, ada yang cacat. Tapi, ada juga korban yang memilih bergabung dengan partai-partai yang dulu memukul mereka hingga roboh. Dunia yang aneh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okeee...butuh waktu buat ngenalin diri ke masyarakat, biar ntar terpilih. Tiap hari nongol di tipi, ngasih pernyataan2 sok baek, ngasih bantuan di sana sini, dll, bener2 memabukkan! Hah, ada yang sok kalem, katanya: belum saatnya mikirin pilpres, sekarang fokus mikirin negara. Dan sayangnya, orang2 pada ketipu. Dikira itu pernyataan sangat baik, simpatilah orang2 padanya. Padahal, itu taktik yang sangat menguntungkan, jualan dahsyat, karena orang akan berpikir dia ga ambisius, padahal...haduh, nipu banget! Belum lagi kicauan mahluk penghuni gedung sirkus di sana, sama2 menyebalkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang laen, tetep pake taktik kotor. Misalnya dengan meloloskan anggota penyelenggara pemilu yang bisa dipake buat mendukung mereka nanti. Ga peduli dia koruptor, pokoknya ada crew yang bisa ngutak-ngatik angka pemilih nanti. Trus abis itu, penyelenggara2 itu dipenjara semua dengan tuduhan korupsi. Hah, malangnya! Tapi kok ya tetep banyak yang berebut jadi anggota KPU? Udah jelas2 disorotin karena kasus korupsi, tetep aja ga ada reaksi, apalagi mo mundur...! Woi, selesaikan dulu kasus Munir, Soeharto, bantuan bencana, korban lumpur, korupsi bulog, pencuri kayu, perusak lingkungan. Selesaikan dulu persoalan TKI dan Malaysia yang menyebalkan itu, baru sibuk bicara soal capres. Ga tau diri bener sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, saya ini, puasa2 tetep sibuk ngomel dan menghujat. Maafkan saya. Selamat Idul Fitri, maaf lair batin!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3461586042929377351?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3461586042929377351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3461586042929377351' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3461586042929377351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3461586042929377351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/10/para-pencari-kursi-ga-tau-diri.html' title='Para Pencari Kursi Ga Tau Diri'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-7098192961818498844</id><published>2007-10-02T19:54:00.000+07:00</published><updated>2007-10-02T20:00:45.140+07:00</updated><title type='text'>Malangnya Rasa Sayange</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pernah denger lagu &lt;i&gt;Rasa Sayange&lt;/i&gt; ga? Lagu yang biasa kita nyanyikan sambil tepuk2 tangan zaman pramuka-an dulu itu, kini, katanya diklaim Malaysia juga. Haduuuh...abislah semua yang kita punya. Kayu diangkut ke negeri seberang, pulau Sipadan-Ligitan dicaplok, blok Ambalat sumber minyak itu juga terus menerus diusik. Batik, wayang, angklung, ...mungkin sebentar lagi. Perempuan2 TKI? Ga cuma diambil, tapi juga dibantai! Apalagi? Oh iya, kasus Miss Universe, ketika Agni Prathista pake baju Dayak, Malaysia protes, katanya itu busana mereka. Lalu apalagi yang kita punya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu katanya mereka ramai-ramai menuntut ilmu ke negeri ini. (Malah sampe sekarang, kalo gw liat di Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, haduh...isinya udah Malaysia semua deh, bergerombol dimana-mana dengan baju khas Melayu, baju kurung, rok dan jilbab dengan warna senada) Sekarang mereka lebih maju dari negeri tempatnya menuntut ilmu. Lalu mereka berlaku sewenang2 pada kita, apa2 diambil, apa2 dicaplok! Atau...tunggu...mereka emang pinter, atau kita yang oon dan lemah? Ah, malang banget negeriku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu soal lagu &lt;i&gt;Rasa Sayange&lt;/i&gt; itu, bener ga sih, emang punya kita? Trus skarang tau2 dijadiin lagu soundtrack iklan pariwisata Malaysia, berarti, yang punya sapa? Benarkah Katje Hehanusa yang bikin? Atau NN? (hiks...dulu, gw selalu mikin, NN ini kok ngetop banget ya? Kaya pula! Banyak lagu2 yang penciptanya NN. Banyak juga pemberi sumbangan yang pake inisial NN. Oh, God, ternyata No Name, hihihi...dasar oon!) Kalo kek gini kejadiannya, gimana cara kita protes dan membuktikan kalo lagu itu punya kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kek gini terus, lama2 kita kehabisan identitas! Semua diklaim Malaysia. Lama2, pulau yang sekarang gw tempati, Kalimantan, dikuasai Malaysia juga. Tapi, daripada dikuasai FPI, mending dikuasai Malaysia kali ya? Bisa ikutan makmur :p Kalo ma FPI, sengsara...! Gerah banget gw ma kejadian beberapa hari ini di Samarinda, saat FPI bentrok sama warga yang ujung2nya kok malah sama orang2 Dayak. Duh, kok ya ada manusia2 berpikiran sempit kek FPI itu. Harus tergusur kemana hidup orang2 miskin yang mencari makan saat bulan puasa? Harus tergusur kemana penduduk pribumi itu saat mereka terusir hanya karena keyakinannya beda, padahal tanah dan kayu mereka juga udah dihabisi? Hufhhh..., gimana kalo orang2 FPI pembuat onar itu dikirim ke Malaysia aja? Biarin deh kalo Malaysia mau mengklaim FPI sebagai miliknya! Setuju ga? &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*sebagian info dalam postingan ini didapat dari www.detik.com&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-7098192961818498844?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/7098192961818498844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=7098192961818498844' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7098192961818498844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7098192961818498844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/10/malangnya-rasa-sayange.html' title='Malangnya Rasa Sayange'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-2938784963562734567</id><published>2007-09-30T16:32:00.000+07:00</published><updated>2007-09-30T16:33:45.985+07:00</updated><title type='text'>Berai Jemari Terkepal Lemah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Saya ga bisa membayangkan kesulitan hidup seperti apa yang dirasakan orang2 di Burma dalam pergolakan yang tengah berlangsung di sana. Sebelas tahun lalu saat Jakarta rusuh karena kasus 27 Juli, saya tidak begitu merasakaannya, karena saya jauh dari ibukota. Tahun berikutnya, kejadiannya sama dengan di Burma kini, rezim menaikkan harga BBM hingga mencekik leher rakyat. Saya baru ikut merasakannya. Lalu semua orang bergerak, karena kemarahan yang menumpuk selama 32 tahun terhadap tiran dari klan cendana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarahan kita, hanya akumulasi kemarahan 32 tahun. Bagaimana jika kita menghadapi 45 tahun, seperti mereka di Burma? Selama setengah abad kurang 5 tahun, kehidupan bernegara, berpolitik, bahkan kehidupan pribadi, dibayang-bayangi ketakutan pada tirani dibawah rezim junta militer. Ah, komplit! Kebebasan yang diperoleh setelah 32 tahun terkungkung, tak membuat kita ingat pada masa- masa susah. Bahkan nyawa orang-orang yang jadi tumbal tumbangnya tirani 10 tahun lalu, sama sekali tidak diperhitungkan. Hingga kini, suara keluarga mahasiswa korban penembakan itu, korban penculikan itu, korban kerusuhan etnis itu, tak pernah didengarkan. Apalagi kalau hanya korban pembantaian 65, sudah puluhan tahun mereka dibungkam, tinggal menunggu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku-pelakunya tetap bebas berkeliaran, menjadi pejabat tinggi, menjadi presiden, mencalonkan diri jadi presiden, menjadi anggota DPR, tanpa rasa malu, duduk di singgasana yang berlumuran darah. Mereka tak bisa merasakan kehilangan para keluarga korban itu. Mereka hanya akan menjerit bahkan mengamuk, saat tuntutan kenaikan tunjangan jabatan mereka tidak dipenuhi. Mereka hanya akan bersuara ketika jatah menteri, jatah mobil, jatah perjalanan dinas, tidak jatuh ke tangan mereka. Mereka lupa cara memfungsikan pita suara ketika melihat rakyatnya mati terinjak2 saat antre sembako, zakat, dan 5 liter minyak tanah, yang hanya cukup untuk makan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum oportunis yang duduk di kursi kekuasaan itu, berkembang biak seperti tikus. Kelakuannya pun seperti tikus. Mencuri uang bantuan bencana, berkunjung ke sana kemari atas nama negara padahal belanja belanja, sibuk berebut komisi proyek padahal di depan mata, rumah dan tanah rakyatnya tenggelam dalam lumpur proyek. Jika kaum Biksu Buddha di Burma menyebut junta militer sebagai pengikut setan, saya pun menyebut oportunis Indonesia itu sebagai tikus pengikut setan yang paling buruk rupa. Kemarahan saya hari ini terhadap junta militer di Burma, terhadap penembakan keji Fotografer Jepang, Kenji Nagai, terhadap pembumihangusan desa2 di sana, terhadap penyerbuan vihara2, telah sampai ke ubun-ubun. Bahkan melampaui ubun-ubun karena kemarahan itu merembet pada kemuakan saya terhadap tikus2 pembawa kemiskinan di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuma bisa marah. Tapi apa yang sudah saya lakukan? Saya cuma bisa menulis, cuma bisa memakai baju merah, cuma bisa melafal kata solidaritas di lidah, tangan kiri saya cuma terkepal lemah. Itu, sama sekali tidak membantu, tidak membawa perubahan apa2 untuk mereka yang di Burma, untuk mereka korban 65, korban Mei 98, korban lumpur! Saya ingin tanya, apa yang telah Anda lakukan untuk mereka yang tertindas? Berbagilah dengan saya, please!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-2938784963562734567?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/2938784963562734567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=2938784963562734567' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/2938784963562734567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/2938784963562734567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/09/berai-jemari-terkepal-lemah.html' title='Berai Jemari Terkepal Lemah'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3669143735713780995</id><published>2007-09-26T20:43:00.000+07:00</published><updated>2007-09-26T20:45:15.827+07:00</updated><title type='text'>KOPAS: Kami Menganiaya Atas Nama Tuhan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Bukan karena lagi puasa maka gw ikut2an nulis2 soal agama. Bukan pula karena ngikut2 blognya &lt;a href="http://bataknews.wordpress.com"&gt;Bang Jarar&lt;/a&gt;. Bukan juga untuk memicu dan memperlebar konflik. Lagian, ini bukan tulisan gw. Ketika membaca &lt;a href="http://deyoyok.multiply.com/journal/item/32/Kami_menganiaya_atas_nama_Tuhan"&gt;tulisan ini&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://deyoyok.multiply.com"&gt;blognya Uyo&lt;/a&gt;, gw ikut terbakar amarah sendiri. Gw muak pada kelakuan orang2 yang sok membela Tuhan, sok mengerti Tuhan lalu berkeliling mengajak ke jalan --yang katanya-- kebaikan. Tapi di belakangnya, pengikutnya bersenjatakan tombak, batu, parang dan ayat suci, menciptakan teror dan kerusakan bagi sesamanya manusia, sesamanya ciptaan Tuhan.&lt;br /&gt;Jadi, atas seizin &lt;a href="http://deyoyok.multiply.com"&gt;dia yang gw sebut sapi tersayang yang bisa sms&lt;/a&gt;, gw kopas utuh tulisannya ke sini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://deyoyok.multiply.com/journal/item/32/Kami_menganiaya_atas_nama_Tuhan"&gt;Kami Menganiaya Atas Nama Tuhan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sudah sekitar dua tahun 141 orang mengungsi di wisma Transito, Mataram - Lombok, Nusa Tenggara Barat. Para pengungsi itu terusir dari tempat tinggalnya dan terjarah harta bedanya karena mereka adalah pemeluk Ahmadiyah.&lt;br /&gt;Fatwa MUI yang keluar sekitar September 2005  menyatakan Ahmadiyah adalah aliran sesat. Fatwa ini seolah menjadi pembenaran muslim Indonesia kebanyakan untuk mengusir, menganiaya dan menjarah harta benda pemeluk Ahmadiyah. Kasus di Lombok adalah salah satunya.&lt;br /&gt;Salah satu anak jemaah Ahmadiyah, SolehatunNissa menderita lumpuh layu, tetapi orang tuanya tidak dapat mengobati anaknya, masalahnya adalah biaya. Mereka tidak lagi mampu membiayai pengobatan anaknya.&lt;br /&gt;Semenjak diusir warga, Nasifuddin, ayah SolehatunNissa kehilangan tempat tinggal dan mata pencahariannya. Untuk menyambung hidup, ia menjadi buruh panggul di pasar dan mendapat pendapatan sebesar tiga ribu hingga empat ribu rupiah per harinya.&lt;br /&gt;Begitupula musibah yang menimpa Marfuddin, salah satu jemaah Ahmadiyah. Ia diusir dari rumahnya pada tahun 2005. Kesaksiannya menyatakan bahwa yang mengusir adalah kepala desa, camat dan kapolsek setempat.&lt;br /&gt;"Pokoknya orang Ahmadiyah ga boleh tinggal !" begitu ia menirukan sang pengusir. Ia melawan karena tahu akan haknya, tetapi ia tak berdaya. Harta bendanya habis dijarah. Banyak pula jemaah lain yang dihancurkan rumahnya bahkan dibakar. Hanya karena mereka berbeda.&lt;br /&gt;Para pengungsi Jemaah Ahmadiyah lalu menyingkir dan ditampung di wisma Transito oleh pemerintah setempat dan mendapat jatah hidup. Namun semenjak Januari 2007 bantuan tersebut pun dihentikan dengan alasan "kita serahkan ke tingkat provinsi". Melempar tanggung jawab?&lt;br /&gt;Kondisi pengungsi pun memburuk. Maka, ada pengungsi yang makan talas, atau ubi sisa dari pasar. Tidak ada lagi bantuan beras.&lt;br /&gt;Pada 2005 saat MUI menyatakan fatwa tersebut, jemaah Ahmadiyah diputus sesat secara sepihak. &lt;br /&gt;MUI di Lombok menghimpun dukungan dari massa dan mengumpulkan tanda tangan dari beberapa pihak, tapi tak pernah meminta dari pihak Ahmadiyah mengutarakan pendapat, berdebat. Dialog tidak pernah ada.&lt;br /&gt;Kondisi ini mengingatkan penulis akan tragedi yang sama terjadi tahun 1965, ketika barisan massa Islam bersatu dengan militer melakukan pembantaian terorganisir atas orang-orang PKI atau yang dituduh PKI tanpa proses pengadilan. &lt;b&gt;Histoire se repete&lt;/b&gt;. Sejarah memang berulang dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Bukan kapasitas penulis untuk memutuskan apakah Ahmadiyah sesat atau tidak. Tapi setahu penulis, Tuhan mengajarkan agar kita tidak berbuat secara berlebihan. Namun kerusakan yang terjadi sudah sebegitu besar. Jika ini yang terjadi, apa bedanya muslim Indonesia dengan suku Quraisy Mekkah saat masa Rasulullah hidup, yang memboikot sesamanya yang memeluk Islam dan mengakibatkan mereka terusir dari Mekkah?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ngobrol dengan &lt;a href="http://deyoyok.multiply.com"&gt;sapi tersayang&lt;/a&gt; (hebat kan, sapinya bisa ngobrol), gw cerita saat dulu gw pernah berinteraksi sesaat dengan orang2 Ahmadiyah (yang, bencinya, harus terputus begitu saja gara2 kantor ga ngasih ijin gw ikut acara dialog tiga hari tiga malem karena ada tugas lain). Yang gw tangkap ketika itu, ada kehati2an dalam diri mereka, ada ketertutupan, dan tentu saja trauma. Siapa yang ga trauma jika mereka mengalami penganiayaan dan pembantaian saudara sendiri hanya karena keyakinan yang berbeda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang gw tau, mereka itu orang2 bersahaja, yang selalu pake logika dalam berucap dan bertindak. Mereka orang2 yang asik diajak diskusi. Mereka cukup berilmu dan gw belajar dari mereka. Yang gw ga abis pikir, apa sih yang salah dari mereka? Rasanya semuanya baik2 aja, ya pikirannya, ya kelakuannya. Mereka ga reseh dan ga pernah ngomong yang ga2 soal keyakinan orang lain. Karena soal keyakinan, memang urusan personal masing2 dengan penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salah jika orang lain beda ma kita? Apa setiap orang yang beda ma kita, harus dianiaya, dibantai, dimusnahkan? Kenapa harus membela Tuhan dengan cara seperti ini? Apa iya, Tuhan harus dibela? Bukankah DIA itu, MAHA? Mo ngapain aja pasti DIA bisa! MembelaNYA dengan cara seperti itu, apa itu bukan justru sebuah penghinaan? Kalo yang kek gini masih terus berlanjut, isi dunia ini nanti cuma satu macam, yaitu orang2 sok pinter, sok bener, sok kuasa dan sok jadi pembela Tuhan. Apa asiknya dunia kek gitu?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3669143735713780995?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3669143735713780995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3669143735713780995' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3669143735713780995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3669143735713780995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/09/kopas-kami-menganiaya-atas-nama-tuhan.html' title='KOPAS: Kami Menganiaya Atas Nama Tuhan'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6925226238862776462</id><published>2007-09-19T19:21:00.000+07:00</published><updated>2007-09-19T19:40:17.190+07:00</updated><title type='text'>Bapak Pembangunan Koruptor No 1</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Memang hebat pak tua satu ini! Kalo di Indonesia zaman dulu dielu2kan sebagai Bapak Pembangunan (yang bikin bapak gw muntah2), kini predikatnya bertambah. Predikat barunya itu adalah pemimpin politik dunia yang diperkirakan mencuri kekayaan negara dalam jumlah berkisar 15-35 miliar dolar (atau sekitar Rp 315 triliun kalo pake kurs Rp 9.000 per dolar). Bapak yang barusan senyum2 karena &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2007/09/dikasih-duit-ma-soeharto- gw-ambil-ga.html"&gt;menang Rp 1 triliun&lt;/a&gt; atas gugatannya ke TIME ini, ternyata juga kepala negara terkorup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga maen2, karena yang merilis ini adalah PBB dan Bank Dunia untuk bisa menemukan kembali harta yang dicuri. Dan...hei, pengacara Soeharto, Muhammad Assegaf bilang, dia kaget atas pengumuman itu. "Wah, itu suatu hal yang sangat aneh. Sangat aneh buat saya, kalau satu institusi semacam PBB mengurusi hal-hal harta kekayaan negara semacam ini. Biasanya PBB bisanya konsen dan cepat bereaksi kalau ada menyangkut hak asasi manusia dan penyiksaan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw juga ngerasa aneh lho, ada orang komentar kek Assegaf itu. Itu kan kasus pencurian dalam jumlah yang tidak bisa dibilang sedikit! Mencuri milik orang lain sehingga orang itu jatuh miskin bahkan meninggal dunia dalam kesengsaraan, meninggal dalam keadaan berdarah2 disiksa tentara karena mempertahankan tanahnya yang mo dijadiin aset sama Soeharto, apa cara2 memperoleh kekayaan dengan cara seperti itu bukan pelanggaran HAM, bodoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asssegaf juga bilang, dia curiga ini masih berkaitan dengan &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2007/09/dikasih-duit-ma-soeharto-gw-ambil-ga.html"&gt;kekalahan TIME&lt;/a&gt; yang kebetulan pengacaranya adalah Todung Mulia Lubis, yang juga memimpin organisasi anti korupsi, Transparansi Internasional di Indonesia. Yaelah..., kalo negara yang disebut2 cuma satu yakni Indonesia, dan cuma ada nama Soeharto, gw mungkin percaya. Tapi kan ada 10 negara, ada 10 nama di sana. GR amat sih kalo dibilang ini gara2 TIME kalah ma Soeharto? :p Jadi, mau menggugat PBB dan Bank Dunia nih, Pak? Mau skalian ditelanjangin di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, pas nulis postingan ini, gw digangguin via ym ma temen gw. Ini obrolan konyolnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bli suka iseng: Wartawan yg mau buka puasa bersama NURDIN HALID, isi Form, daftar, akan ada pembagian Minyak Goreng BULOG&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Yang diisengin: anjing! sorry....wartawan anti korupsi nih....make minyak goreng dari nurdin halid bakal bikin kolesterol naik tinggi &lt;br /&gt;Yang diisengin: percaya ma gw!&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bli suka iseng: Sekalian THR nya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Yang diisengin: beli baju lebaran dari THR nurdin? kena campak lu, kayak dewi persik :p mau?&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bli suka iseng: Ada DOORPRIZE nya lho...nonton pertandingan tennis Wismilak 2007 di Bali&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Yang diisengin: yeee....ga tau ya, doorprizenya abis di kasih jampi2 ma ki gendeng, pas nonton, bola tenisnya mantul ke mata penonton &lt;br /&gt;Yang diisengin: aaaaaaaaaahhhh...sibuk bener sih promosiin nurdin? dapet nasi bungkus ya?&lt;br /&gt;Yang diisengin: eneg gw, tau!&lt;br /&gt;Yang diisengin: eh, tapi kalo dia ngasih tiket mudik bolak balik....sini deh =))&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bli suka iseng: HADIAH UTAMANYA. nonton latihan PSSI di Argentina&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Yang diisengin: nonton ke argentina, pulangnya ga dijamin! lo dijadiin TKI ntar, trus dibantai sama majikan lo&lt;br /&gt;Yang diisengin: mauuu????????? x-(&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bli suka iseng: *ngakak sejadi2nya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Yang diisengin: ih...Bli ini...ngeselin!&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bli suka iseng: *ngakak lagi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut postingan tadi; Kenapa sih, ga membiarkan Soeharto, Tommy Soeharto dan Nurdin Halid reunian di penjara aja? Mr Presiden, berani ga?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6925226238862776462?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6925226238862776462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6925226238862776462' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6925226238862776462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6925226238862776462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/09/bapak-pembangunan-koruptor-no-1.html' title='Bapak Pembangunan Koruptor No 1'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1244575494719167139</id><published>2007-09-12T16:46:00.000+07:00</published><updated>2007-09-12T16:56:08.506+07:00</updated><title type='text'>Soeharto Ngasih Duit, Gw Ambil ga?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ada yang sedang seneng tuh, senyum2 terus katanya. Maklum, mantan presiden ini baru aja memenangkan gugatan atas majalah TIME Asia. Tahun 99, majalah bertiras paling besar itu menurunkan hasil investigasinya berupa harta kekayaan Soeharto yang konon katanya (dari kalkulasi bukti-bukti yang diperoleh TIME) sebesar 15 miliar dolar atau Rp 142,5 triliun. Bener ga tuh ngitungnya? Ah, taulah, pokoknya, karena kekuasaannya bueessaarrrr, jadi duitnya juga buanyyyaakkkk!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking kayanya, konon real estatenya sekitar 3,6 juta hektare. Hah! Bayangin, luasnya kek apa tuh? Hampir separohnya Timor Timur? Wooo...kaya skaleee...! Ga heranlah kalo banyak yang berebut pengen masuk dalam lingkaran klan Cendana itu. Tujuh turunan hidup terjamin! Ga usah repot2 mikirin ngatre minyak tanah, mo lewat tol mana hari ini, mo pake kendaraan apa hari ini; mobil, motor dan pesawat udah tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, setelah majalah TIME yang membahas soal kekayaan Soeharto itu terbit, mereka ga terima dan menggugat. Kalo ga salah gw pernah ngeliat bantahan Soeharto di tipi, katanya mereka ga punya rekening-rekening di mana itu, di luar negeri pokoknya, seperti dilaporkan TIME.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah ketika itu pengadilan masih WARAS. Di Pengadilan negeri sama pengadilan tinggi, keluarga Cendana kalah dan TIME menang. Tapi...yang barusan kemarin, aih aih... yang dimimpi2kan akan lebih bijak, ternyata kurang waras juga. Mahkamah Agung malah memenangkan gugatan Soeharto dan TIME wajib membayar ganti-rugi Rp 1 triliun kepada Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ouh God, banyak kali uang segitu tuh! Mo bikin perusahaan media 100 biji juga bisa! TIME bisa bayar ga ya? Aduh...kalo kek TIME aja bisa digugat segitu besar dan MENANG, apatah lagi media2 lokal? Untunglah kemaren pas kasus TEMPO, orang2 di pengadilan lagi WARAS. Apa jadinya medianya Ndoro itu kalo gugatannya TW dimenangkan? (Hai, &lt;a href="http://ndorokakung.com"&gt;Ndoro&lt;/a&gt;, gimana kabar Diajeng? :d)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan cuma itu yang menarik buat gw. Sebagai rakyat Indonesia, gw sedang berdebar2 menunggu pembagian duit. Kok? Hiks...iyah, katanya Soeharto bernadzar, kalo gugatannya pada TIME dimenangkan, Soeharto akan membagi-bagikan seluruh uang kemenangan yang jumlahnya mencapai Rp 1 trilyun untuk kepentingan rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Juan Felix Tampubolon, Soeharto inget nadzar itu dan tetap akan mempersembahkan uang tersebut untuk rakyat Indonesia. Duit Rp 1 triliun nanti rencananya dibagi-bagikan untuk kepentingan pendidikan, budaya, sosial dan segala macam kepentingan yang menyangkut kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm....gw sebagai rakyat, dapet juga ga ya? Eh, eh...nanya dong, kalo gw dikasih duit ma Soeharto, gw ambil ga ya?&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*saat semua orang tiba-tiba menjadi puitis berucap dan pandai merangkai kata, gw cuma bisa bilang: Selamat menjalankan ibadah puasa. Maafin kalo ada salah2!&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1244575494719167139?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1244575494719167139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1244575494719167139' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1244575494719167139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1244575494719167139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/09/dikasih-duit-ma-soeharto-gw-ambil-ga.html' title='Soeharto Ngasih Duit, Gw Ambil ga?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-7334760761068786527</id><published>2007-09-09T21:30:00.000+07:00</published><updated>2007-09-10T10:44:18.475+07:00</updated><title type='text'>Malu Dikalahkan Philipina</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Gedung sirkus senayan akan direnovasi katanya. Biayanya Rp 40 miliar. Apanya yang harus dibenerin sih? Masa kerusakannya segitu parah? Mereka bener2 ga punya sense of crisis. Hasilnya pun ga pernah dipertanggungjawabkan. Tendernya tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum bicara soal anggaran jalan2 ke luar negeri. Ke daerah2 juga, selain menggunakan anggaran dari APBN, mereka juga dibekali uang saku dari departemen. Pulangnya, masih juga bawa buah tangan dari daerah. Mo berupa buah beneran (inget kasus kiriman duku Palembang 50 kardus) atau oleh2 mentah, dalam bentuk duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sense of crisis? Gimana mungkin? Mereka kan ga pernah ngerasain antre beli minyak tanah. Ga pernah berjejal di bus kota. Masuk tol aja gratis. Hidupnya ditanggung negara dari ujung kepala ke ujung kaki, dari dapur, wc, hingga halaman. Dapet dana pensiun pula, walopun kerjanya cuma duduk, diem, minta duit dan berkelahi, selama paling dikit lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru tahun lalu, gedung sirkus itu juga dipagerin. Biar tidak mengganggu tuan2 yang ada di sana. Biar tikus-tikus yang ada di dalem tetap tenang menggerogoti kursi-kursi. Biar orang- orang yang udah capek ngantri minyak tanah tak bisa leluasa masuk ke sana meneriakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung berlantai 24 belum dirasa cukup aman sehingga harus dipagarin tinggi-tinggi dengan biaya Rp 20 miliar. Kalo sekarang mau renovasi senilai Rp 40 miliar, hitungannya masih kecil ya? Pager aja Rp 20 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas mereka kalo posisi Indonesia cuma di urutan kedua &lt;a href="http://www.asianoffbeat.com/default.asp?Display=844"&gt;negara terkorup&lt;/a&gt; di Asia. Malu kalo kalah sama Philipina. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;* aaahhhh...tulisan macem apa ini? kok gw jadi begini males buat nulis lagi? &lt;a href="http://senandung.wordpress.com/2007/09/10/helppp"&gt;helppp....&lt;/a&gt; :( &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-7334760761068786527?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/7334760761068786527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=7334760761068786527' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7334760761068786527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/7334760761068786527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/09/malu-dikalahkan-philipina.html' title='Malu Dikalahkan Philipina'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-4561312174722997530</id><published>2007-08-24T19:27:00.000+07:00</published><updated>2007-08-24T19:30:57.924+07:00</updated><title type='text'>Munir Dibunuh Karena Ga Punya Duit</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Akhirnya hari ini tiba. Gw kehabisan amarah. Ga bisa lagi ngamuk2. Yang ada gw malah pusing berat dan ga tau mo nulis apa soal sidang Peninjauan Kembali (PK) kasus Munir. Sebelumnya emang udah sangat bisa diduga kalo ini kerjaan intelejen. Tapi perkembangannya bener2 bikin pala gw pusing tujuh keliling padahal gw bukan jaksa, bukan hakim, bukan sapa2 :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah. Sejak awal nuansa politisnya emang kentel banget. Melibatkan begitu banyak orang-orang penting yang ketakutan akan kehilangan jabatan, duit dan entah apa. Awalnya gw pikir, selain BIN, yang kebakaran jenggot cuma para loreng kacang ijo karena aktivitas Munir selama ini ya ngobok2 tentara yang ga mo balik ke barak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, si seragam coklat pramuka juga lagi rebutan jabatan, walo mungkin itu terjadi setelah kematian Munir. Siapa yang bisa mengungkap, bakal naik jabatan kan? Berebutlah seragam coklat itu. Tapi mereka ga sadar (atau sadar tapi udah terlanjur) kalo sedang membentur tembok, berhadapan dengan atasan sendiri, bahkan dengan penguasa tertinggi negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini dilakukan biar SBY tidak diubek-ubek LSM," gitu kata www.detik.com menirukan suara mirip Polly di pengadilan hari Rabu (22/8) lalu. Ada juga omongan, "Di BUMN itu orang-orang kita semua," kata suara mirip Polly lagi. Disebutlah banyak nama. Ada Bagir Manan, Hendarman, dll. Dan lalu rame2lah orang2 yang namanya disebut itu membantah (mungkin juga ketakutan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih harus Munir yang dikorbankan? Kenapa yang diinteli cuma orang2 yang yang berkecimpung (hayah, bahasanya) di bidang politik? Padahal Munir ga pernah nyolong duit negara, malah nolongin tentara, kok malah dibunuh? Kenapa ga pencuri2 uang negara itu yang diinteli? Kenapa bukan koruptor2 jelek itu yang diuber2 sampe mereka mbayar utang ke negara? Kenapa bukan penjahat ekonomi yang bikin negeri ini terpuruk yang diinteli? Kenapa bukan penambang lumpur berotak culas itu yang diuber2 untuk membayar tanggung jawabnya pada korban lumpur???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hufhh...kalo saja Munir punya duit, dia pasti akan disambut di istana dengan karpet merah seperti para pengemplang dana BLBI itu. Kalo saja Munir punya duit, mungkin dia ga akan dibunuh! Ah, tulisan di kaos yang kuidam2kan itu harusnya diganti. Bukan &lt;i&gt;Munir, Dibunuh Karena Benar&lt;/i&gt;, tapi &lt;i&gt;Munir Dibunuh Karena Ga Punya Duit&lt;/i&gt;!!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-4561312174722997530?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/4561312174722997530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=4561312174722997530' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4561312174722997530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/4561312174722997530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/08/munir-dibunuh-karena-ga-punya-duit.html' title='Munir Dibunuh Karena Ga Punya Duit'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1329055804569583228</id><published>2007-08-20T10:10:00.000+07:00</published><updated>2007-08-20T10:13:10.456+07:00</updated><title type='text'>Bedanya Orang Waras dan Ga Waras</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Gw agak merinding semalem ketika menyaksikan tayangan news dot com di Metro TV. Coba ya..., semalem itu, ada warga Porong (korban lumpur Lapindo tentu saja) bernama Pak Waras, bener2 berlaku waras di zaman edan (sampe gw juga bingung, sepertinya itu justru perilaku ga waras?). Beliau mengembalikan duit yang masuk ke rekeningnya, karena dia merasa tidak berhak atas duit ganti rugi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya (maap kalo ada yang udah nonton. Ini cerita buat yang ga nonton :p), ganti rugi yang harus dibayarkan Lapindo ke Pak Waras sebagai korban lumpur adalah Rp 200 juta lebih. Tapi tiba2 duit yang masuk ke rekeningnya sebesar Rp 400 juta lebih. Karena merasa ga berhak, Pak Waras ngembaliin duit itu ke Lapindo. Dan beliau cuma mengambil yang dianggap haknya yaitu sekitar Rp 57 juta atau sebesar 20 persen dari haknya yang Rp 200-an juta lebih itu, sesuai ke(tidak)sepakatan warga dengan Lapindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, God! Gw bener2 takjub. Pertama, Pak Waras itu, korban lumpur Lapindo, tapi masih bisa berpikir duit yang masuk rekeningnya, bukan haknya. Kedua, di saat orang lain berlomba2 menuntut ganti rugi atas keteledoran Lapindo sehingga lumpur mengubur semua harta warga, Pak Waras malah ngembaliin duit! Ketiga, dia ga ngambil sekaligus duit Rp 200 juta lebih itu yang memang senilai dengan haknya, tapi cuma ngambil 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener2 gila, setan2 dalam diri gw langsung ngamuk2 ga puas dengan aksi Pak Waras, hahaha, dasar setan! Soalnya setan2 nyolot dalam diri gw baru abis seneng2 berpesta ketika Rabu (15/8) lalu, YLBHI menobatkan SBY sebagai Presiden Direktur PT Lapindo Brantas Inc, bukan Presiden Republik Indonesia. Pertimbangannya, SBY dianggap lebih memihak Lapindo dibanding ribuan warganya yang sengsara karena lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya orang waras dan ga waras, ada di Perpres No 14 Tahun 2007 itu. Soalnya, isinya malah mengubah kewajiban Lapindo memberikan ganti-rugi kepada korban lumpur, menjadi jual-beli tanah. Padahal, ganti rugi kan harusnya emang HAK korban. Belum lagi kalo bicara soal HAK lain, misalnya rasa aman, hak atas keuntungan yang didapat seandainya daerah mereka ga tertimbun lumpur. Belum lagi soal pembayaran bertahap model 20 persen-80 persen, yang tidak akan cukup bagi korban untuk memulai kehidupan baru. Dan akhirnya, soal tanggung jawab. Dalam Perpres itu, pemerintah malah mengambil-alih sebagian tanggungjawab Lapindo sebagai penyebab semburan lumpur. Bodoh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, orang seperti Pak Waras bener2 seperti lahir dari alam mimpi. Manusia langka, udah susah ditemuin di zaman edan ini. Lapindo pun memberinya hadiah berupa nginep di hotel. Tapi Pak Waras menolak karena kamar hotel terlalu dingin dan kambing2 piaraannya ga bisa ikut ke hotel. Ah, lugunya orang ini! Akhirnya Lapindo, katanya, ngasih rumah type 40. Alhamdulillah, selamat Pak Waras! Semoga bapak-yang-ga-waras-karena-menelantarkan-rakyatnya bisa mengikuti kewarasan Bapak.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1329055804569583228?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1329055804569583228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1329055804569583228' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1329055804569583228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1329055804569583228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/08/bedanya-orang-waras-dan-ga-waras.html' title='Bedanya Orang Waras dan Ga Waras'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3598976231350241929</id><published>2007-08-14T14:28:00.000+07:00</published><updated>2007-08-14T14:30:17.574+07:00</updated><title type='text'>nasionalisme, videoklip, atau dokumentasi 2009?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sebuah tayangan hiburan di stasiun tipi tadi siang menayangkan tentang dua grup band yang sedang syuting video klip di bandara Halim PK. Konon nanti salah satu bintang dan model videoklip itu adalah mr presiden. Hmmm...menarik! Alasan mr presiden mau menjadi model di videoklip itu, karena dua lagu masing2 milik Grup Band Coklat dan Samson itu mengandung nilai2 nasionalisme dan karenanya akan dijadikan kado ulang tahun kemerdekaan serta kado bagi pasukan perdamaian yang sedang bertugas di Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga ada yang salah sih kalo presiden jadi model videoklip. Sayanya aja yang emang nyolot dan selalu negatip. Saya jadi inget jaman dulu, apa2 yang menyangkut soal negara, meskipun cuma kesamaan nama, semuanya dilarang. Liat aja &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_film_Indonesia_yang_dicekal"&gt;disini&lt;/a&gt;, segala macem dilarang. Sampa kata KIRI pun dilarang. Padahal tanpa kiri, kanan ga akan lengkap. Apa mau disebut si buntung, atau telinga sebelah, atau si pincang atau si buta dari gua hantu? Hahaha...! Jaman dulu, dikit2 tersinggung, trus dilarang, trus dianggap subversif, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon pula, jangankan menjadikan presiden sebagai model video klip, dulu, kalo ada anak kedengeran bercita2 jadi presiden aja, ga boleh. Kalo ada acara anak2 ketemuan sama presiden, mereka hanya boleh ngibar2in bendera kecil dan nyanyi2: &lt;i&gt;untukmu, bapak kami Soeharto...&lt;/i&gt;. Maka, film Joedy Soebroto (bener ga ya tulisannya gini) berjudul &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_film_Indonesia_yang_dicekal"&gt;Nyoman dan Presiden pun akhirnya dicekal&lt;/a&gt; karena ada kata presidennya. Huh, ribet banget deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal film yang dibintangi Yati Surachman itu hanya bercerita tentang seorang anak dari Bali yang sangat ingin bertatap muka dengan presiden dari dekat. Akibat dicekal, Yati Surachman yang sekaligus sebagai penanggungjawab produksi, terpaksa &lt;a href="http://www.disctarra.com/tarra/news_info.asp?news_id=7338"&gt;jualan film door to door&lt;/a&gt; agar filmnya tetap laku. Ketika itu, konon film ini dibolehkan edar kalo sutradaranya mau mengganti judul &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_film_Indonesia_yang_dicekal"&gt;Nyoman dan Presiden&lt;/a&gt; (1989) menjadi &lt;i&gt;Nyoman dan Bapaknya, Nyoman dan Kita, Nyoman dan Bangsa, Nyoman dan Merah Putih&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;Nyoman dan Indonesia&lt;/i&gt;. Karena menurut menteri penerangan saat itu, menggunakan kata Presiden di film itu, bisa merongrong kewibawaan presiden. Geblek kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun jadi penasaran, kok mr presiden mau jadi model videoklipnya Coklat dan Samson? Mmmm... ga takut kewibawaannya terongrong karena tampil nyanyi2? Dibayar berapa dia ya? Gajinya sebagai presiden ga cukup sampe harus nyari penghasilan tambahan? Atau... ini dia nih... jangan2 yang dibayar malah grup band-nya? Dasar otak saya nih..., ini persoalan nasionalisme, atau sekedar video klip, atau buat dokumentasi dalam acara2 di tahun 2009 kelak? Aaah...., kalo acara 5 tahunan lalu sepertinya suara ibu2 mendominasi, tampaknya ritual 5 tahunan mendatang akan terjaring suara2 pemilih pemula! Taktik jitu!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3598976231350241929?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3598976231350241929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3598976231350241929' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3598976231350241929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3598976231350241929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/08/nasionalisme-videoklip-atau-dokumentasi.html' title='nasionalisme, videoklip, atau dokumentasi 2009?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-3231293652280290536</id><published>2007-08-10T18:38:00.000+07:00</published><updated>2007-08-10T18:53:36.087+07:00</updated><title type='text'>Korban Lapindo, Apa Kabar?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Apa kabar korban Lapindo? Ga banyak media yang masih mengingatnya. Lalu saya liat beritanya di &lt;a href="http://www.liputan6.com/news/?id=145857&amp;c_id=7"&gt;SCTV&lt;/a&gt; tadi siang. Ah....masih gitu2 aja, belum ada yang berubah, belum ada yang jatuh kasian, apalagi nunggu yang bertanggungjawab, belum sama sekali. Kalo yang bertanggung jahat sih, banyak. Hari ini, lagi2 aparat2 fotokopian itu bersiap2 mengusir mereka dari pengungsian dengan alasan batas waktu izin tinggal di pasar yang berubah jadi tempat pengungsian itu, udah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ampuuuun, kalo batas waktu dari mereka aja, disiplin ngingetin dan ngusir2nya. Lha itu batas waktu pembayaran ganti rugi, ga pernah ditepati. Padahal sekarang udah Agustus!!! Gw uring2an sendiri di depan tipi. Mereka mo disuruh kemana??? Ganti rugi belum dibayar, mo tinggal dimana kalo ga di pasar pengungsian itu? Rumah ga ada, kerjaan ditimbun lumpur, trus mo disuruh pergi? Mo ngemis? Trus kalo dah ngemis trus ditangkapi lagi sama satpol PP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, siapa lagi sih yang masih inget ma mereka? Jadi pejabat kok adil banget. Lalu apa artinya bulan kemerdekaan jika hak-hak mereka dirampas, bukan oleh penjajah tapi justru oleh sebangsanya sendiri? Dirampas oleh pejabat yang seharusnya mengayomi mereka. Bakrie...Bakrie... punya telinga dan hati ga sih? Oh iya, ada lagi. Konon, ketika dulu katanya presiden mo berkemah di pengungsian sana (tapi boong...:p) dia ngasih bantuan Rp 10 miliar untuk usaha kecil menengah. Tapi warga bilang ga pernah tuh terima duitnya. Kata pejabat di sana sih, bantuan itu ga diserahkan dalam bentuk duit untuk tambahan modal, tapi buat pelatihan.&lt;br /&gt;Ah...capek. Udah ga semangat nulis. Ternyata gw pun udah lupa ma mereka...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-3231293652280290536?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/3231293652280290536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=3231293652280290536' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3231293652280290536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/3231293652280290536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/08/korban-lapindo-apa-kabar.html' title='Korban Lapindo, Apa Kabar?'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-270151712057083877</id><published>2007-08-07T13:24:00.000+07:00</published><updated>2007-08-07T13:30:05.603+07:00</updated><title type='text'>Sepotong Kisah Tan Malaka</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Udah lama saya pengen didongengi tentang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tan_Malaka"&gt;Tan Malaka&lt;/a&gt;. Rasa penasaran saya ga pernah habis untuk tau sejarahnya, karena begitu besar misteri yang melingkupinya. Selama ini saya cuma bisa mereka-reka sosoknya lewat sebuah buku tua, Pacar Merah Indonesia yang saya pun udah lupa dimana buku itu dan seperti apa bentuknya sekarang. Saya udah bermohon pada &lt;a href="http://ndobos.com"&gt;Tuan Ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ndorokakung"&gt;Ndoro Ini&lt;/a&gt; yang biasanya punya pengetahuan yang ga umum, tapi tidak terpenuhi. Membaca buku sekolah? Ouh... Tan Malaka dicap KIRI, ga akan ada buku sejarah yang akan mengulasnya. Menyebut namanya pun, hampir tak ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya dapat beritanya dari kawan2 di Persda Network. Seseorang bernama Harry A Poeze, sejarawan dari Belanda, mengaku menemukan kuburan kerangka &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tan_Malaka"&gt;Tan Malaka&lt;/a&gt; di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kediri. Ouw...jangan langsung underestimate dengan penemuan ini karena tentu saja sangat beda dengan penemuan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Roy_Suryo"&gt;tuan yang rajin berkomentar di media itu&lt;/a&gt; tentang lagu Indonesia Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan Harry soal lokasi kuburan Tan Malaka diperoleh dari banyak sumber, mulai dari para mantan aktivis Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba) dan para veteran perang sampai dokumen di Kodam V/Brawijaya. Harry akhirnya berkesimpulan, prasasti di pinggir Kali Brantas dalam kota Kediri yang selama ini dipercaya sebagai lokasi eksekusi Tan Malaka, tidaklah benar. "Itu tempat pembunuhan tiga pengawal Tan Malaka, yang kemudian dibuang ke sungai," katanya. Ia akhirnya sampai di Desa Selopanggung, sekira 20 Km di sebelah barat Kediri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di desa itulah, pada 21 Februari 1949, dibantai satu pasukan yang dipimpin Soekotjo atas perintah sebuah divisi yang dipimpin Soengkono. Soekotjo kelak jadi walikota pertama Surabaya di zaman Orde Baru. Menurut Harry, motifnya adalah perselisihan paham di kalangan tentara, bukan atas perintah Soekarno-Hatta atau Jenderal Sudirman, meskipun, Tan Malaka adalah penentang utama politik diplomasi Soekarno-Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ditangkap tahun 1949 itu, Tan Malaka juga pernah ditangkap tentara di bawah pimpinan Abu Bakar Lubis pada Maret 1996 atas tuduhan kudeta. Saat itu, Muhammad Yamin sebagaimana terbaca dalam dokumennya yang dihibahkan ke Arsip Nasional RI, juga ikut mengecam tindakan sewenang- wenang rezim Sukarno-Hatta melalui pernyataan pers. Yamin sendiri kemudian dituduh kudeta oleh rezim Sukarno dalam Peristiwa 3 Juli 1946. Namun, sebagaimana dicatat sejarah, Yamin setelah itu justru jadi loyalis Sukarno dengan menjadi aneka menteri berkali-kali. Sedangkan terhadap Tan Malaka, Sukarno menggelarinya sebagai pahlawan nasional 14 tahun setelah kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dibukukan Harry dalam &lt;i&gt;Verguisd en Vergeten, Tan Malaka, De linkse Beweging en Indonesische Revolutien 1945-1949&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Dihujat dan Dilupakan: Tan Malaka, Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia 1945-1949&lt;/i&gt;. Edisi Indonesia sedang diterjemahkan Hersri Setiawan, sastrawan kiri yang dipenjara di Pulau Buru antara 1969-1978, dan jilid pertama buku itu akan terbit paling cepat Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, konon, pemerintah berniat membentuk tim forensik untuk uji DNA Tan Malaka dan akan dicocokkan dengan seorang keponakan Tan Malaka bernama Zulfikar, anak dari Kamaruddin Rasad, adik Tan Malaka. Konon pula, kalo kerangka itu udah ada kepastian, Depsos akan memindahkan kerangka itu Taman Makam Pahlawan di Kalibata. Yah, kita liat saja nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hei...ada mars PKI, Darah Rakyat. Ini sebagian liriknya:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kita bersumpah pada rakyat&lt;br /&gt;kemiskinan pasti hilang&lt;br /&gt;Kaum pekerja akan memerintah&lt;br /&gt;dunia baru pasti datang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mmmm.... saya ga akan ditangkap setelah postingan ini kan? :p &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-270151712057083877?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/270151712057083877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=270151712057083877' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/270151712057083877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/270151712057083877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/08/sepotong-kisah-tan-malaka.html' title='Sepotong Kisah Tan Malaka'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1665414926656661998</id><published>2007-07-31T18:50:00.000+07:00</published><updated>2007-08-02T18:44:24.929+07:00</updated><title type='text'>"pengen diberitakan..."</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Mencuri dengar obrolan temen gw di telpon, tiga malam lalu di kantor...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen gw: Ya, halo...bisa saya bantu?&lt;br /&gt;penelpon: Halo...saya si anu...! Gini mbak, saya ini sebenernya artis. Saya baru pulang syuting dari Jakarta, syuting sinetron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen gw: Sinetron apa?&lt;br /&gt;penelpon: Judulnya, blablabla...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen gw: Oh...tayang di tipi mana ya, Dek?&lt;br /&gt;penelpon: Belum tayang mbak...syutingnya diundur, ditunda sampe saya abis ujian sekolah aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen gw: Sekolah dimana, Dek?&lt;br /&gt;penelpon: Di SMP anu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen gw: Trus...apa yang bisa saya bantu?&lt;br /&gt;penelpon: Gini mbak, saya kan artis. Saya juga pengen ditulis di koran seperti artis2 lain. Kayak itu lho yang di koran, Titi Kamal dapet apartemen aja di tulis, ada di koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen gw: *&amp;^%$#^%mulai puyeng*...Kamu cakep ga, Dek?...&lt;br /&gt;penelpon: Cakep dong...namanya juga artis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen gw: Jadi, beritanya apa, nih?&lt;br /&gt;penelpon: ...blablabla...Jadi gini...saya kan baru kehilangan sepatu....bla bla bla... Nah, saya kan artis, saya juga pengen diberitakan kaya yang lain, masuk koran, karena saya baru kehilangan sepatu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen gw dan semua yang ikut denger: #$%*@%^$*...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap anak bersuara polos dan lugu itu menelpon dengan maksud menyindir media2, baik cetak maupun elektronik, untuk lebih selektif memberitakan sesuatu, terlebih berita2 para artis dan politisi, memilih tayangan dan berita yang lebih mendidik dan tidak sekedar menjual gosip murahan yang tidak layak jadi panutan. &lt;br /&gt;Saya malu karena media saat ini sangat bombastis mendukung gaya hidup hedon! Berita kawin cerai mulu, pejabat lapor sana sini, menolak poligami tapi mendukung perselingkuhan, dan menyembunyikan istri stengah sah. Membela pejabat dari kelompok agamawan yang katanya ahli agama tapi memberi izin penebangan hutan yang menyebabkan ribuan orang jadi korban musibah banjir dan tanah longsor. Atau sinetron macem Hidayah atau Rahasia Ilahi masih kurang banyak kali ya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1665414926656661998?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1665414926656661998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1665414926656661998' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1665414926656661998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1665414926656661998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/pengen-diberitakan.html' title='&quot;pengen diberitakan...&quot;'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-155716712551382293</id><published>2007-07-28T21:18:00.000+07:00</published><updated>2007-07-28T21:27:40.168+07:00</updated><title type='text'>UU Antiteror untuk Blogger</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Baca &lt;a href="http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/07/070725_malaysiablogger.shtml"&gt;berita ini&lt;/a&gt;, gw jadi terperangah. halah...bahasanya :p Apa gw yang ketinggalan berita yak? Secara... (hahaha, sebenernya gw paling benci istilah gaul ga nyambung ini), berita ini keknya udah dari tanggal 25 Juli kemaren dan gw baru baca hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur aja, gw rada2 kuatir pemerintah disini ketularan ma pemerintahan di sana (Makanya ga usah posting macem2 :p). Soalnya, mereka hobi sih &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2006/04/si-kembar-yangbener2-deh.html"&gt;kembaran&lt;/a&gt;. Misalnya kek dulu jamannya Tangerang punya Perda Pelacuran dan saat itu lagi hangat2nya RPP Pornografi dan Pornoaksi, di Malaysia juga ga kalah serunya. Mereka bikin aturan yang mirip alias kembaran, seperti gw bahas di &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2006/04/si-kembar-yangbener2-deh.html"&gt;postingan ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya lagi, menurut menteri senior di kantor perdana menteri Malaysia, Nazri Aziz mengumumkan, UU Antiteror kontroversial ini, memungkinkan orang ditahan tanpa batas waktu tanpa diadili atau didakwa akan digunakan terhadap blogger atau penulis catatan online yang melanggar dua hal yang ditabukan, menyinggung raja atau agama resmi kerajaan, Islam. Bayangkan, ditahan TANPA batas waktu dan TANPA diadili! Otak macem mana yang bikin aturan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menakutkan! Tapi masa sih &lt;i&gt;Malaysia Kini&lt;/i&gt; ga punya upaya perlawanan? Secara, (halah, istilah ini lagi), pengunjung situs berita politik ini konon mencapai 250.000 per hari? Kenapa ga diorganisir aja untuk melakukan perlawanan terhadap UU gila itu? Secara...(lageeeee, entah nyambung ato ga), bentar lagi di sana mo pemilu, ajak aja mereka memboikot. Ga bisa jadi penguasa kalo ga ada pemilihnya. Dan ngapain juga milih calon penguasa yang ga punya otak! Kaum blogger, bersatulah! Eh, tapi jauh bener ya urusan gw ke negeri seberang, hehehe...? &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-155716712551382293?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/155716712551382293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=155716712551382293' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/155716712551382293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/155716712551382293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/uu-antiteror-untuk-blogger.html' title='UU Antiteror untuk Blogger'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-1927398293343770947</id><published>2007-07-27T15:26:00.000+07:00</published><updated>2007-07-27T15:28:21.512+07:00</updated><title type='text'>Banteng Ngadem di Bawah Beringin</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Hari ini 11 tahun lalu...&lt;br /&gt;Saya cuma bisa bengong melihat layar kaca dengan berita sepotong2 dan wajah penyiar yang sedikit kaku membacakan berita. Di samping saya, tante saya sedang sibuk menghubungi sepupu2 saya di Jakarta sana. Sepupu saya terjebak di kantor ga bisa pulang. Hari itu, untuk pertama kalinya, negara yang aman, tentram, makmur, sentosa ini dilanda kerusuhan yang bermula dari Jl Diponegoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, saya menerima kabar, kawan2 saya yang sedang berada di sana, segera pulang ke Makassar setelah seharian pada 27 Juli itu dirundung cemas saat terkepung bersama beberapa aktifis YLBHI. Tapi mereka pulang, tidak berarti mereka aman. Konon kelompok loreng2 itu telah menanti di pelabuhan. Kawan2 saya dituduh ikut2 kelompok 3 hurup itu, yang hari itu menjadi kambing hitam biang kerusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya cuma bisa mengenang...&lt;br /&gt;Betapa hari itu, banyak orang yang jadi korban. Ada yang meninggal, ada yang luka parah, luka ringan, luka batin, trauma dan menjadi tertuduh. Sampai sekarang pun setelah 11 tahun peristiwa itu berlalu, mereka2 masih menderita. Yang paling parah, tentu saja orang yang saat itu kedudukannya paling tinggi, ibu ketua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dikudeta dalam kerusuhan itu, pelan2 Ibu Ketua bangkit dengan segala dukungan orang2 yang cinta pada kebesaran nama ayahnya. Lalu si Ibu Ketua sempat menjadi penguasa negeri ini. Kedudukannya di punggung banteng, tak pernah tergantikan. Ketua 3 hurup yang waktu itu jadi tertuduh, kini bergabung bersama kaum banteng bermoncong putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang, kondisi Ibu Ketua menyedihkan banget. Ibu Ketua menderita amnesia akut!!! Dia lupa, siapa Pangdam Jaya dan Kodam Jaya yang dulu mempecundanginya. Dia lupa bagaimana rasanya terusir dari rumah sendiri. Dia lupa apa warna darah yang menetes dari para pendukungnya. Dia lupa bagaimana rasa sakit ketika dipukuli. Dia lupa duka lara para keluarga yang menjadi korban ketika itu. Dia lupa bagaimana rasanya ketika tubuhnya dikuliti untuk diganti catnya menjadi kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, percuma saya ngomong2 gini. Setelah 11 tahun, Ibu Ketua yang duduk di punggung banteng bermoncong putih sepertinya sedang tertidur lelap terbuai mimpi di bawah rindangnya pohon beringin! Adem ya, Bu, di sana?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-1927398293343770947?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/1927398293343770947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=1927398293343770947' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1927398293343770947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/1927398293343770947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/banteng-ngadem-di-bawah-beringin.html' title='Banteng Ngadem di Bawah Beringin'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6890996751682087770</id><published>2007-07-24T20:06:00.000+07:00</published><updated>2007-07-24T20:23:18.782+07:00</updated><title type='text'>Anak IPDN vs Juara Olimpiade Sains</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Lagi2 anak sekolah ga berguna itu membunuh orang. Dilarang membunuh warga dalam kampusnya sendiri, kini mereka mencari mangsa di luar kampus. Dalam kronologis yang mereka susun, mereka bilang, Almarhum Wendi sebelumnya, melecehkan dua praja putri. Sementara kronologis versi saksi lain, beda lagi. Katanya praja itu ada yang kesundut rokoknya almarhum. Entah mana yang bener. Ok, perempuan yang dilecehkan, wajib ditolongin. Tapi membunuh pelaku dengan cara mengeroyok, membenturkannya ke tembok hingga kepalanya pecah dan tulangnya patah, BUKAN cara membela yang yang baik dan benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhrrrggghhhh....gw kehabisan kata2 untuk marah2. Udah, terserah mo diapain aja sekolah busuk itu. Mo dibubarin kek, mo dipiara terus kek, terserah yang MAHA kuasa. Dipertahankan ya wajar..., disana kan jadi pundi2 duitnya Depdagri. Sayang kalo dibubarin. Ga ada alasan buat minta anggaran dari APBN tiap tahun. Ga ada jalur narik duit dari daerah setiap tahun, entah dari Pemda atau dari orangtua siswa yang pengen anaknya jadi Pamong Praja. Terserah, mo dibikin kuburan massal juga, masa bodoh deh. Soalnya, siswanya masih banyak..., antrian korban berarti masih bejibun. Kalo di dalam kampus udah abis, tinggal nyari warga sekitar aja. Daging dan tulangnya lebih enak! Bunuh aja semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita soal anak2 busuk itu, hanya menodai kebanggaan gw pada negeri ini yang baru saja mencetak lagi anak2 cerdas juara olimpiade sains. Ada Stephanie Senna dari SMAK Bilingual Jakarta yang dapet medali emas di olimpiade Biologi di Kanada. Ada Muhammad Firmansyah Kasim dari SMA Athirah Makassar yang dapet medali emas di Olimpiade Fisika di Iran. Ga cuma mereka. Ada anak2 lain yang juga dapet perak dan perunggu. Mengharumkan nama bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak2 dari mana mereka? Oh, mereka bukan anak hasil gemblengan a la militer bodoh seperti IPDN. Mereka anak2 biasa yang terus mengukir prestasi luar biasa. Mereka belajar bukan dibiayai negara, tapi dengan usaha sendiri, di sekolah yang makin mahal. Saat lulus, acara wisudanya ga dihadiri presiden, tapi mereka membanggakan siapa saja. Lulus sekolah, mereka ga masuk IPDN, karena mereka punya otak yang cerdas. Kuliahnya pun atas biaya sendiri, karena beasiswa yang dijanjikan ga pernah mereka terima. Kalau pun ada beasiswa, pasti datangnya dari luar negeri. Tapi lebih enak kuliah disana, ga ada plonco2an a la militer bodoh. Abis kuliah, mereka mampu membuka lapangan kerja baru bagi orang lain. Mereka ga jadi pejabat bodoh yang korup seperti anak2 IPDN. CATATAN PENTING: Mereka jadi anak-anak cerdas tanpa cara pukul-gebuk-bunuh a la IPDN.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6890996751682087770?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6890996751682087770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6890996751682087770' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6890996751682087770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6890996751682087770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/anak-ipdn-vs-juara-olimpiade-sains.html' title='Anak IPDN vs Juara Olimpiade Sains'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-2823480859527220285</id><published>2007-07-21T22:02:00.000+07:00</published><updated>2007-07-21T22:07:35.220+07:00</updated><title type='text'>12 jaksa vs 100 Pengacara</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Gw lagi males banget nulis. Tapi pekan ini ada berita yang lumayan menghibur. Tommy Soeharto dijadiin tersangka lagi akhirnya, dalam kasus Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) sebesar Rp 175 miliar yang dikucurkan untuk Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara bapaknya, Soeharto, digugat Kejagung senilai Rp 14 triliun dalam kasus penyelewengan dana yayasan supersemar. Kejagung nyiapin 12 jaksa senior, yang insya Allah hebat2. Tapi setan tua itu juga nyiapin 100 pengacara ngetop untuk menghadapi gugatan. Duhhhh...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang gw ga abis pikir, itu mahasiswa2 penerima beasiswa supersemar, ngapain ikut2 demo bela Soeharto. Yang digugat bukan kalian! Dan yang diberikan oleh yayasan itu, memang sudah hak kalian, kenapa harus merasa berutang budi? Ya, itu hak orang2 yang bener2 memenuhi syarat untuk dapet beasiswa, yaitu, pinter dan miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pinter ngibul dan miskin moral tapi! Soalnya yang gw liat zaman kuliah dulu, banyak juga orang- orang yang dapetin beasiswa supersemar itu, sebenernya bukan orang yang berhak. Tapi karena deket sama pegawai2 di fakultas, akhirnya dapet beasiswa, yang bukan dipake bayar SPP tapi buat beli pulsa atau sekedar makan2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw sih berharap, pengumuman Tommy tersangka, serta rencana gugatan terhadap Soeharto lagi, bukan dagelan semata, tapi bener2 sebuah pengadilan terhadap sebuah kejahatan besar, pengadilan terhadap maling kelas kakap. Semoga para jaksa itu kuat imannya. Apalagi udah banyak jaksa dan hakim jadi korban pembunuhan karena mengungkit2 kasus Cendana. Semoga juga bukan berita buat menghibur doang. Lebih najis lagi, jangan sampe langkah Kejagung dipake oleh si big boss buat bahan kampanye 2009 nanti. Curiga tetep boleh toh?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-2823480859527220285?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/2823480859527220285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=2823480859527220285' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/2823480859527220285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/2823480859527220285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/12-jaksa-vs-100-pengacara.html' title='12 jaksa vs 100 Pengacara'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-6062823168532691469</id><published>2007-07-17T13:57:00.000+07:00</published><updated>2007-07-17T17:00:20.148+07:00</updated><title type='text'>Ditunggu, Bloger Bernama Joko Martono</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Gw cuma sering baca di blog para seleb tentang adanya blog2 tukang kopas alias copy paste. Tapi hari ini gw mengalaminya sendiri. &lt;a href="http://tikabanget.blogspot.com"&gt;Kawan gw&lt;/a&gt; yang ngasih tau, postingan gw tentang &lt;a href="http://bergerak.blogspot.com/2007/07/miss-cantik-tapi-palsu.html"&gt;miss Kaltim palsu&lt;/a&gt; itu dikopas 100 persen di blog atas nama &lt;a href="http://gagastika2007.blogspot.com"&gt;Joko Martono&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas gw cek...teng tong...bener!!! Judulnya dia sih, &lt;a href="http://gagastika2007.blogspot.com/2007/07/aspal.html"&gt;Aspal&lt;/a&gt;. Tapi bawahnya, asli 100 persen kopas-an dari blog gw ini. Mmmm... gw mo nanya baek2 maksudnya apa. Mungkin buat latihan doang, soalnya kalo ngeklik judul "Miss Cantik Tapi Palsu" dibawah judul &lt;a href="http://gagastika2007.blogspot.com/2007/07/aspal.html"&gt;Aspal&lt;/a&gt; itu, jelas link-nya ke blog gw. Tapi ternyata ga bisa comment dan profilnya pun minim. Di &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/15389215106815397956"&gt;halaman profil&lt;/a&gt;, cuma ada nama Joko Martono plus foto cewek cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbok ya kalo mo kopas gitu, kenalan dulu dong...! Trus izin, atau apa kek! Walopun &lt;a href="http://gagastika2007.blogspot.com"&gt;Anda&lt;/a&gt; sebenernya fans berat gw, jangan main kopas aja kek gitu. Ini malah nongol dan kenalan di &lt;a href="http://tikabanget.blogspot.com"&gt;blognya tika yang manis itu&lt;/a&gt;. Pemalu kali ya? :( Atau, sebenernya gw yang ga ngeh kalo ternyata gw tergolong seleb blog? Oh, noo! Gw harus ngumpet kemana ini? hihihi....! Tapi sumpah, rasanya ga enaaaak banget menemukan kloningan kita di tempat lain tanpa kita pernah tau bahwa kita dikloning. Bertemu bayangan sendiri, sama kek ketemu hantu!!! Ayo dong, Jok, bloger bernama cowok berfoto cewek, tampakkanlah dirimu, kita ngobrol baik2. Gw tunggu yaaa...!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-6062823168532691469?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/6062823168532691469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=6062823168532691469' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6062823168532691469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/6062823168532691469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/ditunggu-bloger-bernama-joko-martono.html' title='Ditunggu, Bloger Bernama Joko Martono'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-469373841245377050</id><published>2007-07-11T22:31:00.000+07:00</published><updated>2007-07-12T20:08:00.633+07:00</updated><title type='text'>Hidup Pengungsi Seharga Nokia E90</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Layaknya disebut apa orang yang tega mengusir pengungsi korban lumpur panas Lapindo dari lokasi pengungsian di Pasar Porong, Sidoarjo? Hidup terlunta2 menunggu uang ganti rugi yang tak kunjung datang, pasti akan melahirkan rasa frustasi tak berkesudahan. Lalu akan tinggal dimana lagi para pengungsi itu? Mau ditenggelamkan aja skalian ke lumpur? Untuk menghadapi para pengusirnya, para pengungsi menyiapkan bambu runcing agar bisa melawan. (Sampai di sini, berita dan gambar di sebuah tivi swasta tadi siang, dihentikan dengan alasan kesalahan teknis. Dan gw, ga percaya!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gw lebih percaya bahwa ada &lt;i&gt;invisible hand&lt;/i&gt; yang meminta tayangan berita itu dihentikan. Sama percayanya gw, bahwa pengusiran pengungsi itu juga dilakukan oleh oknum pejabat karena mendapat tekanan dari &lt;i&gt;you-know-who&lt;/i&gt; ! Si pemilik Lapindo Brengsek yang harus diBrantas itu pasti udah kewalahan membayar jatah hidup pengungsi, setiap hari. Pemilik Lapindo juga pasti tidak menghendaki pengungsi ngumpul di satu tempat, lalu kompak, bersatu lalu demonstrasi tiap hari. Pengungsi harus dipaksa berpencar dan sulit ngumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ultimatum pengusiran pengungsi itu, gw percaya, dilakukan sangat terencana dan sistematis. Karena sebelumnya, interpelasi DPR soal lumpur Lapindo sengaja diulur2, biar terlihat mereka2 di atas sana selalu perhatian. Tapi ketika para anggota rombongan sirkus dibagiin komunikator Nokia E90 di Hotel Nikko kemarin, mereka yang sok berjuang bagi korban lumpur panas itu lalu diam dan menerima ketidakhadiran presiden. Sebagian hanya menandatangani absen sidang (untuk mendapat upah ikut sidang) lalu pergi, mungkin ke rumah calon bini muda, buat mamerin handphone barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyakitkan. Ternyata, hidup warga korban lumpur itu hanya seharga sebiji handphone!!!&lt;br /&gt;Lalu esoknya, ketika pengungsi di Porong bersiap2 dengan bambu runcing menghadapi pengusiran, si bapak presiden sibuk maen golf. Beralasan dunia tengah memasuki gelombang ekonomi keempat yang haus akan dunia spritualitas dan keindahan, presiden mengajak elemen bangsa untuk mengembangkan budaya, warisan budaya dan sejarah Indonesia untuk dijual ke masyarakat asing. Dan salah satu hal yang akan dijual kepada dunia luar itu antara lain yakni olah raga golf!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya itu cara memenuhi kantong negara yang terjepit utang tak berkesudahan. Oh, brilian sekali presiden kita! Ayo, bangun lapangan golf dimana2 setelah menggusur penghuninya. Lebih brilian lagi jika pengungsi berhasil di usir, tak usah diberi ganti rugi (yang makin membuat negara jadi miskin), lalu semburan lumpur dihentikan, dan bekasnya yang sudah mengering, dijadikan lapangan golf. Maen golf di atas timbunan korban lumpur, pasti menyehatkan sekali, tuan presiden! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-469373841245377050?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/469373841245377050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=469373841245377050' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/469373841245377050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/469373841245377050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/hidup-pengungsi-seharga-nokia-e90.html' title='Hidup Pengungsi Seharga Nokia E90'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-164705543803942084</id><published>2007-07-08T18:38:00.000+07:00</published><updated>2007-07-08T18:41:00.828+07:00</updated><title type='text'>Miss Cantik Tapi Palsu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Gw sedikit kaget ketika nonton acara Miss Indonesia di salah satu stasiun tipi Kamis kemaren. Ada wakil dari Kaltim, namanya Ratih alias Rara. Tapi setau gw, ga pernah ada pemilihan Miss Kaltim untuk mewakili Kaltim di ajang Miss Indonesia sebelumnya. Kalo ada, biasanya ada beritanya di koran kayak pemilihan Putri Indonesia yang emang rutin tiap tahun. Lha, ini kok tiba2 ada miss dari Kaltim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, temen gw wawancara sama si Miss Kaltim itu. Dia kaget ada wartawan dari Kaltim yang wawancara ma dia. Lalu, dengan jujur dia bilang kalo dia belum pernah ke Kaltim, sekalipun!!! Ternyata pula, dia dari Sawangan, Depok, lahirnya di Jakarta, ayahnya berasal dari Sampit, Kalimantan Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beuh..., trus kok bisa mewakili Kaltim? Dia jawab: katanya panitia minta dia mewakili Kaltim aja karena yang mewakili Kalteng udah ada. Mewakili Jakarta, lebih ga mungkin. Ga cuma wakil Kaltim yang palsu. Ayu Indiyah Pratiwi juga. Dia warga Jakarta yang mewakili Sulawesi Selatan. Masih mendingan dikit dibanding Rara karena Ayu pernah sekali datang ke Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus, pas ditanya, panitianya bilang, seleksinya dilakukan dengan banyak pertimbangan misalnya daerah domisili, garis keturunan, atau lahir dan pernah tinggal di daerah yang diwakili. Tapi katanya itu bukan kriteria yang cukup penting. Daerah asal ga terlalu berpengaruh katanya, yang penting punya pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia dan juga punya jiwa sosial yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu....cantik2 kok mau disuruh boong. Padahal, katanya, pemilihan putri2 kek gitu ga cuma harus cantik (luar-dalem) tapi juga harus pinter. Jujur kan termasuk cerminan kecantikan dari dalem (inner beauty ato apalah namanya). Kalo syaratnya kek gini, orang spanyol juga bisa kaleee jadi Miss Indonesia, asal seizin panitia :p Wawasan soal budaya Indonesia kan bisa didapet dari baca buku atau bowsing di internet, atau dari manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo untuk ajang kek gini aja udah pake rekayasa, gimana bisa hasilnya bagus? Katanya, soal kepribadian itu penting? Lha kalo udah pake manipulasi kek gini, ga jujur, kepribadian macam apa yang diharapkan dari miss-miss ini? Lha kalo palsu kek gitu, ga menang pula, wajar dong kalo pemerintah daerah sini protes. Mana bisa orang kek Rara atau Ayu mewakili daerah yang sama sekali tidak dikenalnya? Ya iyalah, kesel, orang daerah, selalu aja dikadalin orang2 pusat. Sampe urusan kek gini2 pun dikadalin, kesian amat!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-164705543803942084?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/164705543803942084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=164705543803942084' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/164705543803942084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/164705543803942084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/miss-cantik-tapi-palsu.html' title='Miss Cantik Tapi Palsu'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-5022821271088051493</id><published>2007-07-06T18:47:00.000+07:00</published><updated>2007-07-06T18:51:11.184+07:00</updated><title type='text'>Tangisan dan belatung itu basi, Jenderal!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tak sengaja saya ikut menyemangati para korban lumpur lapindo saat berita tipi menayangkan adegan tim 16 dikejar2 korban lumpur. Para korban kesel dengan mereka yang dipercayai membantu memperjuangkan nasibnya mendapatkan ganti kerugian tanah dan bangunan mereka yang tertimbun lumpur, tapi yang mereka dapatkan malah pengkhinatan. Para anggota tim yang diharapkan bisa menjadi kawan, malah menjadi monster dan kanibal pemakan saudaranya sendiri. Ya, mereka melakukan pungli terhadap korban lumpur dengan memotong uang ganti rugi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi kok mukulin orang yang sudah jatuh tersungkur dan berdarah2. Ga puas kalo ga menambah panjang derita mereka yang telah kehilangan harta benda dan mimpi2. Kalo emang tim itu butuh upah, kenapa ga minta aja gaji sama pemerintah atau ke penyebab lumpur itu, Lapindo. Atau, minta disejahterakan sama Menkokesra. Bukankah itu memang tugasnya? Atau bilang sama presiden, berhentilah menangis! Sebab mereka tak butuh air mata. Mereka butuh rumah untuk ditinggali, pabrik tempat mencari nafkah dan sekolah untuk anak2 mereka. Bilang, tangisan itu basi jenderal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh berbeda nasibnya dengan korban gempa Jogja. Setelah begitu lama tinggal di tenda2 pengungsian, kini mereka segera mendapatkan bantuan membangun kembali rumah mereka. Jumlahnya, Rp 15 juta per KK. Tapi, harus dipotong Rp 1,8 juta lagi, untuh keperluan-berbagai-macam-entah-apa oleh pejabat-atau-yang-menganggap-dirinya-pejabat, demi apa-entahlah! Warga yang melaporkan kasus itu diancam akan diusir dari dusun tersebut jika tak mencabut laporannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liat, kalo ga disunat, pasti duitnya sengaja dilama2in baru cair, dengan segala macem alesan. Tega ya, mereka? Saya membayangkan sebuah sinetron, ribuan belatung keluar tak henti2 dari mulut, hidung, telinga para penyunat dan koruptor! Tapi rasanya ancaman tayangan sinetron macem itu udah basi. Enaknya diapain ya koruptor2 itu?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-5022821271088051493?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/5022821271088051493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=5022821271088051493' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5022821271088051493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/5022821271088051493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/tangisan-dan-belatung-itu-basi-jenderal.html' title='Tangisan dan belatung itu basi, Jenderal!'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5112371.post-995523954417339886</id><published>2007-07-02T19:33:00.000+07:00</published><updated>2007-07-02T19:38:38.751+07:00</updated><title type='text'>Liburan di Negeri Istimewa</title><content type='html'>Negeri ini amat istimewa&lt;br /&gt;Kita punya banyak orang yang mewakili kita di parlemen. Dari tingkat kabupaten sampai tingkat nasional. Jumlahnya ribuan. Jadi, tidak satupun warga negara dan golongan yang tidak terwakili oleh orang2 ini. Kelompok preman sekalipun, pasti terwakili. Jadi wajar jika pendapatan mereka setinggi langit. Karena pajak dari setiap orang yang diwakilinya, dipakai untuk menggaji mereka. Wajar pula jika Wapres selalu setuju tunjangan mereka dinaikkan, karena kerja mereka berat, mewakili kita2 ini. Ingatlah, ketika sebagian dari kita tak cocok dengan satu kelompok, maka wakil kita yang akan berkelahi melawan kelompok lain, meski harus dilakukan di depan kamera saat sidang membicarakan nasib kita, orang2 yang diwakilinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya kementerian yang khusus mengurusi kesejahteraan kita, dikoordinir seorang menteri, Menkokesra. Mereka sibuk memikirkan cara agar kita bisa sejahtera. Salah satu caranya adalah dengan menenggelamkan warga ke lumpur panas, menggusur orang2 yang rumahnya reyot agar tak terlihat oleh petinggi negara yang melewati jalan itu. Agar korban lumpur makin sejahtera, anak2 kecil dibawa berlibur ke Jakarta. Liburan plus, karena mereka tetap bisa belajar, menuliskan mimpi2 mereka di kardus bekas, mimpi untuk mendapatkan kembali rumah mereka yang nyaman, lapangan tempat bermain, masjid tempat mengaji, dan sekolah tempat mereka menimba ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya kementerian yang ngurusin politik dan menjaga keamanan, digawangi Menkopolkam. Tugasnya menjaga keamanan negara dengan cara menggusur tanah orang, menembaki rakyat yang mencoba mempertahankan haknya, meneror warga yang pinter dan berani, memeras pengguna jalan, membuat aturan yang bisa menjebak orang masuk penjara, menyulut konflik di daerah saat kekurangan pasokan logistik, jadi centeng perusahaan. Pokoknya mengusahakan cara-cara aman dalam mengumpulkan setoran untuk alasan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya kementerian yang ngurusin hukum dan hak asasi kita. Caranya, menghukum maling ayam, membebaskan pencuri miliaran uang negara. Menghukum orang yang mempertahankan haknya, membela yang bayar, punya senjata, dan kekuasaan. Mengatur uang setoran TKI, lalu cuek saat TKI terbelit masalah. Kita punya menteri yang kerjanya cuma ngurusin transportasi. Ada juga yang cuma ngurusin jalan dan jembatan. Tugasnya, memastikan semua orang deg-degan saat berkendara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya menteri yang khusus ngurusin pendidikan, agar bangsa ini pinter dan berperilaku baik. Caranya, tidak memberikan ijazah bagi siswa yang tidak bisa membayar uang perpisahan sekolah. Tidak meluluskan siswa yang tidak mampu bayar uang sekolah. Membuat aturan agar orang miskin tidak boleh sekolah. Kita pun punya menteri yang khusus mengurusi kesehatan. Caranya, tidak mengijinkan rumah sakit menerima pasien miskin agar rumah sakit bisa tetap sehat keuangannya. Aturannya jelas, orang miskin ga boleh sakit, biar dokternya ga ketularan penyakit miskin!&lt;br /&gt;Karena istimewanya, saya cinta negeri ini!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5112371-995523954417339886?l=bergerak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bergerak.blogspot.com/feeds/995523954417339886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5112371&amp;postID=995523954417339886' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/995523954417339886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5112371/posts/default/995523954417339886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bergerak.blogspot.com/2007/07/liburan-di-negeri-istimewa.html' title='Liburan di Negeri Istimewa'/><author><name>Yati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09535165513146363060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_U9cTqYX7i4g/R7Uqo2965LI/AAAAAAAAAAg/QGjiAz2Ls3M/S220/UYO.JPG'/></author><thr:total>12</thr:total></entry></feed>
